BerandaHits
Rabu, 10 Okt 2023 17:10

DPRD Jateng Dorong Grand Design Pertanian di Tengah Ancaman Krisis Pangan

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menegaskan bahwa grand design pertanian ini bersifat urgen. (Dokumentasi DPRD Jateng)

Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto mendorong pemerintah provinsi untuk merancang grand design pertanian sebagai respons terhadap ancaman krisis pangan global.

Inibaru.id - Ancaman krisis pangan menjadi semakin serius lantaran berbagai faktor. Karena itu, bidang pertanian perlu dikembangkan. Hal inilah yang menjadi fokus Sumanto, Ketua DPRD Jawa Tengah. Dia mendorong pemerintah provinsi untuk merancang grand design pertanian sebagai respons terhadap ancaman krisis pangan global.

Grand design tersebut melibatkan aspek penting seperti ketersediaan lahan yang memadai, pengairan yang memadai, peningkatan kesejahteraan petani, dan penerapan teknologi pertanian.

Sumanto menekankan urgensi perhatian terhadap ketahanan pangan, mengutip pidato Bung Karno pada 1952 silam yang menyebut pangan sebagai pondasi kehidupan suatu bangsa, yang tetap relevan hingga kini. Tema "Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat" yang diangkat dalam Rakernas IV PDI Perjuangan pada 29 September 2023 juga menyoroti perhatian terhadap isu pangan.

"Soal pangan menjadi krusial saat ini di tengah dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan panjang dan harga pangan naik," ujarnya.

Sumanto juga menyoroti masalah pendapatan petani yang relatif kecil. (Dokumentasi DPRD Jateng)

Politisi PDI Perjuangan tersebut menyebutkan bahwa Indonesia, dengan dua musim yang dimilikinya, dapat mengembangkan pertanian sebagai sektor andalan, mengingat banyak negara maju yang serius menggarap sektor pangan. Jawa Tengah, sebagai salah satu lumbung pangan nasional, menduduki peringkat kedua dalam produksi padi setelah Jawa Timur.

Sumanto menyoroti pentingnya mempertahankan kawasan sawah lestari dengan mengendalikan alih fungsi lahan melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Selain itu, ketersediaan air untuk pertanian perlu ditingkatkan melalui pembangunan waduk dan embung. Meskipun Jawa Tengah sudah memiliki 38 waduk dan 1.135 embung, jumlah tersebut masih dianggap kurang untuk mendukung pertanian mengingat wilayahnya yang luas.

Di samping itu, Sumanto menyoroti masalah pendapatan petani yang relatif kecil, terutama saat harga beras cenderung turun pada masa panen raya. Untuk mengatasi hal ini, dia mendorong pemerintah untuk menyesuaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) agar pendapatan petani setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Dia juga menekankan pentingnya penerapan teknologi pertanian, seperti sistem mina padi yang menggabungkan budidaya padi dan ikan. Melalui langkah ini, diharapkan petani bisa meraih hasil panen padi dan ikan sekaligus, mendongkrak pendapatan mereka. Upaya pengembangan teknologi pertanian juga dapat didorong melalui lembaga penelitian dan inovasi daerah.

"Mina padi ini juga mendorong pertanian organik karena kalau pakai pupuk kimia ikannya akan mati. Pendapatan mereka akan meningkat, setelah 3 bulan panen padi dan ikan bersamaan," ujarnya.

DPRD Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan sektor pertanian dengan mengesahkan peraturan daerah (Perda) yang mendukung petani, seperti Perda Tata Kelola Sistem Pemasaran Hasil Pertanian, Perikanan, dan Produk UMKM, dan Perda Peningkatan dan Pengembangan Balai Ternak, Balai Benih Ikan, dan Balai Benih Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan.

Sebuah grand design yang menarik ya? Semoga bisa terlaksana dengan baik sehingga memberikan pengaruh yang positif bagi petani dan masyarakat Jawa Tengah. (ADV/Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: