Inibaru.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui BSKAP resmi meluncurkan Panduan Pendidikan Kebencanaan dan Juknis Pembelajaran di Satuan Pendidikan Terdampak Bencana pada Jumat (27/2/2026).
Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menegaskan kalau kesiapsiagaan itu harus dimulai dari bangku sekolah. Nggak cuma nunggu bantuan pemerintah, sekolah harus bisa mitigasi dan mandiri saat kondisi darurat.
"Kita perlu melakukan kesiapsiagaan tidak hanya di tingkat pemerintahan, tetapi juga di satuan pendidikan agar mampu melakukan mitigasi, bertahan, dan melakukan pemulihan pasca-bencana," ujar Toni (1/3/2026).
Sekolah Terdampak Bencana? Kurikulumnya 'Suka-Suka' Sekolah!
Nah, ini yang menarik. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Laksmi Dewi, menjelaskan kalau sekolah yang kena musibah bakal dikasih fleksibilitas penuh. Jadi, nggak ada lagi cerita guru stres ngejar materi pas sekolahnya lagi kebanjiran atau kena gempa.
Berikut poin-poin "santuy" tapi esensial dalam Juknis terbaru:
Materi Prioritas
Nggak wajib tamatin semua bab di buku paket! Fokus utama beralih ke dukungan psikososial (biar mental murid nggak trauma), keselamatan diri, mitigasi, serta literasi dan numerasi dasar.
Asesmen Fleksibel
Ujian tertulis yang kaku? Bye-bye! Penilaian bisa lewat portofolio atau penugasan sederhana. Yang penting proses belajarnya jalan.
Metode Adaptif
Belajar bisa tatap muka terbatas atau mandiri. Pokoknya menyesuaikan kondisi sarana yang masih tersisa di daerah tersebut.
Membangun Budaya Siaga
Kemendikdasmen pengin pendidikan kebencanaan ini nggak cuma jadi selingan, tapi masuk ke kurikulum inti maupun ekskul. Tujuannya jelas: membangun budaya siaga bencana sejak dini di seluruh pelosok Indonesia.
"Langkah strategis ini diambil untuk memastikan hak belajar murid tetap terpenuhi sekaligus membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah," tambah Laksmi.
Buat para guru atau kepala sekolah yang pengin intip dokumen lengkapnya, kalian bisa unduh gratis di laman kurikulum.kemendikdasmen.go.id.
Meskipun agak terlambat, paling nggak sudah ada kemajuan di bidang mitigasi. Semoga bisa dilaksanakan denhan baik ya, Gez. (Siti Zumrokhtun/E05)
