BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 7 Mei 2026 16:20

El Nino Picu Fenomena Upwelling, Laut Selatan Jawa Jadi Surga Ikan

Saat daratan bersiap menghadapi musim kemarau yang lebih ekstrem, perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara justru diprediksi mengalami lonjakan kesuburan laut. (Chatgpt AI)

Fenomena upwelling yang menguat saat El Nino membuat perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara menjadi lebih subur dan berpotensi meningkatkan hasil tangkapan ikan di tengah risiko kekeringan di daratan.

Inibaru.id - Saat daratan bersiap menghadapi musim kemarau yang lebih ekstrem, perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara justru diprediksi mengalami lonjakan kesuburan laut. Di tengah tantangan kekeringan, gagal panen, hingga suhu panas yang makin menyengat di daratan, perairan selatan Jawa sampai Nusa Tenggara diprediksi mengalami lonjakan kesuburan laut yang bisa membawa berkah besar bagi nelayan.

Fenomena ini berkaitan dengan proses alami yang disebut upwelling. Sederhananya, saat musim kemarau datang, angin timuran mendorong air laut hangat di permukaan menjauh dari pantai. Kekosongan itu kemudian digantikan oleh air laut dari lapisan bawah yang lebih dingin dan kaya nutrien.

Nah, air dari dasar laut inilah yang menjadi “pupuk alami” bagi laut. Nutrien seperti nitrat dan fosfat yang terangkat ke permukaan membuat fitoplankton berkembang pesat. Fitoplankton sendiri merupakan makanan utama berbagai biota laut kecil yang kemudian menarik ikan-ikan besar datang ke wilayah tersebut. Efek domino inilah yang membuat kawasan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara menjadi lebih produktif saat musim kemarau.

Mengutip dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena upwelling di selatan Jawa memiliki potensi besar bagi sektor perikanan karena mampu meningkatkan kesuburan perairan secara signifikan.

“Fenomena ini ibarat memompa pupuk alami dari laut dalam ke permukaan, tetapi dampaknya terhadap kelimpahan ikan tidak terjadi seketika, namun ada jeda waktu sekitar satu hingga dua bulan,” jelas Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo Setiyo Pranowo, dikutip dalam keterangan resminya.

Air laut kaya nutrien yang naik ke permukaan memicu pertumbuhan fitoplankton dan menarik lebih banyak ikan datang ke kawasan tersebut. (Chatgpt AI)

BRIN menyebut fenomena ini berpotensi semakin kuat ketika El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif terjadi bersamaan. Dinukil dari Medcom.id, penelitian BRIN mengenai dinamika Arus Pesisir Selatan Jawa (South Java Coastal Current/SJCC) menunjukkan bahwa El Nino dapat memperkuat intensitas upwelling di kawasan selatan Jawa.

Artinya, ketika daratan menghadapi ancaman kekeringan panjang, laut justru sedang mengalami lonjakan produktivitas.

Beberapa jenis ikan yang diprediksi meningkat populasinya antara lain tuna, cakalang, hingga lemuru. Mengutip dari RRI, BRIN memprediksi perairan seperti Selat Bali bahkan disebut berpotensi mengalami peningkatan tangkapan ikan lemuru yang cukup signifikan selama fenomena upwelling berlangsung.

Pola Upwelling Musiman

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Indonesia, khususnya wilayah selatan Jawa, memang dikenal memiliki pola upwelling musiman yang kuat. Dalam kajian yang dipublikasikan Jurnal Kelautan Nasional milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), peneliti menemukan bahwa intensitas upwelling meningkat selama periode El Niño dan IOD positif. Hal ini ditandai dengan turunnya suhu permukaan laut dan meningkatnya konsentrasi klorofil-a yang menjadi indikator tingginya produktivitas fitoplankton.

Meski begitu, kondisi ini tetap perlu disikapi dengan bijak. Laut yang lebih produktif bukan berarti boleh dieksploitasi berlebihan. Para peneliti mengingatkan pentingnya pengelolaan perikanan yang berkelanjutan agar lonjakan stok ikan tidak justru berujung pada kerusakan ekosistem laut.

Selain itu, kondisi cuaca ekstrem akibat El Nino juga tetap berisiko bagi nelayan. Gelombang tinggi, perubahan arus, hingga cuaca yang tidak menentu masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.

Di tengah ancaman krisis pangan akibat kekeringan di daratan, fenomena ini menjadi pengingat bahwa laut Indonesia menyimpan potensi besar sebagai penyangga ketahanan pangan nasional. Ketika sawah menghadapi ancaman puso (gagal panen), laut justru bisa menjadi “ladang” alternatif yang memberi harapan.

Jadi, kalau stok seafood beberapa bulan ke depan terasa makin melimpah, bisa jadi laut memang sedang berpesta. (Ike/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

2 Nov 2026

Film Pendek Indonesia Golden Island Raih Penghargaan di Festival Film Singapura

3 Nov 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: