BerandaPasar Kreatif
Jumat, 9 Apr 2026 16:01

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

Potret anak muda atau skena sedang nongkrong di kawasan Blok GM atau sepanjang Jalan Gajahmada Semarang. (Inibaru.id/ Sundara )

Blok GM di Semarang jadi spot nongkrong anak skena dengan vibe santai ala Blok M, lengkap dengan coffee shop yang menjamur di kawasan tersebut.

Inibaru.id - Simpanglima sebagai pusat kota menjadikan Jalan Gajahmada sebagai salah satu jalan kolektor sekunder yang mengubahnya menjadi jalur bisnis dan perputaran ekonomi di Kota Semarang. Kantor, hotel, pusat kuliner dan perbelanjaan berjubel di sisi kanan dan kiri jalan searah tersebut.

Saat siang, jalur yang menghubungkan Simpanglima dengan Jalan Pemuda itu ramai oleh lalu lalang kendaraan atau orang-orang yang berangkat kerja, berbelanja, atau tengah menikmati lanskap kota. Namun, saat malam pun Jalan Gajahmada tetap hidup.

Belakangan, menjelang malam Jalan Gajahmada berubah menjadi tempat anak-anak skena menemukan ruang buat nongkrong, ngobrol, hingga mengekspresikan diri di tengah hiruk-pikuk kota. Orang-orang pun kemudian mulai menyebut kawasan ini sebagai Blok GM, singkatan dari "Gajah Mada".

Disebut Blok GM karena vibes-nya seperti Blok M di Jakarta yang legendaris. Tiap malam, Blok GM selalu dipenuhi anak-anak skena lengkap dengan outfit terbaik mereka, entah sekadar untuk ngopi, mengobrol dengan komunitas mereka, atau duduk santai di pinggir jalan sembari melihat orang berlalu lalang.

Blok GM hampir nggak pernah tidur sepanjang malam karena ditopang oleh deretan coffee shop yang buka 24 jam, yang membebaskan para pengunjungnya berlama-lama nongkrong di sepanjang jalan. Suasananya ramai, bikin betah, dan edgy; mirip Blok M, tapi versi semarangan.

Samuel, pengunjung setia salah satu coffee shop di kawasan Blok GM mengaku senang menikmati suasana di tempat tersebut pada malam hari karena enak untuk bersantai. Menurut pemuda asal Genuk itu, lokasinya yang ada di pusat kota dan suasana yang ramai bikin tempat ini nyaman untuk bersantai.

"Hampir tiap malam nongkrong di Blok GM, seru saja ngopi sambil lihat orang lewat atau kendaraan berlalu-lalang," kata Samuel saat ditemui Inibaru.id pada Rabu (1/4) malam.

Kenal Blok GM Setahun Terakhir

Banyak anak muda yang nongkrong di caffe shop kawasan Jalan Gajahmada. (Sundara/Inibaru.id)

Samuel mengaku baru setahun ini mengenal istilah Blok GM. Menurutnya, julukan ini muncul seiring dengan banyaknya coffee shop di kawasan tersebut. Yang datang bisa sangat beragam, tapi tetap didominasi anak muda seperti dirinya.

"Paling ramai malam minggu, hampir semua coffee shop di Blok GM penuh. Banyak anak muda nongkrong sama teman atau pasangan. Kalau saya, nongkrong karena bosan di rumah," terang pemuda yang masih duduk di bangku SMA tersebut.

Nggak hanya untuk nongkrong, ngobrol, dan ngopi, perlahan Blok GM juga menjadi ajang eksistensi anak muda di Kota Semarang, yang ditunjukkan dari kendaraan, item fesyen, hingga simbol-simbol lain yang melambangkan gairah dan energi khas anak muda.

Luluk, karyawan swasta yang sering nongkrong dan bekerja di salah satu coffee shop di Blok GM mengaku sempat kaget melihat banyak anak skena berkumpul di jalan tersebut. Menurutnya, pemandangan seperti ini sangat jarang terlihat di titik lain di Kota Semarang.

"Kalau malam, Blok GM benar-benar pusat tongkrongan anak muda. Banyak yang pakai celana slayer dan kaos oversize, benar-benar skena banget," ujarnya.

Menurutnya, salah satu magnet yang membuat anak muda, termasuk para pelajar yang belum berpenghasilan, bisa tiap hari berkunjung ke Blok GM adalah harga kopinya yang cukup terjangkau untuk ukuran pusat kota. Meski tempat nongkrong ada banyak, dia menilai yang menawarkan suasana perkotaan hanya di Blok GM.

"Coffee shop ada di Tembalang, Papandayan, Ngaliyan, Pleburan, tapi yang perkotaan cuma Blok GM," kata dia. "Kalau mau nongkrong sambil kerja, saya lebih pilih pas siang atau sore ke Blok GM, karena kalau malam, apalagi akhir pekan, di sini ramai banget."

