BerandaHits
Jumat, 23 Jul 2026 12:34

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

Seorang pasien di China berhasil mengendalikan gerakan tangan menggunakan perangkat brain-computer interface (BCI) yang ditanam di otaknya. (IStockphoto/laramenko)

China mengklaim berhasil melakukan implantasi brain-computer interface (BCI) komersial pertama di dunia, memperkuat persaingan pengembangan teknologi chip otak dengan Neuralink milik Elon Musk.

Inibaru.id - Persaingan pengembangan teknologi brain-computer interface (BCI) atau antarmuka otak-komputer memasuki babak baru. China mengklaim berhasil melakukan implantasi BCI komersial pertama di dunia kepada seorang pasien, membuka peluang baru bagi teknologi yang memungkinkan otak manusia berkomunikasi langsung dengan perangkat elektronik.

Pencapaian tersebut diumumkan setelah perusahaan neuroteknologi asal China, Neuracle (Borui Kang Medical Technology), sukses menanamkan perangkat bernama Neural Electronic Opportunity (NEO) kepada seorang pasien yang mengalami kelumpuhan tangan akibat cedera sumsum tulang belakang selama sekitar satu dekade.

Perangkat berukuran menyerupai koin itu ditanam melalui operasi pada permukaan korteks sensorimotor otak. Delapan elektroda di dalamnya berfungsi menangkap aktivitas listrik neuron ketika pasien membayangkan menggerakkan tangannya.

Sinyal tersebut kemudian diterjemahkan oleh komputer menjadi perintah yang mengendalikan sarung tangan robotik. Dengan mekanisme ini, pasien dapat kembali menggerakkan tangannya melalui aktivitas otak, meski jalur saraf alaminya telah mengalami kerusakan.

Teknologi NEO memperoleh izin edar dari National Medical Products Administration (NMPA) pada Maret 2026. Persetujuan ini menjadikannya teknologi BCI invasif pertama yang mendapatkan izin komersial dari regulator nasional di China.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi tonggak penting bagi industri neuroteknologi sekaligus memperkuat posisi China dalam persaingan global mengembangkan teknologi antarmuka otak-komputer yang diprediksi akan memainkan peran besar di bidang kesehatan, rehabilitasi, hingga kecerdasan buatan (AI).

Bersaing dengan Neuralink

Langkah China ini membuat persaingan dengan Neuralink, perusahaan neuroteknologi milik Elon Musk, semakin menarik.

Neuralink sendiri menjadi sorotan dunia setelah berhasil menanamkan chip otak kepada manusia pertama dalam uji klinis pada 2024. Hingga awal 2026, perusahaan tersebut mengungkapkan telah memiliki 21 peserta uji klinis.

Meski demikian, teknologi Neuralink masih menunggu persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat sebelum dapat dipasarkan secara luas.

Pengembangan antarmuka otak tidak hanya dilakukan melalui metode invasif yang memerlukan pembedahan.

Perusahaan teknologi Meta, misalnya, mengembangkan sistem Brain2Qwerty yang memanfaatkan large language model (LLM) untuk menerjemahkan aktivitas otak menjadi teks. Teknologi ini dirancang untuk membantu penyandang amyotrophic lateral sclerosis (ALS) dan penyakit neurodegeneratif lainnya agar tetap dapat berkomunikasi.

Sementara itu, perusahaan China BrainCo mengembangkan tangan prostetik bionik berbasis kecerdasan buatan yang menggunakan teknologi electromyography (EMG) untuk mengubah sinyal otot menjadi gerakan.

Bagi China, pengembangan BCI bukan sekadar inovasi medis, tetapi juga bagian dari strategi teknologi nasional.

Pemerintah China telah memasukkan teknologi antarmuka otak-komputer sebagai salah satu prioritas dalam rencana pembangunan lima tahunan terbaru. Bidang ini ditempatkan sejajar dengan pengembangan komputasi kuantum, robot berbasis AI, fusi nuklir, dan berbagai teknologi strategis lainnya.

Jika pengembangannya terus menunjukkan hasil positif, BCI berpotensi menjadi teknologi yang mengubah cara manusia berinteraksi dengan perangkat digital sekaligus membuka harapan baru bagi pasien dengan gangguan saraf dan kelumpuhan. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4 Juta, Jemaah Menanggung Sekitar Rp54,6 Juta

8 Okt 2026

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP 2026

9 Okt 2026

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal hingga 2028

21 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: