BerandaKulinary
Selasa, 19 Jan 2026 11:10

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

Aneka menu menarik yang ada di Bubur Mbah Gamping Muntilan, Kabupaten Magelang. (Googlestreetview/Yogi)

Eksis sejak sebelum Indonesia merdeka, Bubur Mbah Gamping punya menu andalan yang unik, yaitu bubur gudeg.

Inibaru.id — Kalau kamu sedang mencari sarapan di Muntilan, Kabupaten Magelang, ada satu nama bisa kamu cari, yaitu Bubur Mbah Gamping atau Bubur Mbah Nggamping. Apa pun namanya, tempat ini sudah lama jadi bagian dari ingatan kolektif warga Muntilan dan sekitarnya soal kuliner legendaris.

Ada alasan mengapa warung ini masuk daftar legenda. Usianya sudah menembus masa sebelum Indonesia merdeka, kira-kira sejak era 1940-an. Kini, pengelolaannya sudah masuk generasi ketiga, tapi rasanya tetap setia pada resep lama. Tidak ada ambisi tampil modern, tidak ada papan nama besar, apalagi konsep estetik. Yang ada justru kesederhanaan yang jujur, dan itu yang membuatnya istimewa.

Lokasinya memang agak “nyempil”. Dari Jembatan Gremeng ke arah SMP Negeri 1 Muntilan, masuk gang pertama setelah sekolah, belok kiri lalu kanan di perempatan pertama. Warungnya kecil di kanan jalan, tepat di depan koperasi simpan pinjam yang ada di Dusun Nlepen, Desa Gunungpring.

Meski tersembunyi, yang datang bukan kaleng-kaleng. Dari warga kampung, pegawai negeri, sampai orang-orang yang bisa dibilang “high profile” Muntilan, semua pernah duduk di bangku kayu warung ini.

Menu utamanya sederhana tapi kaya rasa: bubur santan gurih dan nasi gudeg. Ini dia yang unik, gudeg di sini bisa dipadukan dengan bubur atau nasi, bahkan dimakan bareng pecel khas Muntilan. Bagi yang belum pernah mencoba, kombinasi gudeg dan pecel terdengar aneh, tapi di sinilah justru letak kejutan rasanya.

Bubur gudeg yang jadi menu andalan di Bubur Mbah Gamping.(Kokidol Blogspot)

Ada juga lauk lain yang nggak kalah menggoda, yakni sambal goreng krecek yang nggak ada duanya. Dimasak dengan santan pedas dengan kentang dan tahu, krecek di sini rasanya nendang tapi tetap bersahabat. Ditambah dengan lauk lain seperti telur, tahu terik, hingga kerupuk, rasanya semakin paripurna.

Warung ini buka dari sekitar pukul 07.00 WIB sampai 11.00 siang. Tapi jangan heran kalau sebelum setengah tujuh antrean sudah mengular. Banyak yang datang sejak jam enam karena takut kehabisan. Soalnya, makan di sini bukan cuma soal kenyang, tapi soal nostalgia.

Soal harga? Sangat bersahabat. Mau beli seporsi Rp5.000 sampai Rp20.000 tetap dilayani dengan senyum yang sama. Bahkan ada yang sengaja mencoba berbagai menu sekaligus seperti gudeg, telur, sambal goreng krecek, tahu terik, kerupuk, plus teh hangat segelas besar, hanya perlu membayar Rp14.000. Murah, jujur, dan bikin hati hangat, kan?

“Rasa dan harga makanan di Bubur Mbah Gamping worth every penny,” ungkap warga Semarang yang kerap mampir ke warung ini setiap kali pulang kampung, Linda Nur Laela, Minggu (18/1/2026).

Bubur Mbah Gamping adalah bukti bahwa kuliner legendaris tak perlu ribut soal inovasi. Dengan terus mempertahankan rasa yang autentik, suasana yang apa adanya, dan pagi yang dimulai dengan tenang, bubur ini terus didatangi banyak orang. Jadi, kalau kamu sedang di Muntilan, wajib buat mencobanya, Gez. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Belajar Langsung dari Mbah Atemo, Belasan Anak Muda Lestarikan Mainan Tradisional Berbahan Kertas Bekas

6 Jul 2026

Mengenal Bunga Edelweiss Jawa, Si "Bunga Abadi" yang Justru Terancam Punah

6 Jul 2026

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: