BerandaHits
Senin, 1 Mar 2026 11:01

Sering Ikut Tren Bikin Karikatur dengan AI Memakai Foto Diri, Berbahaya nggak Sih?

Ilustrasi: Membuat karikatur dengan AI. (Instagram.com/agussuup/)

Meski seru, ternyata membuat karikatur dengan AI bisa memberikan bahaya tersendiri, lo. Seperti apa sih bahayanya?

Inibaru.id - Beberapa waktu belakangan, ramai banget di media sosial tren bikin karikatur versi AI dari foto pribadi. Tinggal unggah foto, tambahkan deskripsi soal pekerjaan, hobi, atau kehidupan sehari-hari, lalu dalam hitungan detik muncul ilustrasi keren yang katanya “merepresentasikan diri kita banget”. Seru? Iya. Aman? Belum tentu.

Tren ini ternyata bikin banyak ahli keamanan siber angkat alis. Perusahaan keamanan global Kaspersky bahkan mengingatkan bahwa membuat karikatur AI bukan sekadar pakai filter lucu seperti zaman dulu.

Jadi begini, Untuk menghasilkan gambar yang detail dan personal, pengguna sering kali memasukkan banyak informasi tambahan, mulai dari nama perusahaan, jabatan, lokasi kerja, aktivitas harian, sampai cerita soal keluarga. Nah, di sinilah masalahnya muncul.

Tanpa sadar, kita sedang menyusun “profil digital” yang sangat rinci. Bukan cuma foto yang diunggah, tapi juga teks perintah (prompt), riwayat penggunaan, alamat IP, perangkat yang dipakai, bahkan pola interaksi kita dengan platform tersebut.

Bergantung pada kebijakan privasi masing-masing layanan, data ini bisa saja disimpan dan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pelatihan model AI.

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, menyebut tren ini bisa jadi pintu masuk kejahatan siber. Menurutnya, setiap detail yang kita berikan demi mendapatkan ilustrasi keren sebenarnya adalah “cetak biru” untuk serangan rekayasa sosial.

Ternyata, mengunggah foto diri dan berbagai data lain ke AI bukan langkah yang bijak. (Thedailyeditions)

Bayangkan begini: seseorang tahu tempat kerja kita, jabatan kita, bahkan nama anggota keluarga. Lalu kita menerima email yang terlihat resmi, menyebut kantor dan posisi kita secara spesifik. Peluang kita percaya tentu lebih besar dibanding email phishing yang isinya umum dan asal-asalan. Di titik itu, penipuan jadi jauh lebih meyakinkan.

Risikonya makin terasa di kawasan Asia Pasifik. Tingkat adopsi AI di wilayah ini termasuk yang tertinggi di dunia. Banyak profesional memakai AI setiap minggu. Sayangnya, literasi keamanan digital belum tentu secepat adopsinya. Kombinasi ini bikin celah keamanan makin lebar.

Perlu diingat, data yang tampak “nggak penting-penting amat” pun bisa berbahaya kalau digabungkan. Foto dengan latar kantor yang menampilkan logo perusahaan, cerita soal rutinitas antar anak sekolah, atau kebiasaan nongkrong tiap Jumat malam, semuanya bisa jadi potongan puzzle yang dirakit oleh pelaku kejahatan.

Jadi, kalau tetap mau ikut tren karikatur AI, ada beberapa hal yang bisa dilakukan biar lebih aman. Pertama, hindari mencantumkan nama lengkap, jabatan, perusahaan, alamat, atau rutinitas detail. Kedua, jangan unggah foto yang memperlihatkan dokumen, kartu identitas, atau logo kantor.

Lebih dari itu, sebaiknya tidak membagikan foto atau informasi anak di bawah umur. Kalau bisa, luangkan waktu membaca kebijakan privasi platform sebelum klik “agree”. Terakhir, gunakan perlindungan keamanan digital agar lebih terlindungi dari phishing dan tautan berbahaya.

Teknologi AI memang menawarkan banyak kemudahan dan hiburan. Tapi, seperti halnya dunia nyata, terlalu banyak membuka diri di internet juga ada risikonya. Sebelum mengunggah foto demi karikatur lucu, mungkin ada baiknya kita bertanya dulu: sepadan nggak sih dengan data pribadi yang kita pertaruhkan, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: