BerandaKulinary
Sabtu, 2 Nov 2018 14:00

Nikmatnya Es Krim Jamu di Makuta Jamu Cafe yang Siap Menyehatkanmu

Es Krim moringa dan teh hijau. (Inibaru.id/ Clara Ariski)

Jika berbicara soal jamu, pasti kesan pertama yang dipikirkan orang-orang adalah baunya yang menusuk dan rasanya yang pahit. Jika kamu berkunjung ke cafe ini, jamu malah jadi hidangan elegan yang lezat, lo.

Inibaru.id – Terus terang saya bukan penyuka jamu. Meski berkhasiat, namun aroma menyengat dan rasa pahit sukses membuat saya mundur teratur jika ditawari minum jamu. Tapi itu dulu. Setelah saya mengenal tempat ini, anggapan nyinyir saya soal jamu sirna.

Dibuka sejak bulan Juli 2018, Makuta Jamu Cafe menawarkan aneka minuman dan dessert yang terbuat dari olahan jamu. Beberapa menu di Makuta Cafe adalah teh, kopi, silky pudding, ice cream, snack, frappe, parfait, jamu latte, jamu, roti, dan lainnya. Wah, banyak juga ya?

Suasana Makuta Jamu Cafe. (Inibaru.id/ Clara Ariski)

Setelah melihat-lihat menu, saya mencoba tea lemon grass atau serai, moringa dan green tea ice cream, dan yang terakhir, teh alang-alang madu.

Jika memilih sajian teh, kalian bisa memilih teh dingin atau panas. Berhubung cuaca sangat terik saat itu, saya memilih teh serai yang disajikan dingin. Dikemas dalam botol plastik berukuran 200 ml, teh serai jadi lebih mudah dibawa. Bisa banget nih jadi oleh-oleh maupun persediaan jamu di rumah.

Teh serai. (Inibaru.id/ Clara Ariski)

Teh ini terasa manis dengan wangi serai yang lembut. Meskipun dinamakan teh, tapi konsistensinya nggak sekental teh biasanya. Selain itu, warna dan rasanya nggak seperti teh sama sekali. Unik kan? Selain rasanya nikmat dan ringan, rasanya badan jadi lebih segar. Serai sendiri bermanfaat untuk meredakan panas dalam, lo!

Hidangan kedua adalah moringa dan green tea ice cream. Moringa biasa dikenal sebagai daun kelor. Ternyata daun ini kaya akan manfaat, yaitu sebagai superfood yang kaya akan mineral, protein, dan vitamin. Satu scoop es disajikan dalam gelas cantik dengan sepotong kue lidah kucing sebagai garnish. Meskipun dicampur dengan teh hijau, nggak ada rasa jamu yang pahit di es krim ini. Wah!

Penasaran, saya mencari-cari rasa dari moringa dari setiap suap. Nah, yang saya temukan adalah bulir halus dan kenyal yang saya duga berasal dari moringa. Rasanya? Tentu saja nikmat, seperti es krim matcha. Saya sendiri sampai nggak percaya kalau es krim ini mengandung daun kelor.

Sajian terakhir adalah teh alang-alang madu! Dicampur dengan teh hitam, alang-alang diseduh di dalam alat french press plunger, jadi nggak perlu khawatir dengan ampas teh saat meminumnya, Millens. Satu teko bisa untuk minum sebanyak 3 cangkir teh. Seperti serai, alang-alang juga bermanfaat untuk meredakan panas dalam.

Teh alang-alang, dan teh kemasan produksi Makuta Jamu Cafe lainnya. (Inibaru.id/ Clara Ariski)

Madu sebagai pemanis disajikan di dalam wadah keramik putih yang elegan. Ketika diminum saat masih hangat, campuran rasa teh dan alang-alang malah terasa seperti minuman jambu bagi saya. Teh ini rasanya ringan, jadi kamu nggak akan menemukan rasa sepat atau asam seperti pada teh.

Tentunya pengalaman mencoba "jamu modern” sangat berkesan bagi saya. Tiap sajian malah bikin kaget karena bebas dari rasa atau bau jamu yang nggak banget. Saya jadi semakin nggak sabar dan penasaran untuk mencoba olahan jamu lainnya di sini! Kalau Sobat Millens pengin coba nggak? Psst, selain enak harganya juga pas di kantong anak kos, lo. (Clara Ariski/E05)

 

Makuta Jamu Cafe Semarang

Alamat        : Gang Pinggir No.38, Kranggan, Semarang Tengah, Kota Semarang

Jam Buka   : 10.00–22.00 WIB

Harga menu: Rp 7.000 s.d. Rp 42.000

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Ikuti Tren Nasional, Angka Pernikahan di Kota Semarang Juga Turun

9 Nov 2024

Belajar dari Yoka: Meski Masih Muda, Ingat Kematian dari Sekarang!

9 Nov 2024

Sedih dan Bahagia Disajikan dengan Hangat di '18x2 Beyond Youthful Days'

9 Nov 2024

2024 akan Jadi Tahun Terpanas, Benarkah Pemanasan Global Nggak Bisa Dicegah?

9 Nov 2024

Pemprov Jateng Dorong Dibukanya Kembali Rute Penerbangan Semarang-Karimunjawa

9 Nov 2024

Cara Bijak Orangtua Menyikapi Ketertarikan Anak Laki-laki pada Makeup dan Fashion

9 Nov 2024

Alasan Brebes, Kebumen, dan Wonosobo jadi Lokasi Uji Coba Program Makan Bergizi di Jateng

9 Nov 2024

Lebih Dekat dengan Pabrik Rokok Legendaris di Semarang: Praoe Lajar

10 Nov 2024

Kearifan Lokal di Balik Tradisi Momongi Tampah di Wonosobo

10 Nov 2024

Serunya Wisata Gratis di Pantai Kamulyan Cilacap

10 Nov 2024

Kelezatan Legendaris Martabak Telur Puyuh di Pasar Pathuk Yogyakarta, 3 Jam Ludes

10 Nov 2024

Warga AS Mulai Hindari Peralatan Masak Berbahan Plastik Hitam

10 Nov 2024

Sejarah Pose Salam Dua Jari saat Berfoto, Eksis Sejak Masa Perang Dunia!

10 Nov 2024

Memilih Bahan Talenan Terbaik, Kayu atau Plastik, Ya?

10 Nov 2024

Demo Buang Susu; Peternak Sapi di Boyolali Desak Solusi dari Pemerintah

11 Nov 2024

Mengenang Gunungkidul saat Masih Menjadi Dasar Lautan

11 Nov 2024

Segera Sah, Remaja Australia Kurang dari 16 Tahun Dilarang Punya Media Sosial

11 Nov 2024

Berkunjung ke Museum Jenang Gusjigang Kudus, Mengamati Al-Qur'an Mini

11 Nov 2024

Tsubasa Asli di Dunia Nyata: Musashi Mizushima

11 Nov 2024

Menimbang Keputusan Melepaskan Karier Demi Keluarga

11 Nov 2024