BerandaHits
Sabtu, 6 Mar 2026 11:01

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

Warga Laut Baltik saat berseluncur di atas air laut yang membeku. (Manawa)

Karena transportasi air di sana nggak berfungsi akibat air laut membeku, warga pun skating alias berseluncur dari satu pulau ke pulau lain untuk berbagai keperluan.

Inibaru.id – Di sebagian wilayah Eropa Utara, musim dingin terkadang menghadirkan pemandangan yang sulit dibayangkan bagi orang yang tinggal di negara tropis. Laut yang biasanya bergelombang bisa berubah menjadi hamparan es raksasa yang tenang. Bahkan dalam beberapa kondisi ekstrem, warga bisa berseluncur dengan sepatu es atau berjalan dari satu pulau ke pulau lain di atas laut yang membeku.

Fenomena ini baru-baru ini terjadi di kawasan Laut Baltik, yang berbatasan dengan negara-negara seperti Finlandia, Estonia, Latvia, dan Swedia. Pada musim dingin yang sangat ekstrem, sekitar setengah wilayah Laut Baltik tertutup es, sesuatu yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Laut yang Berubah Jadi “Arena Es” Raksasa

Saat suhu turun jauh di bawah nol derajat Celcius selama berminggu-minggu, permukaan laut di beberapa teluk dan selat Baltik bisa membeku cukup tebal. Pada puncaknya, lapisan es di laut tersebut mencapai sekitar 181.000 kilometer persegi, hampir setengah dari total luas Laut Baltik.

Di beberapa daerah pesisir Estonia misalnya, orang-orang bahkan terlihat berseluncur di atas laut beku yang menghubungkan pulau-pulau kecil di wilayah itu. Hamparan es yang luas dan relatif datar membuat aktivitas seperti skating atau ski lintas alam menjadi mungkin dilakukan, meskipun tetap harus berhati-hati.

Fenomena ini juga sempat mengganggu aktivitas pelayaran. Es yang menutupi laut membuat beberapa kapal kesulitan merapat di pelabuhan di negara seperti Finlandia, Estonia, dan Rusia.

Ada “Jalan Es” Resmi di Estonia

Meski terlihat seru, berselunjur di atas air laut yang beku cukup berbahaya. (Manawa)

Menariknya, di Estonia fenomena laut beku ini bahkan dimanfaatkan menjadi jalur transportasi sementara. Pemerintah setempat terkadang membuka “ice road” atau jalan es, yaitu rute resmi yang dibuat di atas permukaan laut yang membeku.

Salah satu jalur yang sempat dibuka menghubungkan Pulau Saaremaa dan Hiiumaa dengan panjang sekitar 20 kilometer. Jalan ini dibuat setelah para ahli memastikan bahwa ketebalan es cukup kuat untuk menahan kendaraan.

Namun aturan penggunaannya cukup ketat. Ketebalan es minimal harus sekitar 24 sentimeter agar aman dilintasi kendaraan. Selain itu, pengemudi juga harus mengikuti aturan kecepatan tertentu agar getaran kendaraan tidak merusak lapisan es.

Fenomena jalan es ini sebenarnya bukan hal baru di negara Baltik, tetapi dalam beberapa tahun terakhir jarang terjadi karena musim dingin cenderung lebih hangat dan ketebalan es yang membeku kurang.

Indah, Tapi Tetap Berisiko

Walau terlihat seperti tempat bermain yang menyenangkan, berjalan atau skating di laut beku tetap berbahaya jika dilakukan sembarangan. Ketebalan es bisa berbeda-beda di setiap titik, dan retakan bisa muncul sewaktu-waktu. Karena itu, warga lokal biasanya hanya melintasi area yang sudah dipastikan aman oleh otoritas setempat.

Bagi banyak orang di negara Baltik, fenomena ini bukan hanya pemandangan langka, tetapi juga bagian dari tradisi musim dingin. Laut yang biasanya memisahkan pulau-pulau, untuk sementara justru berubah menjadi jalur penghubung alami yang bisa dilintasi manusia. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: