BerandaKulinary
Sabtu, 8 Mei 2026 14:22

Bakwan: Gorengan Legendaris yang Ternyata Bukan Asli Indonesia

Renyah di luar dan hangat di cerita, bakwan menyimpan jejak panjang pertemuan budaya dalam kuliner Indonesia. (SajianSedap)

Bakwan yang kini identik sebagai gorengan khas Indonesia ternyata lahir dari proses akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara yang berkembang selama ratusan tahun.

Inibaru.id - Siapa yang nggak kenal bakwan? Gorengan renyah berisi kol, wortel, daun bawang, dan kadang jagung ini hampir selalu ada di pinggir jalan, warung kopi, hingga meja camilan keluarga. Disantap hangat dengan cabai rawit, bakwan terasa “Indonesia banget”. Namun siapa sangka, makanan yang begitu akrab di lidah masyarakat ini ternyata menyimpan jejak panjang akulturasi budaya.

Mengutip Grid.id, bakwan diyakini berasal dari pengaruh kuliner Tionghoa yang masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan dan migrasi sejak ratusan tahun lalu, terutama pada masa perdagangan dan migrasi di abad ke-15 hingga 19. Kata “bak” dalam dialek Hokkien memiliki arti “daging”, sementara “wan” berarti bola atau bulatan. Awalnya, istilah tersebut merujuk pada olahan berbahan dasar daging. Namun ketika masuk ke Indonesia, resepnya mengalami penyesuaian dengan bahan lokal dan budaya masyarakat setempat.

Menariknya, bakwan yang kini identik dengan sayuran justru jauh berbeda dari akar kuliner aslinya. Di Indonesia, penggunaan daging mulai berkurang dan diganti dengan bahan yang lebih mudah dijangkau seperti kol, wortel, tauge, maupun jagung. Adaptasi ini membuat bakwan lebih murah, mudah dibuat, dan cocok dengan selera masyarakat Nusantara.

Fenomena perubahan kuliner semacam ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak makanan populer Indonesia lahir dari proses akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya lokal. Sebut saja bakso, bakpia, siomay, hingga mie ayam. Seperti dikutip dari Kompas.com, sejarawan kuliner dari Universitas Padjadjaran, Fadly Rahman, menyebut pengaruh kuliner Tionghoa di Nusantara sudah berlangsung sejak berabad-abad lalu dan terus beradaptasi mengikuti lingkungan serta budaya masyarakat setempat.

Di berbagai daerah, bakwan bahkan punya nama dan versi berbeda. Masyarakat Jawa Barat mengenalnya sebagai bala-bala, sementara di Jawa Timur populer dengan nama ote-ote. Ada pula variasi isi udang, tahu, hingga jagung yang berkembang mengikuti kreativitas penjual dan kebiasaan makan tiap daerah.

Meski berasal dari proses akulturasi budaya, bakwan kini telah menjadi bagian dari identitas kuliner Indonesia. Kehadirannya yang merakyat justru menunjukkan bagaimana makanan dapat menjadi ruang pertemuan budaya yang luwes. Dari kuliner peranakan hingga jajanan kaki lima, semua membuktikan bahwa makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita perjalanan sejarah manusia.

Jadi, kamu tim bakwan original isi sayur, atau lebih suka versi udang dan jagung? (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Masuk Usia 17 Tahun, Warga Bakal Punya Rekening Berisi Rp50 Ribu

11 Sep 2026

First Look Film Animasi Timun Mas Dirilis, Bawa Dongeng Jawa ke Animasi Modern

12 Sep 2026

Mengulik Asal-usul Nama Pekalongan, dari Joko Bau hingga Naskah Sunda Kuno

14 Sep 2026

Purbaya Dicopot, Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru

15 Sep 2026

25.000 Tahun Lalu, Manusia Purba Sulawesi Redakan Sakit Gigi dengan Pinang

16 Sep 2026

Film Empat Musim Pertiwi Jadi Wakil Indonesia di Oscar 2027

17 Sep 2026

Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Tanjung Priok

18 Sep 2026

Gatot, Jajanan Gunungkidul yang Konon Berasal dari Gaplek “Gagal Total”

19 Sep 2026

Jejak Yerusalem dalam Nama Kudus hingga Dijuluki Yerusalem van Java

21 Sep 2026

Prabowo Ungkap Rencana Bikin Bensin dari Batu Bara, Ini Tantangannya

22 Sep 2026

BDx Bangun Pusat Data AI 640 MW di Jatiluhur

23 Sep 2026

Dari Kuliner Perantauan hingga Jadi Identitas Daerah, Ini Fakta Menarik Mi Ayam Wonogiri

24 Sep 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: