BerandaHits
Jumat, 27 Mar 2025 17:01

Jelang Lebaran 2025 Harga Mawar Belum Seharum Tahun Lalu, Petani Sumowono: Tetap Alhamdulillah

Petani mawar dari Sumowono, Kabupaten Semarang saat memanen mawar di ladangnya. (Inibaru.id/Zulfa Anisah)

Hingga H-4 Lebaran, harga mawar dari tangan petani yang dijual di Pasar Bunga Bandungan hanya laku kurang dari Rp50 ribu per keranjang. Padahal, pada masa yang sama Lebaran 2024, harganya bisa jauh lebih mahal. Apa penyebabnya?

Inibaru.id – Harapan warga Bandungan dan Sumowono mendapatkan harga jual mawar petik yang mahal pada Kamis (27/3/2025) pagi, pupus. Meski banyak orang sudah berdatangan ke Pasar Bunga Bandungan sejak pukul 04.30 WIB, harga mawar yang kebanyakan dipanen sejak pukul 02.00 WIB tersebut nggak pernah menembus Rp50 ribu per keranjang.

Padahal, hari ini sudah H-4 Lebaran. Pada tahun-tahun sebelumnya, sejak H-5 Lebaran, harga mawar petik sudah berangsur naik dan biasanya mulai menyentuh angka Rp70 ribuan – Rp100 ribuan per keranjang. Warga yang mengharapkan keuntungan dari penjualan mawar untuk bisa membeli banyak keperluan Lebaran pun mulai resah.

“Bahkan jika dibandingkan Kamis biasanya, di luar Ruwah atau jelang Lebaran, harga mawar bisa lebih dari Rp50 ribu. Ini agak mengherankan karena pada Kamis (20/3) lalu juga mawar hanya laku Rp10 ribu per keranjang. Padahal, biasanya permintaan mawar meningkat untuk keperluan nyekar di Kamis sore,” keluh Umi, salah seorang petani mawar dari Sumowono, Kabupaten Semarang.

Layaknya kebanyakan petani di daerah tempat tinggalnya, Umi sudah melakukan pruning dan perawatan lainnya terhadap mawar di ladangnya agar bisa mekar maksimal sejak seminggu jelang Lebaran. Alasannya, tentu saja karena pada momen tersebut, harga jual mawar petik bisa meningkat berkali-kali lipat dari biasanya.

Jelang Lebaran tahun lalu, misalnya, perempuan yang bisa membawa 7-8 keranjang mawar setiap kali menjualnya di Pasar Bunga Bandungan bisa mendapatkan harga Rp100 ribu – Rp200 ribu per keranjang. Saking banyaknya mawar yang mekar di ladangnya, dia bahkan bisa panen 2-3 kali dalam sehari. Makanya, keuntungan yang dia dapatkan jelang Lebaran 2024 lalu menembus jutaan rupiah.

Petani mawar bernegosiasi dengan pengepul untuk mendapatkan harga jual terbaik. (Inibaru.id/Arie Widodo)

“Keuntungan menjual mawar ini seperti THR buat kami untuk keperluan belanja Lebaran. Makanya, kami heran kok pada tahun ini harganya nggak sebagus tahun lalu,” ungkap adik Umi yang membawa 6 keranjang mawar, Khoiriyah.

Keduanya kemudian berasumsi kalau pasokan mawar pada tahun ini jauh lebih melimpah dari sebelumnya. Hukum ekonomi kemudian berlaku, jika pasokan barang berlebih namun permintaan sama, tentu saja harga barangnya akan turun.

“Tahun kemarin banyak mawar yang lomot alias gagal mekar. Mungkin karena hal itu jadi harganya tinggi. Kalau sekarang, hampir semua orang berhasil menjadikan mawarnya mekar semua,” ungkap keduanya diamini tetangga lainnya yang hanya mendapatkan uang Rp310 ribu untuk 7 keranjang mawar, Yani.

Meski begitu, karena mereka juga mampu memanen banyak mawar, setidaknya mampu mengumpulkan sejumlah uang untuk keperluan belanja Lebaran. Makanya, meski harganya nggak sebagus tahun lalu, para petani dari Sumowono tersebut tetap bersyukur.

Apalagi, masih ada 3 hari tersisa jelang Lebaran. Mereka berharap ada pengepul bunga dari daerah lain yang akan berdatangan ke Pasar Bunga Bandungan. Semakin banyak pengepul yang berdatangan, harapannya bakal bikin permintaan meningkat dan berimbas pada harga mawar jauh lebih mahal dari harga sekarang.

Semoga saja harapan tentang harga mawar ini beneran kejadian ya, Millens. Jadi, para petani ini bisa berlebaran dengan senyum secantik mawar yang mereka rawat selama ini. (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: