BerandaHits
Minggu, 28 Feb 2026 09:01

Menguak Asal Istilah 'Udan Kethek', Fenomena Hujan Turun saat Cuaca Sedang Panas

Udan kethek alias hujan saat cuaca masih panas. (Detik/Achmad Husein)

Setidaknya, ada dua versi cerita rakyat yang diyakini jadi asal-usul penamaan udan kethek di Jawa. Apa saja, ya?

Inibaru.id- Kalau kamu tinggal di Jawa, pasti pernah ngalamin momen yang bikin garuk-garuk kepala ini: langit lagi cerah, matahari terik menyengat, eh tiba-tiba rintik hujan turun dari atas. Panas iya, basah juga iya. Nah, fenomena unik ini biasa disebut masyarakat setempat dengan istilah udan kethek.

Secara harfiah, udan kethek berarti “hujan monyet”. Kedengarannya lucu, ya? Tapi fenomenanya nyata dan cukup sering terjadi, terutama di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.

Hujan Panas yang Bikin Bingung

Udan kethek adalah hujan yang turun saat matahari masih bersinar terang. Biasanya muncul di siang hingga sore hari, sekitar pukul 14.00 sampai 16.00. Paginya bisa hujan, siangnya panas terik, lalu sorenya hujan lagi. Cuacanya seperti nggak bisa memutuskan mau panas atau basah.

Dalam istilah meteorologi, fenomena ini dikenal sebagai hujan zenithal atau hujan ekuatorial. Hujan jenis ini umum terjadi di wilayah sekitar garis khatulistiwa. Penyebabnya adalah pemanasan matahari yang sangat kuat sehingga mempercepat penguapan air dari permukaan bumi. Uap air ini naik ke atmosfer, mengalami pendinginan, lalu membentuk awan dalam waktu relatif singkat.

Karena prosesnya cepat dan awannya sering kali terbentuk secara lokal serta tidak terlalu luas, sinar matahari masih bisa menembus celah-celah awan. Hasilnya? Hujan turun, tapi matahari tetap bersinar. Jadilah sensasi “hujan sambil kepanasan”.

Kenapa Disebut Udan Kethek?

Udan kethek dikenal dengan istilah hujan zenithal. (Wikipedia/Famartin)

Menariknya, asal-usul istilah ini punya cerita yang cukup unik. Ada beberapa versi yang beredar di masyarakat Jawa.

Versi pertama berkaitan dengan kebiasaan zaman dulu. Konon, hampir setiap rumah memiliki gentong air di depan rumah. Gentong ini bukan cuma untuk menampung air, tapi juga untuk mengecek apakah hujan benar-benar turun. Kalau air di gentong beriak, berarti hujan sedang turun.

Saat udan kethek terjadi, orang-orang sering cuma mengintip dari balik jendela untuk memastikan hujan atau tidak. Yang terlihat dari luar hanya kepalanya saja, seperti monyet yang sedang mengintip. Dari situlah muncul istilah “udan kethek”, seolah-olah banyak “kethek” yang sedang mengintip keluar.

Versi lain mengaitkannya dengan kebiasaan monyet turun gunung saat musim kemarau untuk mencari makanan. Fenomena hujan yang datang tiba-tiba saat panas dianggap mirip dengan momen monyet turun gunung di tengah cuaca terik.

Terlepas dari mana asalnya, istilah ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Jawa memberi nama fenomena alam dengan cara yang kreatif dan penuh imajinasi.

Fenomena Alam yang Wajar

Walau terlihat aneh, udan kethek sebenarnya murni fenomena alam. Ini terjadi karena kombinasi pemanasan kuat, pembentukan awan cepat, dan pergerakan angin di lapisan atas atmosfer.

Jadi, kalau suatu hari kamu kehujanan padahal langit terlihat cerah, nggak perlu heran. Itu bukan cuaca yang “error”, tapi bagian dari dinamika alam tropis kita.

Yang jelas, udan kethek selalu sukses bikin suasana jadi unik. Panas tetap terasa, tapi kamu juga harus mencari tempat berteduh. Fenomena sederhana yang kadang bikin sebal, tapi diam-diam menarik untuk dipahami. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: