BerandaKulinary
Minggu, 6 Apr 2019 10:39

Dibuat dari Jantung Pisang, Sego Sambel Ontong Santan Disukai Warga Kudus

Sego sambel ontong santan. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Selain lentog dan garang asem, Kudus juga punya sego sambel ontong santan yang banyak dicari warga. Sayang, masakan ini sudah jarang ditemui di pasaran.

Inibaru.id – Pohon pisang laiknya pohon kelapa yang bisa dimanfaatkan semua bagiannya. Buah pisang bisa dimakan, daunnya sebagai pembungkus, batangnya diperlukan untuk pentas wayang, tapi jantung pisangnya untuk apa?

Di Kudus, bagian itu pun bisa diubah menjadi makanan yang lezat, lo. Jantung pisang atau dalam bahasa Kudus disebut ontong ini bisa diolah menjadi sego sambel ontong santan.

Sesuai dengan namanya, makanan ini merupakan gabungan dari empat unsur; nasi, sambal, ontong, dan santan. Bahan utamanya tentu saja ontong. Namun, ontong yang diolah harus sudah matang, ya!

Salah seorang penjual sego sambel ontong santan Elok Zubaidah mengatakan, ada dua cara untuk mengolah ontong.

“Ontong atau jantung pisang itu lebih dulu dimasak. Dikukus bisa, dibakar juga bisa,” ujarnya saat ditemui pada acara Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus beberapa waktu lalu.

Elok memilih untuk mengukus ontong yang akan dijualnya. Menurut Elok, pengukusan membuat ontong lebih empuk sehingga lebih enak untuk dinikmati.

Jantung pisang diberi santan pertama yang masih kental. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Nah, kalau ontong sudah siap diolah, langkah selanjutnya adalah mencampur ontong dengan sambal. Sambal untuk sajian ini sebenarnya sederhana yakni terdiri atas cabai, terasi, bawang putih, dan garam. Hanya saja, ada tambahan sedikit kencur dalam sambal itu.

Ontong lantas digeprak bersamaan dengan sambal. Setelah itu, ditambahkan santan. Eits, tapi yang perlu diingat, santan yang dipakai dalam sajian ini adalah santan hasil perasan pertama, Millens. Karena perasan pertama, santannya lebih kental dan gurih.

Selain empat unsur utama itu, sego sambel ontong santan biasanya ditambah iwak pe atau ikan pari panggang. Nggak heran kalau sajian khas Kudus ini kaya rasa terutama gurih dan pedas. Rasa gurih berasal dari santan, sedangkan pedas dari sambal. Namun, jangan makan ontong tanpa uborampen itu ya karena rasanya bakal hambar.

Ontong dan iwak pe digeprak dengan santan pertama. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Harga sego sambel ontong santan ini cukup terjangkau, kok. Seporsi plus iwak pe hanya dihargai Rp 10 ribu. Murah, kan?

Digemari Warga Kudus

Sego sambel ontong santan ini termasuk sajian tradisional yang sudah jarang ditemui. Maklum saja, saat disajikan pada acara Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, makanan ini langsung diserbu warga.

Mulai buka pukul 10.00 WIB, dagangan Elok langsung diborong para pengunjung. Saat saya berkunjung ke lapak Elok sekitar pukul 11.30 WIB, sambal untuk ontong sudah ludes. Hanya ontong dan santannya saja yang tersisa. Karena penasaran, saya akhirnya hanya makan ontong dan santannya.

“Tadi bawa sekitar 40 ontong, sekarang sudah nggak ada separuhnya,” imbuh Elok.

Ontong santan yang sudah jadi. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Waktu itu, warga asal Bakalan Krapyak, Kota, Kudus tersebut mengaku dalam 90 menit lapaknya dibuka, dia kewalahan melayani pembeli. Saat menikmati makanan khas ini pun, banyak pengunjung yang mampir dan menanyakan persediaan sego sambel ontong santan. Paling tidak ada 10 orang yang bertanya selama 30 menit saya makan di lapak Elok.

Ini cukup membuktikan kalau sajian ini memang diburu warga Kudus. Sayang, selain di festival kuliner tersebut, perempuan 52 tahun itu nggak membuka warung khusus sego sambel ontong santan. Jadi, kalau ada yang ngebet pengin makan ya mesti mencari di tempat lain atau membuat sendiri di rumah. Sobat Millens sudah mencoba masakan ini? (Ida Fitriyah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: