BerandaAdventurial
Kamis, 24 Feb 2021 17:36

Mendaki Nglanggeran, Gunung Terpendek di Indonesia, Tips Hiking untuk Pemula!

Pemandangan di puncak Nglanggeran, gunung terpendek di Indonesia. (Instagram/the_freerider)

Mendagi Nglanggeran nggak butuh persiapan khusus. Dengan ketinggian hanya sekitar 700 mdpl, gunung api purba yang masuk daftar gunung terpendek di Indonesia, cocok banget untuk kamu yang belum berpengalaman tapi pengin menikmati sensasi naik gunung. Inilah tips hiking untuk pemula!

Inibaru.id – Berbeda dengan kebanyakan gunung yang menjulang tinggi, puncak Gunung Nglanggeran berketinggian nggak lebih dari 700 mdpl. Namun, siapa menyangka gunung "imut" yang berlokasi di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul ini telah berusia sekitar 60 juta tahun?

Gunung Nglanggeran termasuk gunung api purba. Kendati mungil, gunung ini memiliki bentuk yang molek dengan dominasi batuan aglomerat dan breksi gunung api sebagai pembentuknya. Selain itu, pelbagai mitos juga tersimpan di dalamnya.

Konon, Nglanggeran merupakan tempat pembuangan orang-orang yang merusak wayang. Masyarakat setempat percaya, bukit purba ini dijaga tokoh pewayangan Punokawan. Pada malam pergantian tahun Jawa atau Jumat Kliwon, nggak sedikit orang melakukan pertapaan di puncak gunung tersebut.

Eits, tapi kita nggak mau menyoal tentang mitos itu, lo! Sebagai gunung yang nggak tinggi-tinggi banget, tantunya nggak sulit bagi siapa pun untuk melakukan pendakian di Gunung Nglanggeran. Bahkan, untuk mencapai puncak, kamu butuh sekitar 45 menit hingga satu jam saja.

Namun, jarak tempuh yang singkat dan ketinggian yang nggak seberapa bukan berarti kamu nggak perlu mengenal gunung yang merupakan bagian dari Pegunungan Baturagung ini. Apa saja yang perlu kamu ketahui?

Dipenuhi Bebatuan Karst

Gunung Nglanggeran dipenuhi batuan karst. (Instagram/noviralarassati)

Gunung Nglanggeran terdiri atas bebatuan karst. Meski masuk dalam jenis gunung berapi, gunung ini sudah lama sekali nggak aktif sehingga aman untuk didaki siapa saja, termasuk orang yang baru kali pertama mendaki gunung.

Untuk mendaki gunung ini, kamu nggak membutuhkan waktu lama. Namun, lantaran terbentuk dari batuan karst, kamu agaknya perlu mengenakan pakaian yang bakal melindungimu dari kerasnya bebatuan, termasuk memakai sepatu yang sesuai untuk mendaki gunung.

Selain itu, kamu juga harus benar-benar menyiapkan fisik karena kontur pendakiannya yang cukup menanjak untuk mencapai puncak gunung masuk dalam bagian Geopark Gunung Sewu yang ditentukan oleh UNESCO tersebut.

Lorong-Lorong yang Sempit

Jalur pendakian Gunung Nglanggeran melewati banyak lorong. (Twitter/SandwichJunior)

Saat memulai pendakian, kamu akan melewati Pendopo Joglo Kalisongo. Setelahnya, kamu bakal naik anak tangga dan melalui Song Gudel, sebuah lorong buntu dengan atap bebatuan raksasa. Setelah melewatinya, kamu harus bersiap dengan jalanan berbatu yang menanjak.

Lorong-lorong sempit pun akan kamu lalui. Salah satunya adalah Lorong Sumpitan yang telah dilengkapi dengan anak tangga kayu. Di sini, kamu akan melihat sejumlah batu yang terjepit di antara lorong.

Usai melewati Lorong Sumpitan pertama, kamu akan tiba di Gunung Bagong, semacam tanah lapang yang cukup luas dan dipenuhi rumput hijau. Kamu bisa beristirahat di sini sebelum melanjutkan pendakian.

Setelah itu, kamu akan memasuki Lorong Sumpitan kedua. Di sini, jalanannya sangat sempit dan berupa bebatuan keras. Setelahnya, kamu akan melewati pepohonan tinggi dan akhirnya tiba di puncak gunung.

Rasa Lelah yang Terbayarkan

Puncak Gunung Nglanggeran. (Instagram/eliavetty)

Pemandangan di puncak Gunung Nglanggeran sangat luar biasa. Sejumlah orang bahkan sengaja berkemah di sana demi menikmati momen sunrise dan sunset. Kalau tertarik melakukan hal serupa, bawa sendiri dari rumah ya, karena di tempat itu nggak ada yang menyewakan.

Kalau mau menginap, kamu juga harus menyediakan makanan sendiri. Oya, jangan meninggalkan sampah apa pun di tempat itu. Cukup kenangan saja yang ditinggalkan ya! Ha-ha.

Gunung Api Purba Nglanggeran berjarak sekitar 25 kilometer atau satu jam perjalanan dari Kota Yogyakarta. Untuk melakukan pendakian, nantinya kamu bakal dimintai tiket masuk sekitar Rp 25 ribu. Murah, kan?

Nah, itulah beberapa tips hiking untuk pemula yang perlu kamu ketahui saat mendaki Nglanggeran. Tertarik mendaki salah satu gunung terpendek di Indonesia ini, Millens? (Kum/IB09/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: