BerandaIslampedia
Rabu, 15 Agu 2017 13:24

Viral! Video Seruan “Bunuh Menteri” oleh Para Santri

Video seruan "bunuh menteri" oleh sejumlah santri membuat geger netizen. (Foto: Berita Hukum)

Video seruan “Bunuh Menteri” yang viral beredar belum tentu dilakukan santri-santri Nahdiyin.

Inibaru.id - Ramai beredar di media sosial Instagram sebuah video amatir sekelompok pemuda menyerukan “bunuh menteri” dalam aksi yang diduga menolak kebijakan full-day-school (FDS) di Indonesia. Belum teridentifikasi siapa pelakunya, dan apa yang sebenarnya mereka dengungkan.

Berita yang beredar, aksi itu dilakukan sekelompok santri dari kelompok organisasi masyarakat (ormas) Nahdlatul Ulama (NU). Mereka menolak kebijakan Peratuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang lima hari sekolah atau FDS. Kendati demikian, mengenai kebenaran berita ini belum bisa dipastikan hingga saat ini, Senin (14/8/2017).

Lepas dari benar atau tidaknya berita tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku menyayangkan kejadian ini karena diduga para pelaku masih tergolong anak-anak.

Baca juga: Wow! Ini Alasan PBNU Menolak dan Menutup Dialog tentang FDS

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatti yakin teriakan “bunuh menteri” tersebut bukan murni dari diri para anak-anak yang ikut berdemo.

“Kemungkinan ada pihak-pihak yang menyusupkan pesan ke anak-anak untuk berteriak seperti itu,” kata dia sebagaimana dilansir dari Republika, Senin (14/8).

Ia mengimbau agar semua pihak menahan diri dan tidak memanfaatkan anak untuk kegiatan atau aktivitas yang sangat membahayakan tumbuh kembangnya.

“Sebaiknya saluran aspirasi penolakan atas suatu kebijakan bisa dialog untuk mencapai kesepakatan,” tegasnya.

KPAI percaya negara mendengar setiap aspirasi warga negaranya asalkan disampaikan dengan santun dan membuka diri untuk berdialog. Sebab, masih ada cara lain yang lebih efektif untuk menyampaikan aspirasi atas suatu kebijakan.

Sitti menegaskan KPAI tidak ingin masuk dalam perdebatan terkait materi FDS. KPAI hanya menyoroti pelibatan anak-anak yang meneriakkan bunuh menteri di video tersebut.

"Ucapan atau ujaran kasar yang dilontarkan anak-anak dalam aksi sebagaimana cuplikan video tersebut sangat tidak patut dan berbahaya bagi tumbuh kembang anak," tutur dia.

Sebab anak-anak dididik dan disekolahkan agar nantinya mereka dapat lebih beradab dan berkasih sayang untuk hidup bermasyarakat.

Baca juga: Waspada! FDS Berpotensi Munculkan Generasi Radikal

Karena itu, KPAI melihat dengan adanya ucapan atau ujaran kasar sebagaimana dimaksud tidak sesuai dengan etika dan moral kebangsaan kita. Apalagi hingga berteriak “membunuh” hanya untuk menolak suatu kebijakan.

“Membunuh tidaklah dibenarkan dalam ajaran agama apapun, bertentangan dengan tata aturan perundang-undangan, dan bukan cerminan murni jiwa anak-anak,” ia menambahkan.

Cuplikan video tersebut dikaitkan dengan NU lantaran dalam beberapa waktu terakhir ormas terbesar di Indonesia ini telah menginstruksikan seluruh lini organisasi untuk menggalang aksi tolak FDS.

Dilansir dari NU Online, NU memang menanggapi serius persoalan FDS yang diberlakukan melalui Permendikbud ini. Di tingkat pusat, PBNU telah mengintruksikan kepada PWNU dan PCNU untuk menolak kebijakan tersebut. Instruksi itu kemudian disikapi dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan menggelar aksi turun ke jalan.

Namun begitu, belum ada yang bisa mengonfirmasi atau memastikan apakah teriakan dalam aksi “bunuh menteri” itu bagian dari aksi turun ke jalan yang dilakukan NU. (GIL/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: