BerandaHits
Jumat, 13 Okt 2022 13:24

Tiga Anggota TNI Diperiksa Terkait Kasus Pembunuhan PNS Semarang Iwan Budi

Penemuan jasad Iwan Budi di Kawasan Pantai Marina Semarang. (Antara/I.C Senjaya via Jawapos)

Sudah satu bulan berlalu namun, kasus pembunuhan PNS Semarang Iwan Budi belum juga terpecahkan. Kini, penyelidikan merembet pada tiga anggota TNI. Jenderal Andika Perkasa pun telah membenarkan hal ini. Dia mengaku masih melakukan kontrol pada penyelidikan kasus ini.

Inibaru.id – Kasus pembunuhan PNS Bapenda Kota Semarang, Paulus Iwan Budi Prasetyo memasuki babak baru. Hingga sekarang, penyelidikan atas peristiwa ini masih berlanjut bahkan menyeret tiga anggota TNI.

Hal ini dibenarkan oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Lebih lanjut dia mengungkap, ada yang dari polisi militer.

"Kami memeriksa tiga sejauh ini, ada dari polisi militer, itu betul. Inisialnya saya agak lupa tapi memang kebetulan ada tiga," kata Andika saat ditemui di UGM, seperti dilansir Detik, Rabu (12/10).

Saat ini, pemeriksaan terhadap tiga anggota TNI tersebut ditangani oleh Kodam IV Diponegoro. Meski begitu, dia mengaku mengontrol langsung pemeriksaan tersebut.

"Langsung saya kontrol per minggunya ditangani oleh Kodam (IV Diponegoro) tapi laporan langsung terus ke saya setiap minggu," jelasnya.

Sebelumnya, Jenderal Andika mengungkapkan pihaknya telah mendapatkan laporan dari Polda Jateng dua hari setelah penemuan jasad Iwan PNS Semarang pada 8 September silam.

"Jadi kita dapat info dari Polda itu kira-kira dua hari setelah ditemukannya mayat yang dimutilasi itu," imbuhnya.

Tidak Ditemukan Unsur Korupsi

Kabid Humas Polda Jateng menyebut Iwan Budi baru sebatas saksi atas kasus dugaan korupsi tanah hibah di Mijen, Jawa Tengah. (iNews via Okezone)

Kasus ini makin menarik ketika dalam penyidikan dan pemeriksaan yang dilakukan Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng, belum ditemukan adanya unsur korupsi yang dilakukan Iwan Budi. Adapun orang-orang yang diperiksa adalah sembilan orang dari pemerintah, pihak ketiga serta pihak lain yang berkaitan dengan laporan dugaan kasus korupsi hibah tanah di Semarang itu.

Kasus korupsi ini diduga berlangsung ketika korban masih menjadi bendahara di Dinas DPKAD Kota Semarang. Meskipun ada dokumen yang menyatakan kegiatan penyertifikatan hibah tanah itu, nggak ada kegiatan penyertifikatan yang dilakukan oleh korban yang ditemukan Direktorat Kriminal Khusus.

"Terkait dengan kasus korupsinya, sembilan orang dari pihak pemerintah juga dari pihak ketiga dan yang lain juga sudah. Dalam dokumen dari Pemda memang ada, namun, informasi yang kami dapat dan sudah ada buktinya itu tidak terjadi penyertifikatan tersebut," ungkap Kombes Pol Dwi Subagio, Dirreskrimsus Polda Jateng dilansir Kompastv (11/10).

Masih Saksi

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menjelaskan, status Iwan Budi masih sebatas saksi yang akan melakukan klarifikasi terkait kasus korupsi hibah tanah di Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

"Sebenarnya dia masih saksi untuk melakukan klarifikasi dan dia sudah bersedia memberikan keterangan," ujarnya.

Sebagaimana yang pernah diberitakan, masyarakat dihebohkan dengan penemuan jasad yang hangus terbakar di kawasan Pantai Marina (8/9). Setelah diselidiki, jasad yang diduga dimutilasi tersebut diidentifikasi sebagai Paulus Iwan Budi Prasetyo, ASN Bapenda Kota Semarang yang sempat dilaporkan hilang pihak keluarga pada 24 Agustus. Dia merupakan saksi kasus korupsi hibah tanah di Semarang.

Sayangnya, satu bulan berlalu otak dan eksekutor pembunuhan ini belum juga ditemukan. Tapi, semoga keterangan-keterangan yang didapat dari tiga anggota TNI tadi dapat membuka tabir kasus ini ya, Millens. (Siti Zumrokhatun/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: