BerandaKulinary
Selasa, 14 Jun 2021 13:35

Jauh-Jauh Terbang ke Semarang Demi Seporsi Bubur Ayam Mang Dede

Rey (kanan) dan satu temannya yang datang untuk menikmati semanguk bubur ayam Mang Dede. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Seperti soto dan bakso, bubur ayam bisa dijumpai di mana saja. Namun, konon, ada yang sukarela menempuh perjalanan Jakarta-Semarang hanya untuk seporsi Bubur Ayam Mang Dede. Emang seberapa enak, ya?

Inibaru.id – Bubur ayam bukanlah masakan istimewa. Hidangan yang terdiri atas bubur beras dengan topping ayam dan beberapa kondimen lain itu hampir selalu ada di tiap daerah. Teksturnya yang lembut dengan rasa yang testy membuat makanan ini kerap menjadi menu pilihan untuk sarapan.

Nah, di antara banyaknya kedai yang terserak di mana-mana itu, Bubur Ayam Mang Dede menjadi salah satu yang paling terkenal di Kota Semarang, Jawa Tengah. Bagi masyarakat Kota Lunpia, khususnya yang tinggal di sekitar Pasar Peterongan, bubur ayam yang dijual di atas gerobak dorong ini tentu nggak asing di telinga.

"Bubur Ayam Bandung," begitulah slogan yang tertera di gerobak Bubur Ayam Mang Dede. Lokasinya yang ada di pinggir jalan raya serta dagangannya yang hampir nggak pernah sepi pembeli membuatnya mudah dikenali siapa pun yang melintas di Jalan Sompok, Lamper Kidul, Semarang Selatan.

Sebagian pembeli bubur ayam di tempat itu adalah orang baru yang kebetulan lewat. Namun, sebagian lainnya merupakan pelanggan setia Bubur Ayam Mang Dede nggak jarang bersedia menempuh perjalanan jauh hanya untuk seporsi bubur yang dikenal dengan taburan ayamnya yang berlimpah itu.

Hal ini sempat diungkapkan Dede, sang pemilik. Ditemui di kedainya belum lama ini, dia bercerita, pernah suatu ketika ada pembeli yang datang naik taksi. Dia mengaku tinggal di Jakarta; sengaja terbang ke Semarang, lalu naik taksi dari bandara, hanya untuk menjajal bubur ayam di tempatnya.

“Dia makan di tempat dua porsi, kemudian bungkus tiga porsi, terus langsung lanjut balik ke Jakarta lagi,” aku Dede, yang segera ditimpali dengan anggukan kepala istrinya.

Dede menambahkan, pembeli itu datang jauh-jauh ke Semarang untuk membuktikan apakah bubur ayam di tempatnya memang porsinya jumbo, ayamnya banyak, dan enak. Menurutnya, bukan kali ini saja ada pelanggan yang sengaja datang dari luar kota. Sebelumnya, ada juga dari Pati, Kendal, Solo, bahkan Bandung, kota asal Dede.

Setengah hingga Seperempat

Penampakan setengah porsi bubur ayam Mang Dede bersama kerupuk, sambal, dan kuah dalam botol tak lupa dengan teh hangat untuk minumya. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Berbeda dengan kebanyakan bubur ayam di pinggir jalan yang biasanya hanya menyediakan dua pilihan porsi, Bubur Ayam Mang Dede menawarkan tiga pilihan: Seporsi, setengah, dan seperempat. Yap, kamu nggak salah baca! Karena porsinya yang jumbo, Dede sengaja menyediakan tiga pilihan itu.

Untuk pelanggan lama, biasanya mereka sudah paham dengan banyaknya porsi bubur ayam di sana. Namun, untuk pembeli baru, Dede merasa perlu memberi tahu mereka. Ini dilakukannya untuk mencegah bubur yang sudah dipesan nggak mereka habiskan.

“Kalau pada datang pasti saya tawari mau porsi yang apa, takutnya mereka nggak habis. Kan porsi tempat kami jumbo,” ujar lelaki yang akrab disapa Mang Dede tersebut.

Melihat porsinya yang sampai tumpe-tumpe, sangat wajar bagi Dede mewanti-wanti pelanggannya dengan menawarkan sejumlah pilihan porsi yang lebih kecil. Namun begitu, keputusan akhir tetap dia serahkan pada pelanggannya. Kalau pun pada akhirnya bersisa, Dede juga bersedia membungkusnya untuk dibawa pulang.

“Kalau nggak habis, kami bungkuskan. Nanti ditambahi topping lagi, tapi nggak sebanyak topping awalnya ya!” kelakar Dede.

Potrait satu porsi bubur ayam Mang Dede ketika dibungkus dalam wadah styrofoam. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Lelaki asli Bandung itu memang begitu memanjakan para pembelinya. Maka, nggak mengherankan kalau pada akhirnya mereka loyal dan menjadi pelanggan setianya. Reywanda Olivia, misalnya. Dalam tiga bulan terakhir, sudah berkali-kali perempuan berkacamata itu sarapan di bubur ayam buatan Dede.

Dalam sebulan, Rey, begitu dia biasa disapa, mengaku bisa dua kali datang ke kedai tersebut. Dia biasa datang bersama temannya pas jam sarapan atau kalau ada waktu luang di kantornya. Menurutnya, bubur ayam di tempat tersebut punya rasa yang autentik, dengan porsi besar dan topping yang banyak.

"Sebelum sering ke sini, aku sudah sering dikasih tahu teman, ada bubur ayam enak dengan topping yang banyak," terang Rey yang saat ditemui Inibaru.id tengah bersiap menyantap bubur ayam di kedai Mang Dede. "Nah, di sinilah tempatnya!"

Tiap kali datang, Rey biasanya memesan porsi setengah. Menurutnya, setengah porsi sudah cukup baginya dan takut nggak habis kalau beli untuk porsi penuh.

"Setengah saja, cukup. Kalau satu (porsi) takut nggak habis," pungkasnya. Ha-ha. Iya, deh!

Kalau kamu tertarik uji ketahanan perut, boleh banget pesan seporsi penuh di Bubur Ayam Mang Dede. Eits, tapi datangnya jangan kesiangan ya. Kedai ini buka pukul 08.00 dan tutup sekitar pukul 13.00 WIB. Oya, datangnya besok ya, Millens, karena Mang Dede tiap Senin libur! (Kharisma Ghana Tawakal/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: