BerandaHits
Rabu, 16 Mar 2021 12:47

Warga Ditangkap Karena Komentari Gibran, Polisi Virtual Keliling di IG dan Whatsapp?

Ilustrasi - Polisi virtual sudah mulai bekerja. Kamu nggak boleh sembarangan ngomong di Instagram ataupun Whatsapp. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Virtual Police yang dibikin oleh kepolisian untuk mengamankan dunia maya sudah aktif bekerja. Pria asal Tegal berinisial AM ditangkap karena berkomentar miring soal Wali Kota Solo Gibran Rakabuming. Polisi virtual sudah aktif di Whatsapp dan IG?<br>

Inibaru.id - Virtual Police atau polisi virtual sudah mulai menunjukkan kinerjanya. Orang pertama yang ditangkap adalah laki-laki asal Tegal berinisial AM. Dia diciduk aparat dari Polresta Surakarta karena dianggap mengeluarkan komentar hoaks soal Walikota Solo dalam postingan @garuda revolution.

Postingan tersebut berisi komentar Gibran Rakabuming yang meminta semifinal dan final Piala Menpora 2021 dilaksanakan di Stadion Manahan Solo saja. Nah, di kolom komentar dari akun tersebut, AM mengetik "Tau apa dia tentang sepak bola, taunya dikasih jabatan saja."

Komentar ini mendapat banyak tanggapan dari warganet. Nah, ternyata, hal ini juga dideteksi oleh tim Virtual Police Polresta Surakarta. Menurut Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak, komentar itu menyinggung pihak-pihak yang terlibat dalam pilkada di Solo beberapa saat lalu.

"Komentar tersebut sangat mencederai KPU, Bawaslu, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat Kota Solo yang telah menyelenggarakan Pilkada langsung sesuai UUD 1945," kata Ade.

Penangkapan AM ini ternyata nggak sembarangan dilakukan oleh tim Virtual Police. Mereka sudah meminta pertimbangan sejumlah ahli sebelum melakuannya, termasuk ahli bahasa, pidana, dan ITE.

Ade juga mengklaim kalau cara ini termasuk dalam langkah restorative justice. Yakni istilah yang digunakan penegak hukum untuk mendudukkan korban dan pelaku bersama. Dalam hal ini, korban memiliki hak apakah pelaku sebaiknya dihukum atau tidak akibat tindakan sebelumnya.

Nah, meski awalnya pihak polisi virtual hanya ingin memberikan edukasi, realitanya AM ternyata memang akan tetap dihukum. Meski begitu, hukumannya nggak berat kok, yakni hanya diminta untuk menghapus postingan dan membuat klarfikasi permintaan maaf.

AM meminta maaf di Polres Surakarta. (Tangkapan layar Instagram/Polres Surakarta)<br>

Virtual Police Sudah Aktif di Berbagai Media Sosial

Sebelum menangkap AM, Virtual Police ternyata sudah menyiduk banyak akun. Menurut keterangan Dittipidsiber Bareskrim Polri mengabarkan, sudah ada 89 akun media sosial yang ditegur Virtual Police sepanjang 23 Februari sampai 11 Maret 2021 karena mengeluarkan ujaran kebencian.

Yang cukup mengejutkan adalah, dalam laporan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, terungkap bahwa polisi virtual juga aktif di Whatsapp.

“Twitter yang paling banyak, yaitu 79 konten. Kemudian Facebook 32 konten, Instagram 8, YouTube 5, dan WhatsApp 1 konten. Jadi yang paling banyak melalui Twitter," bebernya.

Saat ditanya apakah polisi virtual kini juga menyadap Whatsapp warga. Ahmad menyebut mereka memang mendeteksi Whatsapp, namun nggak menyadap. Mereka hanya melakukan pemantauan saja.

"Kalau WA grup kan bisa. Artinya, misalnya, ini hanya misalnya ya. Ada di grup itu, kemudian ada yang melapor ke polisi, dia screenshot dong. Terus akunnya dilacak.”

Wah, hati-hati lo, Millens, polisi virtual sudah aktif di media sosial dan Whatsapp. Kamu nggak boleh ngomong sembarangan ya, apalagi yang hoaks atau ujaran kebencian. (Vic/IB28/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: