Inibaru.id - Lagi asyik chatting sama AI, tiba-tiba kepikiran: "Jangan-jangan dia lagi ngelihatin aku lewat kamera?" Hiii, seram juga ya, Gez! Isu soal ChatGPT yang diam-diam "mengintip" pengguna ini memang lagi santer banget di TikTok dan Instagram.
Banyak video viral yang memperlihatkan ChatGPT bisa menebak warna baju atau jam tangan penggunanya dengan akurat. Alhasil, warganet pun geger dan menduga privasi mereka lagi terancam. Tapi, benarkah begitu?
Menanggapi kegaduhan ini, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, angkat bicara. Dia menegaskan kalau ChatGPT itu nggak dirancang buat menyalakan kamera secara otomatis apalagi memantau lingkungan sekitar tanpa izin kita.
"Akses semacam itu secara teknis nggak mungkin terjadi tanpa izin eksplisit dan tanda jelas di sistem operasi," ujar Pratama melansir Kompas.
Kenapa ChatGPT Bisa 'Menebak' dengan Benar?
Kalau memang nggak ngintip, kok jawabannya bisa pas banget? Ternyata ada penjelasan ilmiahnya, Gez!
Prediksi Statistik
Sebagai model bahasa besar, ChatGPT itu jago banget mengolah pola bahasa. Jawaban yang pas itu sering kali cuma hasil prediksi yang paling masuk akal secara statistik berdasarkan konteks obrolan kita.
Teknik Cold Reading
Mirip pesulap atau peramal, AI menyusun tebakan berdasarkan petunjuk umum. Kadang tebakannya beneran cocok sama kenyataan, tapi itu cuma kebetulan yang didasari probabilitas, bukan pengamatan visual langsung.
Indikator Sistem Operasi
Perangkat Android atau iOS zaman sekarang pasti bakal memunculkan titik hijau atau indikator kalau kamera lagi aktif. Jadi, nggak mungkin kamera nyala tanpa sepengetahuan kamu.
Fitur Visual Itu 'Pilihan', Bukan Paksaan
Emang sih, sekarang ada fitur yang bisa bikin AI menganalisis gambar atau video. Tapi, fitur ini baru aktif kalau kamu sendiri yang menekan ikon kamera, kasih izin akses, atau mengunggah foto.
"ChatGPT cuma memproses informasi visual yang memang disediakan pengguna, bukan mengambil data secara otomatis," tambah Pratama.
O ya, daripada parno soal kamera yang ngintip diam-diam, Pratama mengingatkan kita buat lebih fokus pada data yang sadar kita bagikan. Isi chat, foto yang diunggah, sampai akses kontak atau kalender itu justru yang beneran diproses sama penyedia layanan AI.
"Kuncinya: Jangan cuma asal klik 'Allow' tanpa baca, ya!"
Jadi, kamu nggak perlu takut berlebihan sampai tutup kamera pakai plester tiap kali buka ChatGPT. Yang penting, tetap kritis dan selektif saat membagikan informasi pribadi di dunia digital.
Kamu punya pengalaman unik atau jawaban ChatGPT yang bikin merinding karena terlalu akurat? (Siti Zumrokhatun/E05)
