BerandaKulinary
Senin, 3 Agu 2025 11:01

Lezatnya Sup Ayam Legendaris di Warung Sup Pak Mamik Baledono, Purworejo

Sup Ayam Pak Mamik yang melegenda di Kabupaten Purworejo. (Akhmad Dhuha)

Warng Sup Pak Mamik di Kabupaten Purworejo sudah berjualan sup ayam istimewa sejak 1965. Seperti apa ya keistimewaan dari tempat makan yang satu ini?

Inibaru.id - Pagi itu, udara Kabupaten Purworejo masih sejuk saat saya memutuskan menyusuri jalan kecil di tengah perkampungan Baledono, tepatnya di Jalan Singodranan. Tujuan saya satu, yaitu Warung Sup Pak Mamik.

Konon ini adalah salah satu hidden gem kuliner legendaris di Purworejo. Makanya, tempat ini direkomendasikan begitu banyak orang dari kabupaten yang berbatasan dengan Kulon Progo, DIY tersebut.

Awalnya, saya kira tempat makan ini hanya menyediakan sup ayam pada umumnya. Tapi, ternyata saya salah besar.

Warungnya memang sederhana, terletak di gang sempit yang hanya bisa diakses sepeda motor atau berjalan kaki dari sekitar Pasar Baledono. Tak ada papan nama mencolok, hanya kerumunan orang yang sabar mengantre sambil menghirup aroma kaldu yang menggoda.

Saya sempat ragu apakah datang kepagian, karena saat itu baru pukul 06.15 pagi. Tapi ternyata antrean sudah mengular! Pak Mamik yang sudah sepuh melayani sendiri para pelanggan dengan ketelatenan yang bikin saya salut.

Begitu sup ayam kampung tersaji di meja, lengkap dengan perkedel kentang dan sambal, saya langsung tahu kenapa banyak yang rela antre. Kuahnya ringan, tapi aroma rempahnya kuat. Rasa gurih dan sedikit manis dari kaldu yang dimasak dengan arang sejak subuh benar-benar menyatu sempurna.

Pak Mamik saat menyajikan sup ayam andalannya. (Agus Sri Hardono)

Saat saya suapkan nasi hangat yang dicampur soun, kol, suwiran ayam kampung, daun seledri, dan bawang goreng, semuanya terasa "klik". Apalagi dengan adanya tambahan topping ayam semur yang mantap.

Ada satu hal yang bikin saya makin kagum. Di dapur belakang, saya melihat sendiri proses memasaknya masih memakai kuali besar yang dipanaskan dengan arang. Kata salah satu pengunjung lainnya, dulu kuali dan tungku arang ini bahkan dipikul setiap hari dari rumah Pak Mamik tatkala masih menjual dagangannya secara keliling sejak 1965. Sekarang, kuali tersebut tetap digunakan di warung sebagai bentuk kesetiaan pada rasa dan tradisi.

Harga makanannya? Ramah banget di kantong. Satu porsi sop ayam lengkap hanya Rp25.000-an. Kalau ingin tambahan topping semur ayam, ati ampela, atau uritan (telur muda), tinggal pilih. Saya dan tiga teman makan berempat, lengkap dengan segala topping, cuma habis sekitar Rp90 ribu. Rasanya seperti makan di rumah sendiri, tapi lebih istimewa.

Saran saya, kalau ingin datang ke Warung Sop Pak Mamik, usahakan datang pagi-pagi benar, apalagi kalau weekend. Soalnya pada saat itu, sekitar jam 07.00 saja, menu sudah banyak yang habis. FYI, aja nih, warungnya buka dari pukul 06.00 sampai sekitar jam 09.00 dan hanya tutup setiap hari Jumat.

Buat saya, pengalaman sarapan di Warung Sop Pak Mamik bukan sekadar makan enak. Ini seperti meneguk kehangatan masa lalu, lengkap dengan aroma arang, cita rasa otentik, dan keramahtamahan khas desa. Kalau ke Purworejo lagi, sudah pasti saya bakal balik lagi. Sop ayam kampung yang satu ini benar-benar bikin kangen, Gez! (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: