BerandaHits
Jumat, 29 Agu 2024 08:55

Orang yang Bermain Judi Online Nggak Bisa Ajukan Kredit Perbankan

Memberantas judi online hingga ke akar membutuhkan upaya penuh. (Antara/Yulius Satria Wijaya)

Selain membuat uang terkuras habis, judi online juga bikin pelakunya nggak bisa mengajukan kredit perbankan. Kebijakan OJK ini dilakukan demi membasmi judi online di Tanah Air.

Inibaru.id - Dalam beberapa hal, ada kalanya seseorang membutuhkan pinjaman dari bank untuk suatu keperluan. Ada jenis pinjaman usaha yang digunakan untuk mengembangkan bisnis, ada pula pinjaman pribadi yang bisa digunakan untuk beberapa keperluan seperti merenovasi rumah, biaya pernikahan, pendidikan, dan masih banyak lagi.

Sebelum memberikan pinjaman atau kredit, bank akan memastikan apakah kamu sebagai calon peminjam "bersih" dari permasalahan keuangan seperti kredit macet dan utang. Nggak hanya itu, kamu juga nggak sedang bermain judi online. Kenapa?

Kata Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pelaku judi online, nggak bisa ajukan kredit, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR) di perbankan.

Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen OJK Rizal Ramadhani mengatakan bahwa regulator akan memasukkan nama-nama yang bermain judi online ke dalam sistem informasi OJK sebagai bentuk efek jera. Dia menjelaskan bahwa sistem informasi tersebut sudah berlaku sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Kami akan memasukkan orang-orang yang terlibat [judi online] ke dalam satu sistem informasi yang kami akan susun dan kami akan buat bahwa seluruh pelaku jasa keuangan bisa mengakses sehingga orang-orang yang diduga terlibat di dalam judi online kami masukkan ke dalam sistem informasi ini, sehingga diharapkan ini menimbulkan efek jera,” kata Rizal dalam acara Deklarasi Pemberantasan Judi Online di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Sistem informasi terkait siapa saja yang bermain judi online tersebut membuat mereka nggak bisa lagi menikmati layanan di sektor jasa keuangan.

“Misalnya, X terlibat di rantai judi online, kita blokir rekening X di seluruh perbankan di Indonesia, kemudian orang itu kami cantumkan ke dalam orang yang nggak bisa menikmati layanan sektor jasa keuangan, nggak bisa buka tabungan, nggak bisa ngambil kredit, harus begitu,” ujarnya.

Upaya Memberantas Judi Online

Orang yang terbukti bermain judi online, nggak akan bisa mengajukan kredit, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR) di perbankan. (Istimewa)

Kita tahu, perkara judi online ini sudah mengakar pada masyarakat Indonesia. Untuk bisa memberantasnya, beberapa pihak harus melakukan upaya serius. Lebih dari itu, menurut Rizal, memberantas judi online hingga ke akar membutuhkan upaya penuh.

"Judi online ini kan extraordinary crime, harus ada extraordinary effort. Nggak bisa dengan cara biasa, harus digunting itu rekeningnya," jelasnya.

Rizal menyampaikan bahwa OJK berkomitmen untuk ikut serta secara aktif mencegah dan melakukan pemberantasan judi online. Dia menekankan bahwa langkah ini sebagai kewajiban regulator sebagai otoritas pengawas di sektor jasa keuangan dengan banyak pelaku jasa keuangan.

Berdasarkan data OJK, Satuan Tugas (Satgas) Judi Online telah memblokir 6.000 rekening bank yang terlibat judi online. OJK sangat aktif dalam melakukan edukasi dan literasi di sektor jasa keuangan, baik masyarakat maupun seluruh konsumen di sektor jasa keuangan terkait dengan bahayanya judi online.

Di samping itu, OJK juga memperkuat rezim anti pecucian uang, mulai dari know your customer hingga due diligence. Regulator akan terus berkomitmen untuk memberantas judi online agar bisa lenyap dari lingkungan masyarakat.

“Komitmen dari OJK memberantas judi online yang merusak sendi-sendi kehidupan kita semua.Kita konkretisasi di dalam seluruh kewenangan otoritas jasa keuangan,” tandasnya.

Upaya yang dilakukan OJK ini harus kita dukung ya, Millens! Semoga setelah ini nggak banyak lagi orang yang terjerumus ke dalam kerugian-kerugian akibat judi online! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: