BerandaHits
Minggu, 17 Jan 2026 17:38

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

Ilustrasi child grooming. (Freepik)

Kasus child grooming di Jogja ternyata punya pola yang sangat halus dan manipulatif buat menjerat korbannya. Mulai dari PDKT lewat game online sampai bikin korban merasa "si paling dimengerti", yuk kenali tanda-tandanya sebelum terlambat.

Inibaru.id - Istilah child grooming lagi jadi topik hangat di media sosial setelah Aurelie Moeremans merilis buku "Broken Strings" yang menceritakan pengalaman pribadinya. Tapi tahu nggak sih, Gez, kalau di Yogyakarta sendiri kasus ini juga nyata terjadi dan polanya sangat halus?

Ketua KPAID Kota Yogyakarta, Sylvi Dewajani, membeberkan kalau grooming adalah taktik awal predator sebelum melakukan kejahatan yang lebih parah. Yuk, kita bedah polanya biar makin waspada!

Sylvi menjelaskan kalau grooming itu semacam "pemanasan" buat pelaku sebelum melancarkan aksi jahatnya.

“Grooming ini biasanya adalah langkah awal dari para pelaku untuk bisa melancarkan aksinya, seperti kekerasan seksual, eksploitasi dan juga scamming (memalak atau meminta uang),” kata Sylvi.

Menurutnya, pelaku sering banget mengincar anak yang punya pandangan negatif terhadap dirinya sendiri. Efeknya ngeri, korban jadi merasa sangat terikat secara emosional dan nggak bisa menilai situasi secara jernih.

“Lebih dari bucin. Sangat percaya tidak ada orang lain yang lebih bisa diandalkan,” paparnya.

Kenali Perubahan Perilakunya

Amati perubahan perilaku anak. (via Bright Canary)

Kalau kamu punya teman atau adik yang tiba-tiba berubah, coba lebih peka ya, Gez. Sylvi menyebutkan kalau korban biasanya jadi lebih labil, sering cemas, dan yang paling mencolok adalah menarik diri dari lingkungan.

Selain itu, ada perubahan perilaku, biasanya menjadi labil emosinya, cemas, sensitif dan yang paling sering menarik diri. Seringkali korban merasa bahwa pelaku adalah ‘orang yang paling mengerti korban.

Sayangnya, kasus yang terlapor ke KPAID baru fenomena gunung es saja. Mayoritas korbannya adalah remaja awal di bangku SMP dan SMA.

Konselor Hukum LSM Rifka Annisa, Nurul Kurniati, juga membagikan data yang nggak kalah bikin merinding. Dalam tiga tahun terakhir, ada kasus ngeri yang berawal dari komunikasi di game online.

“(Kasus 2025) Pelaku komunikasi intens sampai korban mengirimkan video porno ke pelaku dan pelaku menyampaikan kalau dengan video ini kamu bisa menjualnya jadi ada unsur eksploitasi seksual,” kata Nurul.

Nurul menambahkan kalau banyak korban terlambat sadar karena mereka nggak paham gimana batasan relasi yang sehat itu.

Peran Penting Orang Terdekat

Biar nggak makin banyak korban berjatuhan, Nurul menyarankan orang tua dan lingkungan sekolah buat lebih intens membangun kedekatan dengan anak, terutama soal penggunaan gadget.

“Melalui dari orang tua membangun kedekatan dengan anak baik secara emosional dan komunikasi yang intens terutama dalam penggunaan gadget ataupun bermedia sosial dengan cara edukasi ke anak tentang batasan-batasan, komunikasi terbuka, memantau aktivitas online anak, kenali lingkungan anak atau pertemanan dan membangun kepercayaan diri kepada anak,” tutupnya.

Pada akhirnya, memutus rantai grooming bukan cuma tugas satu orang, melainkan tanggung jawab kita semua mulai dari orang tua, sekolah, hingga masyarakat. Yuk, beri anak-anak kita perhatian yang layak mereka dapatkan biar nggak ada celah dimasuki orang jahat. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

11 Jan 2026

Waroeng Sate Pak Dul Tjepiring, Tempat Makan yang Juga Museum Mini

11 Jan 2026

Bahaya yang Mengintai saat Anak Terlalu Cepat Diberi Gawai

11 Jan 2026

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

11 Jan 2026

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

11 Jan 2026

Musim Hujan Bikin Para Ibu Gampang Capek dan Baperan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

11 Jan 2026

Menilik Keindahan Curug Merak di Kabupaten Temanggung

12 Jan 2026

Cara Naik Kereta 36+3 di Jepang yang Santai dan Kaya Pemandangan Indah

12 Jan 2026

Belenggu Musim Baratan bagi Nelayan; Gagal Melaut dan Terjerat Lintah Darat

12 Jan 2026

Koperasi hingga Budi Daya Ikan, Upaya Pemkot Bantu Nelayan Semarang hadapi Paceklik

12 Jan 2026

3 Kode dari Tubuh Kalau Kamu Alami Intoleransi Gluten!

12 Jan 2026

Akses Jalan Mulai Terbuka, Desa Tempur Jepara Perlahan Bangkit Pascalongsor

12 Jan 2026

'Project Y', Film Korea Terbaru yang Duetkan Aktris Papan Atas Korea Han So-hee dan Jun Jong-seo

13 Jan 2026

Cerita Legenda Puncak Syarif di Gunung Merbabu

13 Jan 2026

Merti Sendang Curug Sari dan Kampanye 'Nggodog Wedang' Warga Pakintelan Semarang

13 Jan 2026

In This Economy, Mengapa Orang Masih Berburu Emas meski Harga Sudah Tinggi?

13 Jan 2026

Riset Ungkap Kita Sering Merasa Kebal dari Dampak Perubahan Iklim

13 Jan 2026

Bolehkah Makan Malam Cuma Pakai Buah?

13 Jan 2026

Sebenarnya, Boleh Nggak Sih Merokok di Trotoar Kota Semarang?

14 Jan 2026

Paradoks Memiliki Anak di Korea, Dianggap Berkah Sekaligus Kutukan Finansial

14 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: