BerandaKulinary
Jumat, 28 Apr 2022 15:10

Tergelitik Kenikmatan Satai Laler Khas Rembang yang Unik

Satai laler khas Rembang, lengkap dengan nasi yang dibungkus dengan daun jati. (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Kalau main ke Rembang, Jawa Tengah, jangan lupa mencicipi satai laler ya? Tenang, meski laler artinya adalah lalat dalam Bahasa Jawa, satai ini sama sekali nggak terbuat dari lalat kok.

Inibaru.id – Dalam Bahasa Jawa, laler berarti lalat. Tapi, satai laler khas Rembang, Jawa Tengah ini sama sekali nggak terbuat dari lalat. Lantas, mengapa diberi nama itu, ya?

Jadi ya, satai laler khas Rembang ini sebenarnya terbuat dari daging kambing. Nah, daging kambing ini dipotong kecil-kecil. Orang-orang pun menganggap potongan daging yang kecil ini sekecil lalat. Karena alasan inilah namanya seperti itu.

Kalau kamu penasaran dengan satai ini, datang saja ke Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Salah satu lokasi yang cukup populer untuk berburu kuliner ini adalah di Jalan Kartini. Biasanya sih, para pedagang satai laler sudah mulai buka sejak petang dan baru menutup lapaknya pada dini hari, Millens.

Salah seorang penjualnya adalah Suparlan. Dia menjual satai laler di sebuah gerobak yang dipikul.

“Saya jualan di sini sejak tahun 90-an. Dari rumah dipikul, terus tinggal gelar tikar, sudah. Nanti baru tutup sekitar jam 2 sampai jam 3 pagi, tergantung sudah habis atau belum,” ungkap Suparlan, Januari 2018 lalu.

Penjual satai laler pikulan yang membuka lapak di trotoar atau emperan toko di Rembang. (wonogiri.pikiran-rakyat.com)

Lantas, apa sih keistimewaan satai laler dibandingkan dengan satai kambing pada umumnya? Sebenarnya sih ya, satai ini nggak jauh beda kok karena disajikan dengan sambal kecap, irisan tomat, serta bawang merah. Yang bikin beda tentu adalah irisan dagingnya yang kecil-kecil. Selain itu, nasi yang disajikan bersama dengan satai laler dibungkus dengan daun jati muda. sehingga memiliki aroma yang khas. Maklum ya Millens, Rembang dikenal sebagai wilayah yang kaya akan pohon jati.

“Ini (potongan daging satai laler) lebih kecil dan pasti ada gajih di bagian tengah satainya. Dengan ukuran yang kecil ini kan bisa lebih mudah (dimakan) dan nyaman di mulut,” terang pedagang yang berasal dari Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Rembang, tersebut.

Oya, kalau kamu membeli di penjual satai pikulan yang menggelar dagangannya di trotoar atau emperan toko seperti Suparlan, bakal diberi satai yang disajikan pada piring tanah liat. Unik banget, ya?

Harga satu porsi satai laler juga nggak mahal kok. Biasanya hanya sekitar Rp 12 ribu untuk 10 tusuk. Kalau mau makan dengan nasi yang dibungkus daun jati, bakal dikenakan biaya Rp 3 ribu. Dijamin puas deh.

Tertarik makan satai laler khas Rembang, Millens? (Det/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: