BerandaHits
Kamis, 9 Apr 2025 14:29

Pelanggan Pascabayar Keluhkan Lonjakan Tagihan, Benarkah Tarif Listrik Naik?

Ilustrasi: Banyak pelanggan listrik pascabayar mengeluhkan tagihan yang membengkak bulan ini. (Unsplash/Yosuke Ota)

Banyak pelanggan listrik pascabayar yang mengeluhkan tagihan yang membengkak bulan ini hingga mengaitkannya dengan kemungkinan tarif listrik yang dinaikkan pemerintah.

Inibaru.id - Aryo Aristanto sedikit mengernyitkan dahi saat mengecek saldo di rekening tabungannya pada Selasa (8/4/2025). Dia merasa kaget melihat tagihan listrik bulan ini yang dirasakannya jauh lebih besar dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Sejak mengatur pembayaran listrik pascabayar auto-debet tiap tanggal 5, lelaki asal Sragen itu sebetulnya sudah jarang memantau tagihan listriknya tiap bulan. Namun, setelah membaca sejumlah postingan warganet yang mengeluhkan membengkaknya tagihan listrik mereka bulan ini, Aryo pun penasaran.

"Aku juga merasa tagihan listrik punyaku bulan ini nggak wajar. Banyak banget! Tapi, ini cuma asumsiku, sih. Aku belum ngecek lebih lanjut, karena sebelum-sebelumnya juga nggak pernah cek langsung. Kan otomatis!" terang Aryo, Rabu (9/4). "Tapi, ya sudahlah. Mungkin memang tarif listrik naik."

Berbeda dengan Aryo yang nggak mau ambil pusing, Indira Sayekti justru merasa panik karena merasa kenaikan tagihan listrik pascabayarnya bulan ini cukup besar dibanding tarif normal tahun lalu. Dia bahkan sampai meminta suaminya mengajukan aduan ke PLN untuk mengonfirmasi hal ini.

"Kata suami saya, pemerintah belum menaikkan tarif, tapi saya yang ngeyel. Entah saya yang salah atau gimana, yang pasti dibanding tagihan sebelum diskon listrik beberapa bulan ini, ada lonjakan sekitar Rp50-an ribu," terang ibu dua anak asal Kabupaten Semarang tersebut, Rabu (9/4).

Pemakaian selama Ramadan

Ilustrasi: PLN memastikan bahwa tarif listrik selama kuartal II atau periode April-Juni 2025 tidak naik. (Met Group)

Setali tiga uang, lonjakan tagihan listrik pascabayar bulan ini juga dirasakan Amaliya Rahma. Dia mengakui, dibanding Desember 2024 dan Januari 2025 atau sebelum diskon tarif dari PLN, tagihan listrik di rumahnya mengalami kenaikan sekitar Rp70 ribu.

"Iya, naik. Tapi, pemakaian listrik saya bulan ini memang meningkat. Mungkin karena lebaran dan rumah orang tua saya kebetulan kedatangan banyak saudara yang menginap, pas puasa juga banyak masak dan pakai alat elektronik, jadilah pemakaian listrik naik," tutur perempuan yang akrab disapa Lia tersebut, Rabu (9/4).

Selain itu, Lia menilai, naiknya tagihan ini mungkin terjadi karena sebelumnya keluarganya terlalu jor-joran memakai listrik, khususnya sewaktu ada diskon tarif dalam beberapa bulan terakhir. Kebiasaan itu menurutnya menjadi salah satu faktor yang membuat tagihan jadi naik.

"Kami yang sebelumnya mati-matian ngirit pemakaian listrik jadi jor-joran pas kena diskon kemarin. Eh, malah keterusan!" selorohnya, lalu tersenyum kecut.

Pola Pemakaian yang Meningkat

Apa yang dikatakan Lia senada dengan alasan yang dilontarkan PLN saat menyikapi keluhan sejumlah pelanggan di media sosial terkait lonjakan tagihan listrik selama periode Ramadan bulan lalu. PLN menilai, peningkatan pola pemakaian listrik menjadi salah satu alasan terjadinya lonjakan tagihan listrik.

Dalam keterangan tertulisnya, Vice President Komunikasi Korporat PLN Grahita Muhammad mengatakan, ada beberapa hal yang mengakibatkan lonjakan tagihan listrik pelanggan bulan lalu, termasuk di dalamnya adalah adanya pola pemakaian yang meningkat dan berakhirnya program diskon tarif.

"Lonjakan tagihan listrik pasca-diskon tarif bisa disebabkan oleh pola pemakaian listrik yang meningkat," terangnya, Selasa (8/4). "Tarif listrik yang kembali normal mungkin dinilai pelanggan sebagai kenaikan tarif, padahal pemerintah sudah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik selama kuartal II 2025."

Sedikit informasi, kuartal II 2025 yang dimaksud Grahita adalah periode April-Juni. Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memang telah memutuskan untuk menjaga tarif listrik tetap atau nggak ada kenaikan bagi pelanggan subsidi (24 golongan) dan non-subsidi (13 golongan).

Kalau merasa tagihan bulan ini juga membengkak, ada baiknya kamu mengecek riwayat konsumsi listrikmu bulan ini dengan bulan-bulan sebelumnya via PLN Mobile. Dengan begitu, kamu bisa melihat sendiri apakah tarif listrik memang naik atau pemakaian listrikmu yang sebetulnya meningkat. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: