BerandaHits
Jumat, 15 Feb 2018 16:49

Tujuh Kepala Daerah Jadi Tersangka pada Awal 2018

Juru bicara KPK, Febri Diansyah. (Indonesiakita.com)

Tahun 2018 belum juga dua bulan berlalu, KPK telah menangkap lebih dari setengah lusin kepala daerah lantaran terjerat kasus korupsi. Siapa saja mereka?

Inibaru.id – Penangkapan Imas Aryumning pada Selasa (13/2/2018) lalu semakin menambah panjang daftar kepala daerah yang diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang 2018. Belum juga genap dua bulan, setidaknya sudah ada tujuh kepala daerah yang ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Seperti ditulis Kompas.com, Kamis (15/2), tiga di antara tujuh tersangka tersebut bahkan terjaring KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). Siapa saja tujuh kepala daerah "apes" tersebut?

Bupati Hulu Sungai Tengah

Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Abdul Latif dijaring dalam operasi tangkap tangan pada 4 Januari 2018. Dia ditangkap bersama tiga orang. Ketiganya adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Barabai Fauzan Rifani, Direktur Utama PT Sugriwa Agung Abdul Basit, dan Direktur Utama PT Menara Agung Pusaka Donny Witono.

Keempat tersangka diciduk KPK lantaran diduga terlibat dalam kasus suap proyek pengadaan pekerjaan pembangunan RSUD Damanhuri, Barabai, tahun anggaran 2017. Nah, Abdul Latif diduga menjadi salah seorang penerima uang suap proyek tersebut.

Baca juga:
KPK OTT Bupati Subang, Siapa Dia?
Sri Mulyani Jadi Menteri Terbaik Dunia: Disalami Jokowi, Dinyinyiri Fadli Zon

Bupati Kebumen

Mohammad Yahya Fuad menghebohkan warga Kebumen, Jawa Tengah, pada 23 Januari lalu setelah dituduh menerima suap dan gratifikasi. Kasus yang menjeratnya berkaitan dengan sejumlah proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016.

Bersama dengan seorang tersangka lain dari pihak swasta, Hojin Anshori, Fuad diduga menerima dana senilai Rp 2,3 miliar dari suap dan gratifikasi.

Bupati Jombang

Kasus suap terkait perizinan pengurusan jabatan di Pemkab Jombang, Jawa Timur, turut menyeret Bupati Jombang, Nyono Suharli. Nyono ditangkap pada 3 Februari 2018 karena menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Silestyanti.

Menurut KPK, sebagian dari Rp 275 juta yang diterima Nyono digunakan untuk dana kampanyenya.

Bupati Halmahera Timur

KPK menetapkan Rudi Erawan, Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, sebagai tersangka penerima suap terkait proyek infrastruktur di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR). Proses suap itu diduga terjadi pada 2016 lalu.

Ada dugaan bahwa dia menerima uang sebesar Rp 6,3 miliar dari Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary. KPK mengumumkan penetapan tersangka untuk Rudi pada 31 Januari 2018.

Gubernur Jambi

Gubuernur Provinsi Jambi Zumi Zola Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka bersama Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan pada 2 Februari 2018. Keduanya diduga menerima suap senilai Rp 6 miliar. Uang suap tersebut konon digunakan agar anggota DPRD Jambi hadir dalam rapat pengesahan R-APBD Jambi 2018. 

Bupati Ngada

Pada Minggu (11/2), Bupati Ngada, NTT, Marianus Sae, ditangkap dalam OTT KPK. Bakal calon gubernur NTT dalam Pilkada 2018 ini diduga menerima suap Rp 4,1 miliar dari Dirut PT Sinar 99 Permai terkait proyek-proyek yang berjalan di Ngada.

Baca juga:
Kampanye Pilkada Serentak Dimulai, Perhatikan Aturan Ini!
Bandar Arisol "Mama Yona" Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Bupati Subang

KPK menangkap Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih, dalam OTT pada Selasa (13/2). Imas diduga menerima suap dari seorang pengusaha bernama Miftahhudin. Suap tersebut dimaksudkan untuk melancarkan perizinan membuat pabrik atau tempat usaha. Bersama dua penerima lainnya, dia diduga disuap sebesar Rp 1,4 miliar.

Millens, kalau memang terbukti bersalah, kepala daerah seperti itu sejatinya nggak layak memimpin. Nah, mumpung menjelang Pilkada Serentak 2018, kamu jangan salah pilih ya. Gunakan hak pilihmu untuk memilih yang baik menurutmu sekaligus mengawal mereka jika terpilih nanti. Kamu nggak mau dipimpin orang seperti mereka, kan? (AYU/GIL)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: