Inibaru.id - Gemas lihat si kecil sudah minta smartphone sendiri atau pengin punya akun TikTok? Eits, tahan dulu ya, Gez! Memberi anak akses ke dunia digital itu nggak cuma soal umur, tapi soal kesiapan mental mereka.
Psikolog Jean Twenge punya pesan penting: makin lama kamu menunda pemberian ponsel dan media sosial, makin besar peluang anak tumbuh jadi pribadi yang lebih bahagia dan stabil secara emosional pas dewasa nanti. Idealnya, obrolan soal aturan main ini sudah dimulai sejak anak duduk di bangku akhir SD.
Yuk, simak langkah "satset" yang harus kamu lakukan sebelum memberikan gawai (gadget) ke anak:
Mulai Obrolan Sehat Sejak Dini
Jangan tunggu sampai anak pegang ponsel sendiri buat bicara soal internet. Twenge menyarankan obrolan ini dimulai bahkan sebelum anak usia 10 tahun. Bahas soal:
- Privasi itu Penting: Kasih tahu kalau apa pun yang diunggah secara online nggak akan benar-benar hilang atau privat.
- Waktu adalah Koentji: Ajarkan anak kalau terlalu banyak scrolling bisa bikin mereka kehilangan momen seru bareng keluarga dan teman di dunia nyata.
Pasang Aturan Tegas dan Kontrol Orang Tua
Diskusi saja nggak cukup, Gez, perlu ada aturan main yang nyata. Beberapa ide aturan dari Twenge yang bisa kamu contek:
- Dilarang bawa ponsel ke kamar tidur saat malam hari.
- Ponsel nggak boleh dipakai selama jam sekolah.
- Gunakan fitur parental control buat membatasi screen time dan blokir konten dewasa.
- Sebagai permulaan, kasih ponsel tanpa akses internet dulu biar lebih aman.
Transparansi adalah Mutlak
Pastikan anak tahu kenapa aturan itu dibuat. Jangan sampai mereka merasa dimata-matai secara diam-diam. Misalnya, kalau mereka mau unduh aplikasi baru, ajak diskusi dulu biar kamu tahu apa isinya.
Gimana Kalau Sudah Terlanjur?
Tenang, belum terlambat kok buat berubah! Kalau anak sudah telanjur punya ponsel, kamu bisa ajak mereka bicara jujur. Akui saja kalau kamu merasa ada kesalahan aturan sebelumnya dan pengin memperbaiki demi kebaikan mereka. Memang sih, awalnya mungkin bakal ada drama atau penolakan, tapi yang penting tetap konsisten ya!
Ingat, teknologi itu alat, dan tugas kita adalah mengajarkan anak cara menggunakannya dengan sehat bukan cuma sekadar melarang. (Siti Zumrokhatun/E05)