Ihwal Mula Nama Blok GM 

Suasana setiap minggu pagi di Jalan Gajahmada dipenuhi mobil-mobil klasik. (Sundara/Inibaru.id)

Hampir semua orang Semarang tahu Blok GM, tapi nggak semuanya tahu ihwal mula nama tersebut. Konon, istilah Blok GM semula dipopulerkan oleh komunitas pencinta mobil klasik yang rutin kopdar atau ngopi pagi tiap Minggu.

Saat mereka kopdar, selama beberapa jam bahu Jalan Gajahmada seakan menjadi museum otomotif yang dipenuhi jajaran motor retro dan mobil klasik seperti Shelby Cobra dan Land Cruiser. Kendaraan yang terparkir rapi itu begitu menarik perhatian sehingga julukan Blok GM menjadi populer.

Item Gede Sudiarta, salah seorang pencinta otomotif di Kota Semarang mengatakan, kebiasaan warga berkumpul tiap Minggu pagi itu sejatinya muncul secara alami. Viralnya Blok GM justru bermula dari hal yang nggak terduga.

"Dulu, iseng saja. Pas nongkrong ada dua mobil, kami foto-foto, kebetulan ada orang lari pagi dan sepedaan. Habis itu kami upload di medsos, eh malah viral," ungkap Item.

Kebetulan, foto yang diunggah Item di media sosial menampilkan suasana yang nampak seperti era 1990-an. Nah, dari situlah para pencinta otomotif mulai berdatangan untuk nongkrong di kawasan tersebut. Sejak itulah sebutan Blok GM mulai melekat di Jalan Gajahmada.

"Orang bilang, di Semarang juga harus ada yang kayak di Blok M Jakarta. Maka, dipakailah nama Blok GM," tutur Item. "Komunitas ini organik, nggak ada yang maksa. Semua tumbuh karena orang pengin ngumpul saja."

Item mengaku menolak anggapan bahwa Blok GM hanyalah ajang untuk pamer kendaraan, karena menurutnya di situ adalah ruang sosial baru, tempat siapa pun bisa tukar pengalaman soal otomotif, ngobrol, atau sekadar nostalgia.

"Kami awalnya terinspirasi akun Semarang 90s. Pengin bawa nuansa nostalgia. Sekarang, semua jenis kendaraan bisa hadir, nggak dibatasi tahun atau genre," tandasnya.

Berawal dari tongkrongan pencinta otomotif, Blok GM meluas menjadi ruang berekspresi untuk para anak muda, menjadi wajah baru yang menarik di Kota Lunpia pada malam hari. Yang ngaku tinggal di Semarang, kamu pernah ke sini belum, Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Tips Mendapatkan Spot Hanami untuk Melihat Bunga Sakura di Jepang

26 Mar 2026

Menilik Keindahan Puncak Gunung Mundri di Kecamatan Jepon, Blora

26 Mar 2026

Stevanus Ming, Juru Bahasa Isyarat yang Selalu Suarakan Teman-Teman Tuli

26 Mar 2026

Festival Balon Udara Kembaran, Daya Tarik Wonosobo Sepekan setelah Lebaran

26 Mar 2026

Raksasa Ritel Pangan Asia Disorot: Jago Jualan Daging, tapi Loyo Tekan Emisi Metana!

26 Mar 2026

Kunjungan Wisata Jateng Naik 5,25 Persen, Kota Lama Semarang Jadi Juara

26 Mar 2026

Mudik Lebaran, Me-refresh Pikiran

27 Mar 2026

Jika Memasang Dashcam Mobil, Apakah Aki Bisa Tekor?

27 Mar 2026

Kesederhanaan Mendiang Bos Djarum yang Terpatri di Dinding Kedai Tahu Pong Karangsaru Semarang

27 Mar 2026

Akhiri Libur Lebaran di Semarang dengan Rangkaian Mahakarya Goa Kreo dan Prosesi Sesaji Rewanda!

27 Mar 2026

Kemarau Panjang 2026; Saat Daratan Kering, Laut Indonesia Justru Panen Raya Ikan!

27 Mar 2026

Besok Gubernur Ahmad Luthfi Lepas Ribuan Perantau Balik Gratis ke Jakarta & Bandung

27 Mar 2026

Manisnya Kecap Kentjana Kebanggaan Kebumen

28 Mar 2026

Apa Saja yang Perlu Dipersiakan Traveler Muslim Sebelum Liburan ke Jepang?

28 Mar 2026

Hati-Hati, 56 Persen Konten Mental Health di Medsos Ternyata Ngawur!

28 Mar 2026

Balik Rantau Gratis Pemprov Jateng Panen Jempol

28 Mar 2026

Penyebab Tubuh Cepat Lelah saat Cuaca Panas

29 Mar 2026

Kuliner Malam Legendaris Yogyakarta; Bubur Pawon Mbah Sadiyo

29 Mar 2026

Waspada El Nino 'Godzilla'! Ini 7 Penyakit yang Mengintai saat Kemarau Panjang 2026

29 Mar 2026

Studi Temukan Kandungan Timbal pada Baju Fast Fashion Anak, Warna Cerah Paling Rawan

29 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: