BerandaKulinary
Sabtu, 11 Jan 2019 13:30

Wedang Jahe Rempah Mbah Jo, Tetap Mampu Hangatkan Pelanggan hingga Sekarang

Menumbuk rempah-rempah (Inibaru.id/ Muhammad Adiatma)

Di tengah beragamnya olahan minuman kekinian, warung Wedang Rempah Mbah Jo masih eksis melayani pelanggan setianya. Bertahannya olahan minuman tradisonal ini nggak lepas dari perjuangan keras pendirinya.

Inibaru.id - Jalan panjang dilalui Tugiyo untuk membesarkan Wedang Jahe Rempah Mbah Jo, terlebih di tengah modernitas yang juga berimbas pada kuliner. Namun, konsistensi yang dibangunnya mampu mengubah anggapan bahwa usaha kuliner nggak harus mati-matian dikonsep kekinian untuk diterima pasar.

Nggak hanya bertahan, kedai yang berlokasi di Jalan Menteri Supeno, Mugassari, Semarang Selatan, Semarang, ini bahkan masih ramai dikunjungi pelanggan setianya. Tua-muda, cowok-cewek, semua bersedia mengantre demi segelas minuman hangat yang konon mampu menyembuhkan pelbagai penyakit itu.

Tugiyo menuturkan, nggak mudah mempertahankan usaha olahan minuman tradisional tersebut. Awal mula mendirikan usaha, lelaki asal Kabupaten Sukoharjo itu hanya mampu menghabiskan nggak lebih dari satu kilogram jahe saban minggu.

Meracik wedang jahe rempah. (Inibaru.id/ Muhammad Adiatma)

Bermodal warung pemberian pemerintah kota, Tugiyo mencoba bertahan dengan menyajikan dua menu andalan, yakni wedang jahe geprak gula batu dan jahe geprak gula jawa. Selanjutnya, dia berinovasi dengan menyajikan menu yang kini jadi andalannya, yakni wedang jahe rempah.

Menciptakan racikan wedang jahe rempah nggak muncul begitu saja, Millens. Butuh beberapa kali percobaan untuk Tugiyo hingga akhirnya mendapat racikan yang pas dan khas. Tiap percobaan dia ujikan ke pelanggan hingga ketemu racikan yang paling sesuai.

"Pada racikan terakhir, mereka (pelanggan) merasakan badan yang segar setelah meminumnya. Nah, racikan jahe rempah itu bertahan hingga sekarang,” ujar Tugiyo.

Wedang jahe rempah. (Inibaru.id/ Muhammad Adiatma)

Untuk menumbuk rempah, hingga kini Tugiyo mengaku masih memakai peralatan tradisional dari batu. Rempah yang telah digeprek itu kemudian dilarutkan dalam air dan diberi tambahan gula batu. Rasanya? Harum di hidung, manis di lidah, hangat di tubuh!

Nurul Diah adalah salah seorang pelanggan yang telah merasakan khasiatnya. Menurutnya, mengonsumsi wedang jahe rempah membuat badannya terasa hangat. Dia mengaku lebih menyukai racikan herbal dan tradisional seperti di Mbah Jo karena nggak memiliki efek samping.

"Menu favorit saya Jahe Rempah dan Wedang Uwuh," kata Nurul.

Sementara, Subhan, pelanggan lain, menjadikan wedang jahe rempah di Mbah Jo sebagai andalan saat tubuhnya terasa pegal-pegal atau kondisi badannya kurang sehat.

"Badan terasa segar kembali setelah mengonsumsi wedang jahe rempah," ujarnya.

Lelaki yang juga seorang atlet sepeda itu menuturkan, wedang jahe rempah Mbah Jo juga diklaimnya mampu membuat tubuhnya terus tampil prima dalam setiap kompetisi balap sepeda yang diikutinya.

Pelanggan warung jahe rempah mbah jo. (Inibaru.id/ Muhammad Adiatma)

Minuman di Wedang Jahe Rempah Mbah Jo dijual dengan harga yang cukup terjangkau, yakni di kisaran Rp 6.000-7.000 saja. Karena nggak menggunakan pengawet, wedang di Mbah Jo hanya bertahan antara 3-4 hari saja, asal berada di lemari pendingin.

Sementara, kalau kamu membeli yang belum diseduh, racikan rempah itu bisa bertahan lebih lama, yakni hingga tiga bulan.

Nah, gimana, Millens? Butuh kehangatan, datang saja ke Wedang Jahe Rempah Mbah Jo! (Muhammad Adiatma/E03)

 

Warung Jahe Rempah Mbah Jo

Kategori               : Street food

Alamat                 : Jalan Menteri Supeno, Semarang, Jawa Tengah

Jam Buka             : Senin–Jumat Pukul 06.00–23.00 WIB

                             Sabtu Libur

                             Minggu Pukul 17.00–23.00 WIB

Harga Menu          : Rp 1.000 s.d. Rp 8.000

 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: