BerandaHits
Jumat, 20 Okt 2022 10:31

Tahukah Kamu Jika Kijang dan Damri Adalah Singkatan?

Kijang, jenama mobil paling populer di Indonesia pada zaman Orde Baru. (Cintamobil)

Mobil Kijang dan bus Damri adalah kendaraan yang terkenal di Indonesia pada era Orde Baru. Tapi, sadarkah kamu, 'kijang' dan 'damri' itu adalah sebuah singkatan? Yuk simak sejarah dari keduanya!

Inibaru.id – Di dunia transportasi, istilah "kijang" dan "damri" pasti sudah nggak asing di telingamu. Kijang dikenal sebagai jenama mobil sejuta umat keluaran pabrikan Jepang, Toyota. Sementara, Damri dikenal sebagai bus yang disediakan oleh pemerintah.

Tahukah kamu sejak kapan istilah "Kijang" muncul di Indonesia? Yap, istilah ini sudah ada sejak 1975. Bentuk mobil Kijang pertama yang ada di Tanah Air tentu sudah sangat berbeda dengan yang bisa kamu temui di jalanan pada masa sekarang, bukan?

Sejarah bermula dari proyek pemerintahan Orde Baru di bawah kendali Presiden Suharto bernama Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS) pada 1970-an. Proyek ini diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan kendaraan dengan harga yang terjangkau.

Gayung bersambut, keinginan pemerintah Orde Baru ditanggapi serius oleh raksasa otomotifnya Jepang, Toyota. Kerjasama Indonesia-Jepang akhirnya menjadi kenyataan. Mobil bikinan Jepang itu lantas diberi nama Kijang, yang merupakan kependekan dari Kerjasama Indonesia-Jepang.

Uniknya, jenis mobil Kijang pertama yang muncul di Indonesia justru menyematkan nama hewan lainnya, yaitu Buaya. Berdasarkan informasi yang dikeluarkan Kompas (10/1/2021), Kijang Buaya kali pertama diluncurkan pada gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) 1977. Mobil berjenis bak terbuka alias pikap tersebut langsung laris manis di pasaran.

Saking populernya Kijang di Indonesia, produsen-produsen mobil lainnya di Indonesia juga sampai ikutan menyematkan nama hewan sebagai jenama mobilnya. Yang paling populer adalah Mitsubishi Kuda dan Daihatsu Zebra.

Cikal Bakal Damri Ada Sejak Penjajahan Jepang

Damri sudah eksis sejak zaman Jepang. (Kompas/Dok. Damri)

Jika Kijang adalah singkatan dari Kerjasama Indonesia-Jepang, apa kepanjangan dari Damri? Ternyata, singkatan ini masih memakai ejaan lama, lo, yaitu Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia. Maklum, istilah ini lahir pada 1946.

Tapi, menurut keterangan Tirto, (26/4/2021), Damri sebenarnya sudah eksis sejak zaman penjajahan Jepang. Soalnya, pada 1943, muncul dua usaha angkutan umum di Pulau Jawa bernama Unyu Zigyosha serta Jidousha Sokyoku yang dianggap sebagai cikal bakal armada bus tersebut.

Khusus untuk Unyu Zigyosha, angkutannya berupa truk, gerobak, atau cikar yang berfokus pada pengiriman barang. Sementara itu, Jidousha Soukyoku fokus pada angkutan penumpang dengan memakai bus.

Karena sistemnya sudah terbentuk, kedua usaha angkutan ini kemudian diambil alih Departemen Perhubungan Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan. Unyu Jidousha diganti namanya jadi Djawatan Pengangkoetan, sementara Jidousha Sokyoku diubah namanya jadi Djawatan Angkoetan Darat.

Pada 1946, Maklumat Menteri Perhubungan RI No.01/DAM/46 dibuat. Pada maklumat tersebut, kedua jawatan itu digabung. Namanya pun kemudian ikut berubah menjadi Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia atau Damri.

Beda dengan Kijang yang masih populer di Indonesia, popularitas Damri cenderung menurun. Apalagi, kini banyak perusahaan otobus dan angkutan umum dalam kota yang ikut bersaing.

Apapun itu, Kijang dan Damri sudah menjadi bagian dari perkembangan transportasi Tanah Air, Millens. Apakah kamu pernah menaiki Kijang keluaran lama dan bus Damri? Bersyukurlah karena kedua jenis kendaraan itu sudah nggak ada lagi sekarang. (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: