BerandaHits
Sabtu, 27 Feb 2026 09:01

Hanya Eksis di Ramadan, Begini Kelezatan Petis Bumbon Khas Semarang

Petis bumbon khas Semarang. (Jatengprov)

Petis bumbon lebih dari sekadar sambal goreng karena hanya eksis pada saat Ramadan di Kota Semarang. Kamu bisa mencarinya di kawasan Alun-Alun Masjid Agung Semarang.

Inibaru.id - Ramadan di Kota Semarang selalu punya suasana khas. Menjelang magrib, kawasan Alun-Alun Masjid Agung Semarang berubah jadi lautan kuliner yang penuh gorengan hangat, kolak manis legit, sampai wangi rempah yang menguar dari wajan-wajan besar. Di antara deretan takjil itu, ada satu sajian yang hampir selalu bikin orang berhenti dan melirik, yaitu petis bumbon khas Bustaman.

Kuliner tradisional ini memang bukan menu harian yang mudah ditemukan. Ia hanya dihadirkan saat Ramadan dan perayaan Dugderan, tradisi tahunan menjelang puasa. Tak heran kalau banyak warga merasa ada yang kurang kalau belum mencicipi petis bumbon di momen-momen spesial seperti sekarang.

Sekilas, petis bumbon tampak seperti sambal goreng pada umumnya. Namun, begitu didekati, warna bumbunya yang pekat dan aroma petis yang kuat langsung jadi pembeda. Yang unik, hidangan ini menggunakan telur bebek sebagai bahan utama, bukan telur ayam.

Telur dimasak bersama bumbu selama dua hingga tiga jam sampai teksturnya padat tapi tetap lembut, yang bagi orang Semarang dikenal dengan istilah “gempi”. Proses memasaknya pun nggak bisa buru-buru. Bumbu seperti kencur, serai, daun salam, lengkuas, dan petis ikan atau sering disebut petis Banjar, dimasak perlahan hingga benar-benar meresap.

Semakin lama dimasak, warna kuahnya semakin gelap dan aromanya semakin dalam. Rasa petis bumbon pun kemudian cenderung asin dan gurih dengan sentuhan manis yang tipis. Alhasil, kuliner ini nggak jadi tipe sambal yang pedas meledak, melainkan kuat dan menetap di lidah.

Penjual petis bumbon biasanya hadir jelang waktu berbuka. (Beritajateng/Yuni Esa Anugerah)

Lapak petis bumbon biasanya mudah dikenali dengan tampilan kuliner tersebut yang menyala. Antrean pembeli mengular dengan sabar, seolah paham bahwa makanan ini lahir dari proses panjang. Makanya, nggak mengejutkan jika pedagang di kawasan alun-alun bisa menjual sekitar 100 porsi per hari selama Ramadan.

Soal harga, kuliner ini juga ramah di kantong. Dengan sekitar Rp12.000, pembeli sudah bisa menikmati satu porsi petis bumbon. Kalau ingin lebih mengenyangkan dengan tambahan lontong, bisa kamu dapatkan dengan harga sekitar Rp20.000.

Menariknya, di Alun-alun Masjid Kota Semarang, ada juga jajanan khas Kota Semarang lainnya. Ada ketan biru yang disajikan dengan tenten (parutan kelapa dan gula jawa), serta coro santan yang mirip serabi dengan kuah santan gurih dan manis. Semuanya memperkaya pilihan berbuka tanpa meninggalkan akar tradisi.

Menjelang azan magrib, sebagian orang memilih duduk di pinggir alun-alun, membuka bungkusan, lalu menikmati suapan pertama dalam suasana tenang. Ada juga yang membawanya pulang untuk disantap bersama keluarga.

Pada akhirnya, petis bumbon bukan sekadar menu berbuka. Ia adalah potongan cerita tentang kesabaran, tradisi, dan rasa yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di tengah hiruk-pikuk perburuan takjil kekinian, Petis Bumbon tetap setia hadir, menghangatkan Ramadan dengan cara yang sederhana, tapi penuh makna. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Belajar Langsung dari Mbah Atemo, Belasan Anak Muda Lestarikan Mainan Tradisional Berbahan Kertas Bekas

6 Jul 2026

Mengenal Bunga Edelweiss Jawa, Si "Bunga Abadi" yang Justru Terancam Punah

6 Jul 2026

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: