Inibaru.id - Buat warga pesisir Kendal, khususnya di Kaliwungu, Ramadan rasanya belum afdal kalau belum mencicipi telur mimi. Kuliner ini bukan cuma soal mengenyangkan perut setelah seharian berpuasa, tapi sudah jadi identitas budaya yang mendarah daging. Saking istimewanya, telur mimi resmi dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Kendal sejak tahun 2022 lalu, lo!
Jangan bayangkan telur ini berasal dari ayam atau bebek. Telur ini didapat dari ikan mimi, sejenis hewan laut purba (sering disebut mimi-mintuno) yang punya cangkang keras dan ekor panjang seperti lidi. Bentuknya sekilas mirip ikan pari, tapi jauh lebih "prasejarah".
Mengolah ikan mimi nggak bisa sembarangan, Gez. Konon, ada kepercayaan kalau memasaknya harus sepasang (jantan dan betina) biar racun di tubuhnya nggak keluar. Caranya, rebus sepasang ikan mimi kemudian kerok telurnya. Setelah itu, disajikan dengan urap alias kelapa parut berbumbu. Rasanya? Gurih, sedikit kenyal, dan meledak di mulut!
Nggak cuma enak, telur mimi punya makna filosofis yang menyentuh hati. Ingat legenda Mimi dan Mintuno? Hewan ini dikenal sebagai simbol kesetiaan karena selalu hidup berpasangan dan sulit dipisahkan.
Bagi masyarakat Kendal, memakan telur mimi saat Ramadan adalah simbol harapan agar hubungan keluarga tetap harmonis dan langgeng seperti legenda tersebut. Jadi, makan takjil ini bisa dibilang juga sambil merapalkan doa buat keutuhan keluarga. Manis banget, kan?
Kalau kamu mau berburu kuliner ini, langsung saja meluncur ke pasar rakyat di depan Masjid Al Mutaqqin Kaliwungu. Menjelang buka puasa, area ini bakal berubah jadi surga takjil. Selain telur mimi yang jadi primadona, kamu juga bisa menemukan side dish khas lainnya seperti sumpil (makanan dari nasi bungkus daun bambu) atau aneka olahan seafood segar.
Harga satu porsinya pun sangat ramah di kantong. Satu porsi dijual Rp5.000. Atau, kamu juga boleh membeli ikan mimi ini sepasang dengan harga Rp75.000.
Gimana, kamu sudah pernah mencicipi sensasi tobiko dengan kearifan lokal ini, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)
