BerandaFoto Esai
Senin, 1 Agu 2021 08:56

Menjalani Profesi Rope Access, Sehari-hari Bergantung pada Seutas Tali di Ketinggian

Nggak banyak yang tahu siapakah yang memasang baliho di ketinggian atau spanduk di dinding gedung belasan lantai di Kota Semarang. Inilah pekerjaan para rope access, yang sehari-hari bergelantungan pada seutas tali di ketinggian.

Inibaru.id - Ketenangan terpancar jelas di wajah Firdaus, padahal dia tengah bergelantungan pada seutas tali di salah satu sisi gedung setinggi puluhan meter di Kota Semarang. Lelaki asal Brebes ini agaknya sudah terbiasa, berbeda dengan saya yang bahkan nggak berani untuk melongok ke bawah.

Sore itu, Rabu (28/7/2021), saya sengaja mengikuti keseharian Firdaus yang berprofesi sebagai rope access. Rope Access sejatinya merupakan teknik bekerja di ketinggian dengan alat bantu utama berupa tali. Namun, istilah itu kemudian merujuk pada profesi yang bekerja dengan teknik tersebut.

Dalam melakukan pekerjaannya, rope access membutuhkan kemampuan teknik panjat tebing dan caving yang oke. Di Amerika dan Eropa, pekerjaan ini bahkan hanya bisa dilakukan oleh profesional bersertifikat.

Laiknya kebanyakan rope access, Firdaus juga mempunyai keahlian panjat tebing yang bisa dibilang mumpuni. Keahlian pemuda yang masih tercatat sebagai mahasiswa di Universitas PGRI Semarang ini didapatkannya setelah dia ikut organisasi mahasiswa pencinta alam (mapala) di kampusnya.

“Penasaran pada kegiatan alam liar dan aktivitas ekstrem bikin saya ikut mapala. Habis itu jadi hobi naik gunung dan panjat tebing," terangnya di sela-sela menyelesaikan pekerjaan di Gedung Pemerintah Kota Semarang. "Dari hobi, sekarang malah jadi pekerjaan!”

Saya yakin, nggak semua orang mampu berada di posisi Firdaus. Lelaki yang di lingkar pertemanannya juga kerap diledek dengan nama Tukiman itu pun mengakui, butuh latihan intensif dan nyali yang sangat besar untuk bisa melakoni pekerjaan ini.

Kendati enggan menyebutkan besaran honor yang didapatkannya secara keseluruhan, dari cara bicaranya saya bisa melihat bahwa pendapatan Firdaus cukup lumayan.

Diupah Per Proyek

Untuk satu proyek, Firdaus diupah hingga jutaan rupiah. Lelaki murah senyum tersebut memang nggak menyebutkannya secara detail dan memilih tergelak saat saya menanyakan honornya, tapi dari cara bicaranya, gaji dia agaknya cukup berbanding lurus dengan risiko pekerjaan yang diembannya.

Proyek yang dijalani Firdaus cukup variatif, mulai dari memasang baliho atau bendera, mengecat tembok, hingga membersihkan kaca atau dinding. Status pekerjaannya hanyalah paruh waktu lantaran masih kuliah. Dia bekerja di CV Edelweis Summit Indonesia.

Dalam menjalankan proyek tersebut, Firdaus nggak sendirian. Dia setim bersama tiga rekan lain. Oya, masing-masing dari mereka mengemban tugas yang berbeda. Ada yang mengurusi logistik, memantau dari luar gedung, dan bertindak sebagai koordinator lapangan.

Rekan setim Firdaus salah satunya bernama Aji. Lelaki yang mengaku lebih lama menekuni profesi rope access ketimbang Firdaus itu bertindak sebagai koordinator lapangan. Sore itu Aji bertugas membandu ketiga rekannya memasang bendera di dinding Gedung Lokakrida Pemkot Semarang.

“Ini memang pekerjaan yang berisiko, tapi dijalani dengan mental kuat dan tingkat pengamanan tinggi, saya kira akan aman,” ujar Aji di dalam gedung. Tangannya tak lepas dari HT yang menjadi sarana komunikasi dengan ketiga anggota timnya.

Bagi Aji, bergelantungan di ketinggian punya sensasi tersendiri. Sensansi tersebut sangat jarang didapat orang lain dengan profesi yang nggak semenantang dirinya. Inilah yang membuat Aji selalu menikmati profesinya tersebut.

“Selama di ketinggian, saya bisa lihat pemandangan yang jarang dilihat orang; mulai dari lanskap kota gedungnya sampai hamparan pemandangan alam yang selalu indah,” terang alumnus Universitas PGRI itu, lalu tertawa.

Berbeda dengan Aji dan Firdaus, agaknya saya kurang kuat berlama-lama menemani mereka bergelantungan di ketinggian. Ngilu! Ha-ha.

Kendati singkat, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga sore itu. Aji dkk mengajari saya bahwa pengaman terbaik dari sebuah tim adalah kerja sama yang baik. Saling menjaga dan harus saling memercayai, itulah kuncinya! (Triawanda Tirta Aditya/E03)

Inilah Aji, salah satu rope access yang sedang bersiap memasang bendera di dinding gedung berlantai tujuh di Kota Semarang.<br>
Pekerjaan yang ekstrem juga disertai sensasi melihat pemandangan indah di ketinggian.<br>
Kaki dari Aji hanya berjarak sekitar semeter dari pinggir dinding tanpa pembatas.<br>
Aji harus masuk dari ruangan ASN gedung Pemkot Semarang.<br>
Kerja sama tim adalah kunci keberhasilan di sini.<br>
Bergelantungan di ketinggian, tali harus benar-benar kuat agar keselamatan terjamin.<br>
Proses pemasangan bendera.<br>
Lanskap Gedung Pemkot Semarang yang tengah dipasangi bendera.<br>
Mereka berkoordinasi dengan HT.<br>
Butuh ketenangan dan nyali yang besar.<br>

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: