BerandaHits
Kamis, 28 Jan 2026 09:01

Menguak Sejarah Es Gabus di Indonesia

Es gabus, jajanan legendaris Indonesia. (Instagram.com/Fridajoincoffee)

Kasus penjual es gabus yang dituduh memakai bahan berbahaya ternyata nggak benar. Jajanan zadul ini pun kembali viral diperbincangkan di media sosial.

Inibaru.id - Belakangan ini, jagat media sosial diramaikan dengan isu soal penjual es gabus yang disebut-sebut memakai bahan yang berbahaya. Kabar tersebut sontak bikin banyak orang kaget, apalagi es gabus dikenal sebagai jajanan zadul yang lekat dengan kenangan masa kecil.

Untungnya, setelah ditelusuri aparat dan tim keamanan pangan, isu itu dipastikan tidak benar. Es gabus yang diperiksa dinyatakan aman dikonsumsi. Meski begitu, polemik tersebut justru membuat es gabus kembali jadi bahan obrolan. Banyak orang lalu bertanya-tanya: sebenarnya dari mana asal-usul es gabus ini?

Jajanan zadul lintas generasi

Es gabus, atau sering juga disebut es kue, merupakan salah satu jajanan tradisional yang sudah eksis sejak puluhan tahun lalu. Popularitasnya paling terasa pada era 1980-an hingga 1990-an, saat pedagang es keliling mudah ditemui di depan sekolah atau di kampung-kampung. Bentuknya khas, dipotong kotak seperti kue lapis dengan lapisan warna-warni yang menggoda mata. Rasanya manis sederhana, teksturnya unik, dan harganya ramah di kantong anak sekolah.

Menariknya, camilan ini punya beberapa sebutan. Ada yang menyebutnya es kue, ada juga yang lebih akrab dengan nama es gabus. Bahkan, pada era 1970-an jajanan ini pernah dikenal sebagai ice cream wafer, sebelum akhirnya nama es gabus lebih populer di telinga masyarakat.

Es gabus populer di era 1980-1990-an. (Instagram @afiqa_cake/Asnida Riani)

Pemilihan nama “es gabus” ternyata bukan tanpa alasan. Jajanan ini dibuat dari campuran tepung hunkwe, santan, dan gula yang dimasak hingga mengental, lalu dibekukan. Saat benar-benar beku, teksturnya kenyal. Namun ketika mulai mencair dan digigit, bagian dalamnya terasa lembut dan berpori, mirip tekstur gabus. Dari sensasi itulah nama es gabus melekat hingga sekarang.

Jejak sejarah sejak masa lampau

Soal asal-usulnya, tidak ada catatan pasti kapan dan di mana es gabus kali pertama dibuat. Namun, banyak yang menyebut jajanan ini sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Jika dilihat dari bahan utamanya, yakni tepung hunkwe, es gabus diduga mendapatkan pengaruh budaya kuliner Tionghoa. Istilah “hunkwe” sendiri berasal dari kata Tionghoa hún-kué, yang merujuk pada tepung kacang hijau.

Ada dua daerah di Indonesia yang dianggap sebagai “kampung halaman” es gabus, yaitu Yogyakarta dan Pontianak. Khusus untuk Pontianak, olahan tepung hunkwe sudah lama digunakan sebagai campuran kudapan manis dan aneka olahan es yang ada di kota ini.

Seiring waktu, es gabus berkembang menjadi jajanan rakyat yang sangat cocok dengan iklim tropis Indonesia. Es ini jadi alternatif murah pengganti es krim yang dulu tergolong mahal.

Meski belakangan viral karena kasus yang cukup nggak mengenakkan, realitanya, es gabus masuk dalam bagian dari cerita kuliner Nusantara. Semoga saja ya, Gez, jajanan ini bakal tetap mudah ditemukan di mana-mana. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: