BerandaPasar Kreatif
Selasa, 2 Mar 2026 13:01

Selain Menghafal Qur'an, Santri Ponpes di Kauman Semarang Juga Belajar Jualan di Tiktok

Dua orang santri saat melakukan siaran live TikTok untuk berjualan sarung. (Sundara/Inibaru.id)

Di sela kesibukan menghafal Al-Qur'an yang menjadi tugas utama mereka, para santri di Ponpes Roudlotul Quran Kauman, Kota Semarang, juga belajar berjualan busana muslim dengan memanfaatkan siaran live Tiktok.

Inibaru.id - Di sudut asrama, ring light menyala terang. Di depannya, Laili Zayyinatul Huda bersama seorang rekannya tampak cuap-cuap di depan kamera. Dua santri Ponpes Roudlotul Quran Kauman Kota Semarang itu bergantian menawarkan sarung dan busana muslim lain lewat siaran live Tiktok.

Saat ditemui Inibaru.id, Laili bercerita bahwa dirinya baru sekitar dua pekan menjajal peran sebagai talent sekaligus seller di platform digital. Aktivitas ini menjadi pengalaman baru di sela rutinitasnya belajar menghafal Al-Qur’an di pesantren.

"Sebelum (live di Ponpes Roudlotul Quran) saya belajar menjadi talent di Masjid Affiliate Bandung selama tiga hari," ujar Laili, Minggu (1/3/2026). "Di sana saya banyak belajar tentang personal branding, membangun akun, lalu setelah bisa daftar affiliate langsung praktik live."

Kemampuan berbicara di depan kamera diasah secara autodidak. Sebagai referensi, perempuan berusia 22 tahun itu mengaku sering menonton siaran kreator lain di medsos, lalu mencoba mengembangkan gaya sendiri agar lebih luwes dan komunikatif.

Dua Sesi setiap Hari

Ponpes Roudlotul Quran menyediakan salah satu ruang asrama dijadikan tempat studio khusus untuk siaran live Tiktok. (Sundara/Inibaru.id)

Akun @santritengahkota pun menjadi etalase digital para santri Roudlotul Quran berjualan. Melalui akun itu, para santri memasarkan sarung dan beragam busana muslim lainnya. Sebagian produk yang ditawarkan juga ada yang berasal dari bantuan Masjid Affiliate Al-Kahfi Bunut, Kabupaten Bandung.

Selama bulan suci Ramadan, Laili dan lima santri lainnya membagi jadwal live dua sesi setiap harinya. Mereka rutin melakukan siaran pukul 11.00-12.00 dan kembali tayang usai salat tarawih pukul 20.30-23.30 WIB.

"Penjualan masih naik turun. Tapi kemarin sempat paling banyak dalam sehari terjual 30 produk. Live TikTok ini sangat bermanfaat untuk belajar berwirausaha," jelasnya.

Semenatara itu, Pimpinan Ponpes Raudlotul Qur'an, Khammad Ma’sum, menuturkan bahwa ide santri belajar berwirausaha lewat platform digital tersebut berawal dari keinginannya mendigitalisasi kegiatan dakwah dan unit usaha yang dimiliki Masjid Agung Kauman Semarang.

"Semula saya ingin memanfaatkan Tiktok dan media sosial lainnya untuk dakwah, promosi, sekaligus bersosialisasi dengan masyarakat. Namun, saat itu saya belum menemukan mitra yang sejalan dengan ide tersebut," ungkap Khammad.

 Belajar di Bandung

Santri Ponpes Roudlotul Quran lainnya saat melakukan siaran live TikTok. (Sundara/Inibaru.id)

Momentum itu datang ketika Khammad melihat anaknya sukses menjalankan affiliate produk lewat Tiktok. Dari situlah, tanpa pikir panjang dia langsung memberangkatkan 10 santri untuk belajar digital affiliate ke Masjid Affiliate Al-Kahfi yang berlokasi di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sepulang dari pelatihan, peran para santri itu kemudian dibagi-bagi. Ada yang fokus mengembangkan usaha lewat Tiktok, ada pula yang menggarap siaran dakwah pesantren, termasuk menayangkan kajian rutin agar bisa diakses masyarakat luas.

"Santri bisa berjualan sekaligus berdakwah dan mengenalkan program pesantren supaya masyarakat tertarik belajar di sini. Produk yang kami pilih juga yang relatif mudah dipasarkan," jelasnya. "Kami pastikan kegiatan tersebut tidak mengganggu kegiatan utama santri."

Selama Ramadan, Khammad mengungkapkan, para santri tetap mengikuti rangkaian kajian dan setoran hafalan Al-Qur’an seperti biasa. Jadi, berwirausaha sama sekali nggak mengganggu kegiatan utama santri. Pihak pesantren juga melarang santri memakai akun pribadi untuk berjualan.

"Kegiatan (wirausaha) ini adalah bekal setelah lulus, bukan untuk sekarang. Bukan mengaji sambil mencari uang, karena hasil penjualan akan sepenuhnya dikelola pesantren," tandasnya.

Ngaji tetap jadi prioritas para santri, tapi bekal masa depan juga perlu dipersiapkan, ya Gez. Di era serba digital seperti sekarang, santri memang perlu adaptif dan kreatif, ya! Sepakat? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: