Inibaru.id - Siapa sih yang nggak gemas lihat baju anak-anak dari brand fast fashion? Selain modelnya yang selalu up-to-date, harganya yang miring bikin kita nggak ragu buat borong banyak, apalagi anak-anak memang cepat sekali tumbuh besar.
Tapi, kamu perlu waspada nih. Di balik warna-warni yang cerah dan harga yang murah, ada ancaman "gaib" bernama timbal yang diam-diam mengintai kesehatan si kecil.
Temuan ini dipresentasikan dalam pertemuan American Chemical Society baru-baru ini. Para peneliti dibuat ketar-ketir usai beberapa kain dari merek fast fashion ternama diketahui memiliki kadar timbal yang melampaui batas aman 100 parts per million (ppm).
Peneliti menemukan 11 sampel kemeja dari empat pengecer berbeda yang "positif" mengandung timbal tinggi. Menariknya, baju dengan warna-warna ngejreng seperti merah dan kuning cenderung punya kadar timbal paling besar. Kok bisa?
Rahasia di Balik Warna yang Awet
Ternyata, beberapa produsen nakal menggunakan zat kimia bernama Timbal(II) Asetat. Zat ini dipakai sebagai cara murah agar pewarna bisa menempel lebih kuat pada serat kain. Hasilnya memang bikin warna baju terlihat cerah dan nggak gampang luntur, tapi taruhannya adalah kesehatan anak.
Anak-anak, terutama yang berusia di bawah 6 tahun, punya kebiasaan mengeksplorasi benda dengan mulut. Peneliti mencoba mensimulasikan kondisi ini di laboratorium. Hasilnya? Mengunyah atau menghisap kain yang mengandung timbal dalam waktu singkat saja sudah bisa membuat paparan timbal melebihi batas harian yang direkomendasikan FDA.
Kalau kebiasaan ini terus berulang, kadar timbal dalam darah si kecil bisa melonjak dan memicu masalah serius, seperti:
- Gangguan perilaku dan sulit fokus.
- Kerusakan otak dan sistem saraf.
- Gangguan pertumbuhan jangka panjang.
Susah Dideteksi, Apa Solusinya?
Pemimpin proyek penelitian, Kamila Deavers, menyebut kalau kandungan timbal ini sulit diprediksi karena proses pembuatan tekstil yang bervariasi. "Tanpa ada tekanan dari konsumen atau kebijakan ketat pada produsen, mereka bakal minim insentif buat beralih ke metode pewarnaan yang lebih mahal tapi aman," jelasnya.
Saat ini, peneliti masih terus menguji apakah mencuci baju berulang kali bisa menghilangkan kadar timbal tersebut atau justru malah mencemari baju lainnya di dalam mesin cuci.
Nah, untuk menghindari timbal pada baju, sebaiknya cuci baju sebelum dipakai, pilih bahan alami, dan awasi anak untuk nggak menggingit atau mengisap bajunya.
Memang, nggak ada salahnya beli baju bagus buat anak, tapi kesehatan tetap nomor satu ya, Gez. Yuk, mulai lebih kritis memilih produk fast fashion demi masa depan si kecil yang lebih sehat! (Siti Zumrokhatun/E05)
