BerandaAdventurial
Jumat, 1 Sep 2022 10:22

Pulau Nyamuk di Karimunjawa, Dihuni Sedikit Warga dari Banyak Suku

Pulau Nyamuk di Karimunjawa memiliki luas 125 hektare dan dihuni oleh sekitar 650 jiwa. (Twitter/Jambrong_karjaw)

Pulau Nyamuk masuk wilayah Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pulau yang cukup terpencil ini hanya dihuni 650 warga dan memiliki satu sekolah SD. Seperti apa ya kehidupan di pulau ini?

Inibaru.id - Karimunjawa merupakan daerah yang terdiri atas pulau-pulau kecil di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Daerah ini terkenal memiliki pesona wista taman laut yang indah dan mampu menarik para wisatawan.

Terdiri atas banyak pulau, masing-masing pulau kecil di sana mempunyai keistimewaan. Satu pulau bakal kita ulas berikut ini adalah Pulau Nyamuk.

Pulau sekaligus desa ini ukurannya cukup kecil, sekitar 125 hektare saja. Konon, ukurannya yang kecil inilah yang membuat orang menamainya Pulau Nyamuk.

“Ada yang menyebut nama Nyamuk itu karena pulaunya dari jauh kelihatan kecil, seperti nyamuk,” ungkap Kepala Desa Nyamuk Muazis sebagaimana dilansir dari Detik, Jumat (13/5/2022).

Meski begitu, ada versi lain dari penamaan pulau yang hanya bisa diakses dengan perjalanan dua jam dengan kendaraan laut dari pusat Kecamatan Karimunjawa ini. Hal ini terkait dengan adanya petilasan Mbah Sumur Wali di sana.

“Ada juga yang bilang kalau Nyamuk itu singkatan dari nyantri mukti. Artinya santri yang tertib. Santrinya Syah Abdullah atau Mbah Sumur Wali yang petilasannya ada di sini,” lanjut Muazis.

Dihuni 650 Jiwa, dari Berbagai Suku

Sebagian warga Pulau Nyamuk berprofesi sebagai nelayan. (Insanwisata/Reza Nurdiana)

Meski secara administratif Desa Nyamuk sudah memiliki pemerintahan sendiri, jumlah warganya cukup sedikit untuk ukuran desa. Hanya 650 warga atau 206 KK yang tinggal di pulau yang terbagi dalam 2 RW dan 4 RT tersebut. Mereka berasal dari Suku Jawa, Madura, Bugis, dan Buton.

Kombinasi dari jumlah warga yang sedikit dan ukuran pulau yang kecil membuat kawin silang antar-suku lazim terjadi di Pulau Nyamuk. Di sini, bukan hal yang aneh melihat seorang anak memiliki orang tua dari Suku Buton dan Madura.

“Sebagian warga dari luar Jawa adalah pelaut yang singgah di Pulau Nyamuk,” ucap Muazis dilansir dari Tribunjateng, Sabtu (14/5).

Transportasi menuju Pulau Nyamuk hanya seminggu sekali. (Ksdae.menlhk)

O ya, di desa yang baru berdiri pada 8 Agustus 2011 tersebut, hanya ada satu sekolah, yaitu SD Negeri 3 Parang. Mengapa namanya Parang? Karena sebelumnya Pulau Nyamuk masuk wilayah Desa Parang.

Karena hanya ada jenjang pendidikan SD di sana, anak-anak dari Pulau Nyamuk yang pengin melanjutkan pendidikan ke SMP atau SMA harus merantau ke Pulau Karimunjawa, bahkan ke Kabupaten Jepara yang jaraknya cukup jauh.

Saking terpencilnya pulau ini, listrik juga baru dipasok dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Rute transportasi terbatas dari Karimunjawa-Nyamuk-Parang dan nggak bisa setiap hari.

“Jadwalnya seminggu sekali. Senin (berangkat) dari Karimunjawa menuju Nyamuk dan Parang. Rabu pagi kembali dari Parang, mampir ke Nyamuk, lalu ke Karimunjawa. Tarif kapalnya Rp 35 ribu dan asuransi Rp 2 ribu,” pungkas Muazis.

Hm, meski jauh dari mana-mana, sepertinya ketenangan Pulau Nyamuk cocok buat healing, nih. Kamu yang menyukai perpaduan indahnya alam dan ketenangan bisa mencoba traveling ke sini, Millens? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: