BerandaPasar Kreatif
Sabtu, 10 Apr 2026 15:56

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

Suasana produksi tahu di pabrik milik warga Kota Semarang Joko Wiyatno. (Inibaru.id/ Sundara)

Pengrajin tahu di Semarang tertekan kenaikan harga kedelai, minyak goreng, kayu bakar, dan plastik yang memicu lonjakan biaya produksi.

Inibaru.id - Para perajin tahu terus menghadapi tekanan berat di tengah lonjakan harga bahan baku yang semakin nggak terkendali. Setelah kedelai, harga plastik kemasan dan minyak goreng, bahkan kayu bakar, kian melambung tinggi; membuat biaya produksi semakin sulit disiasati.

Joko Wiyatno, perajin tahu asal Kota Semarang menuturkan, harga kedelai dalam tiga bulan terakhir terus merangkak naik. Kenaikannya cukup signifikan, hingga hampir menyentuh 60 persen dari harga normal.

"Biasanya di kisaran Rp7.000 sampai Rp8.000, sekarang sudah Rp11.000 per kilogram. Kenaikan ini sudah terasa sekitar tiga bulan terakhir," kata Joko saat ditemui Inibaru.id di rumah produksinya, Kamis (9/4/2026).

Dia menuturkan, pabrik tahu yang terletak di kawasan Jalan Tandang Raya, Kecamatan Tembalang, itu sejauh ini mengandalkan kedelai impor dari AS. Menurutnya, lonjakan harga tersebut nggak lepas dari situasi geopolitik global yang pada akhirnya berimbas pada distribusi dan pasokan bahan baku.

Enggan Menaikkan Harga Jual

Di tengah kondisi itu, Joko memilih menahan menaikan harga jual tahu yang diproduksinya agar nggak kehilangan pelanggan. Sebagai gantinya, dia menyiasatinya dengan mengurangi takaran dan memperkecil ukuran tahu.

"Saya tidak bisa menaikkan harga sendiri. Harus serempak. Jadi, sementara ini ukuran tahu yang kami perkecil," paparnya.

Seorang pekerja sedang memproduksi olahan tahu. (Sundara/Inibaru.id)

Selain harga kedelai yang bikin pusing tujuh keliling, Joko mengungkapkan, para perajin tahu juga dihantam oleh lonjakan harga bahan penunjang lain seperti minyak goreng, kayu bakar, dan plastik kemasan. Dampaknya, biaya produksi menjadi semakin membengkak, padahal pendapatan sudah tertekan.

"Semua ikut naik, bukan cuma kedelai. Minyak goreng dari Rp16.000 jadi Rp20.500. Plastik dan kayu bakar juga naik," keluhannya.

Harga Plastik Paling Signifikan

Joko memaparkan, kenaikan harga plastik kemasan turut memberikan dampak yang cukup signifikan lantaran tergolong ekstrem. Plastik bening disebutnya naik hingga 100 persen, sedangkan plastik kantong sekitar 25-30 persen.

"Kondisi ini berdampak langsung pada volume produksi harian. Sebelum kenaikan, produksi tahu di pabrik saya bisa sampai satu ton, tapi karena bahan baku naik, sekarang kami hanya produksi sekitar 600-700 kuintal," terangnya.

Sebagai generasi kedua yang melanjutkan usaha keluarga sejak 1968, Joko kini harus memutar otak menjaga keberlangsungan produksi tahu putih, tahu pong, hingga tahu basah, yang dia produksi setiap hari.

"Kenaikan seperti ini sudah sering terjadi karena mengikuti pasar global. Setiap ada gejolak, pasti ikut naik karena kedelai lokal belum bisa diandalkan; kualitasnya lebih basah dan mudah berjamur," keluhnya.

Ketergantungan pada Bahan Baku Impor

Pabrik tahu milik Joko Wiyatno mengandalkan kedelai impor sebagai bahan utama pembuatan tahu. (Sundara/Inibaru.id)

Apa yang dikatakan Joko nggak terbantahkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Stabilisasi Harga Disdag Kota Semarang Edi Subeno yang menyebut bahwa kenaikan harga kedelai dan plastik erat kaitannya dengan dinamika global.

Menurutnya, ketergantungan pada impor membuat harga kedelai sangat rentan terhadap gangguan rantai pasok internasional. Disdag belum bisa berbuat banyak menghadapi kenaikan harga bahan baku tahu tersebut.

"Geopolitik global memengaruhi distribusi. Namun, sejauh ini kenaikan kedelai belum berdampak langsung pada harga tahu dan tempe di pasar," tutur Edi.

Saat ini harga kedelai yang merupakan bahan baku tempe dan tahu di Kota Semarang berada di kisaran Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram. Sebelum Lebaran 2026, harga kedelai bahkan pernah melonjak hingga menyentuh angka Rp26.000 per kilogram.

"Pergerakan harga (kedelai) terus kami pantau. Jika situasi makin tidak terkendali dan berdampak luas, kami akan lakukan intervensi dan koordinasi dengan instansi terkait," tandasnya.

Kondisi ini jadi pengingat bahwa ketahanan industri pangan yang katanya produk unggulan seperti tahu dan tempe ternyata masih cukup rapuh di tengah gejolak geopolitik global, karena bahan dasarnya mengandalkan produk impor. Ehm, butuh solusi jangka panjang yang lebih signifikan, nih! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: