BerandaHits
Jumat, 18 Des 2025 13:08

Pindah ke Air Baku, Upaya Memperlambat Penurunan Muka Tanah di Pesisir Semarang

Plt Direktur Umum PDAM Tirta Moedal Yulianto Prabowo saat membeberkan jumlah sektor industri yang telah beralih ke air baku. (Inibaru.id/ Sundara)

Sektor industri yang masih mengandalkan air bawah tanah ternyata masih mendominasi. Padahal, hal ini berpotensi memperparah penurunan muka tanah di Semarang.

Inibaru.id - Penurunan muka tanah di kawasan pesisir Kota Semarang diperkirakan mencapai 7-10 sentimeter setiap tahunnya. Proses amblesnya tanah ini diperkirakan akan berlangsung lebih cepat, mengingat sebagian besar sektor industri di Kota Lunpia masih bergantung pada air bawah tanah.

Fakta terakhir itu merupakan hasil temuan dari PDAM Tirta Moedal, penyedia air bersih di Kota Semarang. Mereka mencatat, baru sekitar 8 persen sektor industri yang telah beralih menggunakan air baku, sedangkan sisanya masih mengandalkan air bawah tanah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Umum PDAM Tirta Moedal, Yulianto Prabowo, menyebutkan bahwa dari total 202.000 pelanggan air baku, mayoritas atau sekitar 92 persen masih didominasi pengguna domestik, sedangkan sektor industri tergolong sedikit.

Minimnya adopsi PDAM oleh sektor industri menjadi perhatian serius, sebab sebagian besar industri masih mengandalkan air bawah tanah (ABT) untuk operasional. Padahal, eksploitasi ABT yang berlebihan ikut berkontribusi pada penurunan muka tanah di kawasan pesisir dan perkotaan Semarang.

"Kami mengajak pelaku industri dan bisnis untuk beralih dari air bawah tanah ke PDAM. Mari bersama-sama kita punya tanggung jawab menjaga lingkungan Kota Semarang supaya tidak semakin turun permukaan tanah," ujar Yulianto, Rabu (17/12/2025).

Sejumlah Industri Sudah Beralih

Dalam catatan PDAM, sejumlah industri yang telah beralih dari penggunaan air bawah tanah (ABT) tersebar di Kawasan Industri Candi (KIC), kawasan industri Tambak Aji, kawasan industri Kaligawe, serta hotel dan usaha besar lainnya di perkotaan.

Yulianto menyatakan bahwa saat ini PDAM menargetkan kenaikan jumlah pelanggan di sektor industri sekitar 2 persen per tahun. Fokus ekspansinya untuk pengembangan ke kawasan pesisir utara yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan tingkat eksploitasi air tanah cukup tinggi.

Selain mengajak industri beralih ke PDAM, pihaknya juga fokus memperluas cakupan layanan ke wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan air bersih. Salah satunya adalah Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati.

"Kami menargetkan pertumbuhan pelanggan sekitar 9.500 setiap tahun. Tahun 2025, target ini sudah tercapai, bahkan mendekati angka 10.000 pelanggan baru," tuturnya.

Libur Nataru, Stok Air Bersih Aman

Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Yulianto menegaskan bahwa ketersediaan air bersih di Kota Semarang aman. Yulianto menegaskan bahwa PDAM telah siap menghadapi potensi lonjakan konsumsi, khususnya di kawasan perkotaan dan sektor pariwisata.

"Stok air kami aman, tim siap siaga untuk melayani Kota Semarang. Tidak ada kendala berarti," tegasnya.

Dia menyebutkan, selama Libur Nataru, peningkatan konsumsi biasanya terjadi pada sektor hotel dan bisnis non-domestik. Namun, karena liburan relatif singkat, lonjakan tersebut nggak akan terlalu signifikan.

"Libur hanya sekitar satu minggu dan okupansi hotel di Semarang sudah di atas 80 persen. Jadi, meski ada tambahan kebutuhan air, dampaknya tidak besar secara keseluruhan," tandasnya.

Agar pesisir nggak tenggelam, beralih dari air tanah ke air baku, khususnya untuk sektor industri, mungkin memang bisa menjadi salah satu solusi. Jika ketersediaan air selalu terjamin sebagaimana ditegaskan PDAM untuk Libur Nataru kali ini, kenapa tidak? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: