Inibaru.id - Kalau kamu sedang berada di Masjidil Haram, coba deh arahkan pandangan ke sisi atas bangunan Ka'bah yang menghadap ke arah Hijr Ismail. Di sana, kamu akan melihat sebuah talang air yang berkilau. Itulah Mizab Al Rahman, saluran yang bertugas membuang air hujan dari atap Ka'bah agar tidak menggenang.
Tapi, jangan salah sangka, Gez. Di balik fungsinya yang teknis, ada sejarah besar dan kemewahan yang melekat padanya.
Bermula dari Ide Suku Quraisy
Jauh sebelum teknologi bangunan secanggih sekarang, Ka'bah sebenarnya nggak punya atap. Barulah saat Nabi Muhammad SAW berusia sekitar 35 tahun, Suku Quraisy memutuskan untuk merenovasi Ka'bah dan memasang atap untuk mencegah pencurian harta di dalamnya.
Nah, karena sudah punya atap, otomatis butuh saluran air supaya saat hujan deras, airnya nggak merembes. Sejak saat itulah, talang air atau Mi'zab mulai dikenal dalam arsitektur Ka'bah.
Seiring bergantinya zaman dan kepemimpinan, material Mizab Al Rahman pun makin "naik kelas".
- Era Ottoman: Sultan Abdulmejid I pernah mengirimkan talang air dari Konstantinopel (Istanbul) yang berlapis emas pada tahun 1859.
- Era Modern: Talang yang kita lihat sekarang adalah hasil karya tangan (handmade) atas perintah Raja Fahd bin Abdulaziz.
Strukturnya terbuat dari kayu jati tebal yang sangat kuat, lalu dilapisi dengan lembaran emas murni 24 karat di seluruh bagian luarnya. Mewah banget, kan?
Detail Arsitektur yang Unik
Mizab Al Rahman punya dimensi yang cukup besar kalau dilihat dari dekat:
- Panjang: 2,58 meter (sekitar 58 cm tertanam di dinding Ka'bah).
- Lebar: 26 cm.
- Keamanan: Di bagian atas sisi kiri dan kanannya terdapat paku-paku tajam. Eits, bukan buat menakuti orang, ya! Paku ini dipasang supaya burung merpati nggak bertengger dan mengotori talang suci ini.
Menariknya, lokasi jatuhnya air dari Mizab Al Rahman tepat berada di area Hijr Ismail. Bagi banyak jemaah, area di bawah pancuran emas ini diyakini sebagai salah satu tempat paling mustajab untuk berdoa. Ibn Battuta, penjelajah legendaris dunia, bahkan pernah mencatat keindahan dan kesakralan titik ini saat kunjungannya di tahun 1326 Masehi.
Semoga suatu saat kita bisa ikut berdoa di titik ini ya, Gez! (Siti Zumrokhatun/E05)
