BerandaPasar Kreatif
Jumat, 22 Feb 2018 06:35

Cokelat Tempe, Kreasi Unik dari Boyolali

Cokelat Tempe Nasya (Tribunsolo.com/Nur Rahmawati)

Kamu yang penggemar cokelat, sudahkah mencicipi cokelat tempe? Memiliki perpaduan rasa unik antara cokelat yang manis dan tempe yang gurih, cokelat tempe kreasi Ayu Fitri Nur Cholifa menjadi camilan istimewa yang patut kamu coba.

Inibaru.id - Ada yang suka makan cokelat? Jika iya, sudah biasa kan dengan rasa cokelat stoberi, kacang almond, atau kacang mete? Tapi sudahkah kamu mencoba cokelat yang dipadu dengan tempe? Kalau belum maka wajib kamu coba deh.

Memiliki rasa yang unik, cokelat tempe merupakan perpaduan antara cokelat yang lezat dengan tempe yang bergizi. Ayu Fitri Nur Cholifa merupakan sosok di balik pencetus cokelat tempe tersebut. Berawal dari ketidaksengajaan, Ayu berhasil menciptakan variasi cokelat tempe dengan perpaduan rasa gurih dan manis.

Ya, semua berawal ketika Ayu sedang memasak tempe goreng untuk lauk berbarengan membuat cokelat. Saat itu, secara nggak sengaja cokelat tersebut jatuh di atas tempe goreng. Nah, dari kejadian tersebut, ide membuat cokelat tempe muncul di dalam benak Ayu.

Kali pertama mencicipinya, cokelat tempe tersebut terasa enak tapi aneh. Akhirnya setelah dikembangkan dengan tambahan resep dan bumbu, dia berhasil menemukan perpaduan antara cokelat dan tempe yang terasa enak.

Baca juga:
Hoki Pengrajin Barongsai jelang Imlek
Ong Eng Hwat, Generasi Ketiga Pembuat Kue Keranjang

Menjadi camilan yang menarik bagi pencinta cokelat, inovasi cokelat tempe buatannya menjadi bisnis yang cukup menjanjikan, lo. Bagaimana nggak menjanjikan, mengutip caribagi.id (4/10/2017) dalam sebulan perempuan kelahiran Solo, 16 Juli 1982 itu mampu menghasilkan jutaan rupiah dari berjualan cokelat tempe.

Nggak hanya mampu menopang perekonomian keluarga saja, variasi cokelat yang diproduksi dan dipasarkan sendiri dari rumahnya di Perum Griya Pulisen 1 No. 131 RT01/02 Pulisen, Boyolali, Jawa Tengah itu juga membuka peluang kerja bagi tetangga-tetangganya.

Pada awalnya produk olahannya itu hanya dipasarkan ke kerabat dan temannya. Namun setelah mendapatkan respons yang positif, dia lalu mulai memasarkan ke masyarakat umum. Dalam memasarkan produknya, ibu dua anak itu mengandalkan media sosial untuk berjualan. Dengan demikian dia bisa mempromosikan produknya tanpa harus meninggalkan keluarga.

Asal kamu tahu saja nih, kini para pembelinya berasal nggak hanya dari Boyolali saja, tapi juga luar daerah. Dikemas semenarik mungkin agar konsumen tertarik, bisnis olahan cokelat tempe milik Ayu bahkan sudah merambah hingga ke Kalimantan dan Papua. Wuih, berkembang luas, kan?

Diberi nama Cokelat Nasya, produk cokelat tempe buatan Ayu memiliki dua varian rasa yaitu rasa cokelat tempe biasa dan cokelat tempe pedas. Selain itu, kelebihan lain dari cokelat tempe buatannya adalah nggak membuat batuk. Itu karena Ayu juga nggak sembarangan memilih bahan. Wah, pantas saja bahwa cokelat tempe buatannya laris manis dan nggak dikomplain pelanggan.

Oya, supaya lebih dipercaya oleh pelanggannya, dia juga berusaha mendapatkan sertifikat halal dari MUI Jawa Tengah. Melansir suaramerdeka.com (21/2/2018), sertifikat halal sudah disetujui dan tinggal proses audit. Dalam beberapa waktu ke depan, sertifikat halal segera diterbitkan untuk segera diaplikasikan. Jadi buat yang muslim nggak perlu lagi nih was-was akan kehalalan produk cokelat tempe miliknya.

Nah, kalau kamu ingin mencicipi cokelat tempe buatanya, kamu harus memesannya paling nggak minimal tiga hari sebelumnya. Adapun untuk harganya, Ayu menjualnya Rp 125 ribu per kilogram. Dalam satu kali produksi, dia bisa menghasilkan sekitar 12 kilogram cokelat tempe.

Baca juga:
Menyulap Seonggok Akar Menjadi Kerajinan Bernilai Seni
Goutzilla, Hobi Afi Jadi Rezeki

Eh, tapi kamu penasaran nggak sih bagaimana cara membuatnya?

Sst, ternyata untuk membuatnya nggak terlalu sulit kok. Pertama, cokelat batangan dilelehkan. Lalu di tempat terpisah, tempe yang sudah diiris tipis digoreng. Selanjutnya, tempe dihancurkan lalu dicampur ke dalam cokelat leleh. Terakhir, adonan cokelat siap dituang ke dalam cetakan dan dimasukkan ke lemari pendingin. Setelah beku baru deh dikeluarkan dari cetakan dan dibungkus. Bagaimana, cukup mudah bukan?

Tertarik untuk membuatnya? Atau kamu punya ide kreatif lainnya? Jangan ragu untuk mencobanya, siapa tahu kamu juga bisa jadi sukses seperti Ayu. (ALE/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: