BerandaKulinary
Senin, 27 Jul 2025 11:01

Mengenal 11 Tahapan Pembuatan Horog-horog, Kuliner Khas Jepara

Sebelum sampai ke pembeli, horog-horog dibuat dengan melewati 11 tahapan pembuatan. (Jatenglive/Sportouris)

Di balik tampilan horog-horog yang sederhana, proses pembuatannya ternyata cukup rumit dan membutuhkan waktu cukup lama, lo. Makanya, kuliner khas Jepara ini punya cita rasa yang menarik.

Inibaru.id - Kalau kamu mampir ke Kabupaten Jepara, coba deh cari makanan bernama horog-horog. Bentuknya mirip jenang atau jadah, kenyal-kenyal gurih, dan biasa jadi pelengkap bakso, pecel, atau bahkan satai. Tapi tahu nggak sih? Di balik kelezatannya, horog-horog ternyata melewati 11 tahapan rumit yang bikin siapa pun angkat topi untuk para pembuatnya.

Jejak Horog-Horog di Desa Menganti

Horog-horog bukan sekadar kuliner khas Jepara pada umumnya. Di Desa Menganti, Kecamatan Kedung, makanan ini jadi identitas sekaligus mata pencaharian utama warga. Nggak heran kalau sebuah gang kecil di RT 11 RW 3 desa ini dijuluki “Kampung Horog-Horog”. Meski dari luar gang yang tampak cuma tumpukan kayu mebel, begitu masuk ke gang, barulah kita bisa menyaksikan langsung aktivitas warga mengolah tepung aren jadi horog-horog.

11 Tahapan Penuh Ketelatenan

Menurut Kodar, Ketua Paguyuban Horog-Horog Sarma dari kampung tersebut, proses pembuatan horog-horog memang butuh waktu dan ketelatenan ekstra. Bahkan, satu adonan bisa dikerjakan selama dua hari kalau mau hasil yang benar-benar bagus.

"Satu hari sebenarnya juga bisa. Tapi kami mengutamakan kualitas, makanya sebaiknya dua hari," ucap Kodar sebagaimana dilansir dari Joglojateng, Senin (21/7/2025).

Proses pembuatan horog-horog yang cukup rumit dan panjang. (Joglojateng/Lia Barokatus Solikah)

Memangnya, ngapain saja sih sampai waktu pembuatannya selama itu? Biar nggak bingung, intip apa aja ya tahapan pembuatannya berikut ini!

  • Pencucian Tepung Aren

Proses ini dilakukan selama 2-3 jam dan harus diulang 3-4 kali. Tujuannya? Supaya tepung benar-benar bersih dan nggak gampang basi.

  • Pengeringan dengan Abu Dapur

Bukan dijemur biasa di bawah sinar matahari, tepung bahan horog-horog ditaruh di atas abu dapur. Abu ini menyerap kelembapan tanpa mengubah warna dan bau tepung.

  • Penyisiran Tepung

Setelah kering, tepung disisir supaya hasilnya lebih halus dan mudah diolah.

  • Pengukusan Setengah Matang

Dengan menggunakan wajan yang terbuat dari bahan tanah liat, tepung dikukus hingga setengah matang. Proses ini penting untuk menjaga tekstur kenyalnya nanti.

  • Pendinginan Alami

Setelah dikukus, adonan harus didinginkan terlebih dulu sebelum kemudian direndam di dalam air garam.

  • Perendaman di Dalam Air Garam

Tahapan inilah yang bikin rasa gurih khas horog-horog muncul. Adonan direndam sampai mengembang.

  • Pengendapan dan Kristalisasi

Adonan yang direndam juga akan berubah bentuk jadi sedikit mengkristal. Ini tanda adonannya siap masuk tahap selanjutnya.

  • Penghancuran Adonan

Setelah mengembang, adonan dihancurkan jadi remah-remah halus.

  • Pengukusan Ulang

Setelah itu, adonan dikukus lagi hingga warnanya mengilap dan teksturnya lebih kenyal.

  • Pengepakan Manual

Biasanya adonan yang sudah dikukus kemudian dibentuk dan dikemas dalam ukuran 1,5 kg per bungkus. Nah, adonan ini siap dijual dengan harga sekitar Rp25 ribu per bungkus.

  • Distribusi ke Pasar

Hasil horog-horog dijual ke pedagang bakso atau pasar tradisional di Jepara. Proses distribusi ini selain dilakukan para pengrajin, juga dilakukan para tengkulak, Gez!

Saat ini, setidaknya ada 47 warga yang tergabung dalam Paguyuban Sarma. Dari jumlah itu, 25 orang adalah pengrajin aktif. Sisanya? Tengkulak yang mengurus bahan baku hingga penjualan. Merekalah yang mempertahankan tradisi pembuatan horog-horog yang diyakini sudah eksis sejak puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu.

Jadi, lain kali jia kamu menyantap horog-horog, ingat ya, ada 11 proses panjang di balik tekstur kenyal dan rasa gurihnya. Nggak heran kalau kuliner khas Jepara ini patut banget untuk dilestarikan! (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: