BerandaHits
Selasa, 19 Jan 2026 13:01

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

Aktivitas warga Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak berada di lokasi banjir. (Inibaru.id/ Sekarwati)

Lebih dari sepekan digenangi banjir, sebagian warga Wonorejo di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak yang memilih tinggal di rumah tampak mulai mengeluhkan kondisi kesehatan mereka seperti merasa gatal dan pusing.

Inibaru.id – Banjir yang tak kunjung surut di Kabupaten Demak membuat warga mulai mengeluhkan penyakit gatal dan demam, termasuk para korban banjir di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, yang memilih tetap bertahan di rumah masing-masing.

Alih-alih mengungsi, warga di desa tersebut memilih tetap beraktivitas di tengah kepungan banjir yang mencapai ketinggian sekitar 60 sentimeter. Di Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo. warga tampak berlalu lalang menerjang genangan air setinggi lutut orang dewasa sembari menyingsingkan pakaian bawahnya.

Ira, salah seorang warga yang memilih nggak mengungsi mengatakan, masih banyak warga di desanya yang memilih tinggal karena berbagai alasan. Dalam kondisi serba terbatas, mereka bertahan meski harus merelakan tubuh bagian bawahnya terus-menerus basah terendam air saat beraktivitas.

"Kebanyakan warga yang tinggal di rumah adalah lansia yang menjaga barang berharga atau merawat anggota keluarga yang sakit. Mereka tinggal, sementara anak-anak sudah diungsikan ke tempat saudara. Tetangga saya juga sudah mengungsi, tinggal yang lansia saja di rumah," sebutnya.

Muncul Keluhan Kesehatan

Terlalu lama beraktivitas di tempat yang tergenang banjir rupanya telah memberikan efek samping yang cukup signifikan. Ira mengatakan, sejumlah warga Wonorejo tampak mulai mengeluhkan kondisi kesehatan mereka. Beberapa keluhan yang muncul antara lain penyakit gatal dan demam.

"Mungkin mereka gatal-gatal karena air yang menggenang berasal dari limpasan sungai yang bercampur kotoran, sehingga menimbulkan tumbuhnya bakteri. Kalau demam, bisa jadi karena tubuh kami selalu basah, ya!" paparnya.

Warga Wonorejo mengeluhkan penyakit gatal dan demam karena banjir. (Inibaru.id/ Sekarwati)

Hal serupa juga dikeluhkan Zumaidah. Di tengah kepungan banjir yang belum juga surut, dia mengaku mulai merasakan ngilu di tubuhnya. Selain itu, tubuhnya yang terus terendam air juga sering menggigil, pusing, dan gatal-gatal, terutama pada bagian sela-sela kaki.

“(Tubuh) panas dingin. Rasanya ngilu. Terus, kaki gatal karena kutu air,” terangnya di tempat pengungsian yang ada di Masjid Ridhwanur Rohman. "Saya mencoba mencari layanan kesehatan, tapi belum menemukannya sampai sekarang."

Layanan Kesehatan Terbatas

Di tengah banjir, akses kesehatan di Desa Wonorejo memang cukup terbatas. Salah satu lokasi yang menyediakan layanan kesehatan adalah di Masjid Al Busyro, Dukuh Kedung Banteng. Hery, salah seorang penyedia layanan tersebut mengatakan, ada puluhan warga yang telah memeriksakan diri di tempat itu.

"Ada 94 orang yang memeriksakan diri. Rata-rata warga mengeluhkan penyakit yang sama; panas, batuk, pilek, ada kutu air," tutur petugas Puskesmas Karanganyar 1 tersebut. "Layanan kesehatan ini gratis, tapi cuma bisa sampai tengah hari karena ada salat Zuhur berjemaah."

Dia menambahkan, saat ini memang belum ada posko kesehatan khusus yang didirikan untuk warga terdampak banjir. Namun begitu, jika ada yang membutuhkan pertolongan mendesak, pihak puskesmas akan segera membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat yang memungkinkan,.

“Kalau ada keluhan mendesak kami bawa ke puskesmas. Jika masih tidak bisa, dirujuk ke rumah sakit. Kemarin ada juga yang dirujuk ke RSI, kok!” tandasnya.

Selama banjir belum surut dan warga tetap memilih bertahan di rumah masing-masing, keluhan itu sepertinya akan selalu datang. Gimana menurutmu, Gez? (Sekarwati/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: