BerandaHits
Rabu, 20 Jan 2026 15:01

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

Sekretaris Dinsos Kota Semarang, dr Mada Gautama saat mengungkap kasus pembuangan bayi di Kota Lumpia. (Inibaru.id/ Sundara)

Dinsos Kota Semarang mencatatkan ada belasan kasus pembuangan bayi sepanjang 2024-2025, yang mayoritas dilakukan oleh pasangan belum menikah yang belum siap mental dan finansial. Bagaimana nasib bayi yang ditemukan di Kota Semarang.

Inibaru.id - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang mencatat, ada belasan peristiwa pembuangan bayi yang terjadi dalam rentang dua tahun terakhir (2024-2025). Sekretaris Dinsos Kota Semarang dr Mada Gautama mengatakan, sebagian besar kasus tersebut dilakukan oleh pasangan yang belum terikat pernikahan.

"Pada 2024 tercatat empat kasus. Kemudian, pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi delapan kasus," ujar dr Mada saat ditemui Inibaru.id di kantornya, Senin (19/1/2026). "Hasil asesmen Dinsos menunjukkan, kasus ini mayoritas berkaitan erat dengan kehamilan yang tidak diinginkan."

Dia menyebutkan, mayoritas kasus penemuan bayi memang dilatarbelakangi oleh hubungan di luar pernikahan. Besar kemungkinan, para pelaku membuang bayinya karena belum memiliki kesiapan mental maupun kemampuan ekonomi untuk merawat dan membesarkan anak.

Berdasarkan temuan, sebagian besar pelaku masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Mada menilai, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan pergaulan remaja masih menjadi pekerjaan rumah besar yang memerlukan perhatian semua pihak.

"Kami melihat remaja sekarang sangat rentan terjerumus dalam pergaulan bebas. Pendidikan seksual sejak dini, mulai SMP dan SMA, perlu diberikan agar isu-isu seksual tidak lagi dianggap tabu," terangnya.

Masyarakat Bisa Adopsi

Mada menegaskan, seluruh bayi yang sebelumnya ditelantarkan oleh orang tuanya saat ini telah mendapatkan penanganan dari Dinsos. Sebagian besar bayi dirawat di PPSA Woro Wiloso Salatiga, tapi ada juga yang kembali diasuh oleh orang tua kandungnya.

"Jika orang tua bayi tidak sanggup merawat karena keterbatasan biaya, bayi akan dibesarkan di panti asuhan milik pemerintah. Namun, masyarakat juga diberi kesempatan untuk mengadopsi anak tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Untuk proses adopsi anak, Mada menegaskan, hanya bisa dilakukan melalui panti asuhan di bawah Pemprov Jateng seperti PPSA Woro Wiloso Salatiga dan Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi Permata Hati Surakarta.

"Adopsi (anak) tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Meski diperbolehkan, proses yang sah jika calon orang tua angkat terlebih dahulu menghubungi orang tua kandung anak tersebut," tandasnya.

Di balik angka-angka tersebut, upaya pencegahan melalui edukasi, pendampingan, hingga penguatan sistem perlindungan sosial menjadi kunci agar nggak ada lagi bayi yang harus memulai hidup dalam penelantaran. Setuju nggak, Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: