BerandaHits
Sabtu, 16 Jun 2023 14:59

Museum Bukan Sekadar Entitas Benda Kuno

Seorang pengunjung sedang melihat salah satu benda bersejarah di pameran Museum Ranggawarsita Jawa Tengah. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Museum harus terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, agar museum nggak dianggap sebagai entitas benda-benda kuno semata.

Inibaru.id - Hampir semua sepakat, ketika mendengar kata museum, orang-orang akan mendefinisikan sebagai etalase benda-benda bersejarah seperti relief, prasasti, arsip, keris, dan lain-lainnya. Anggapan ini nggak keliru, tapi nggak sepenuhnya benar.

Seiring dengan perkembangan zaman, selain menjadi etalase warisan sejarah, budaya, dan tradisi, museum telah bertranformasi menjadi ruang yang lebih bersahabat untuk semua kalangan dengan lebih banyaknya ruang untuk belajar dan mengikuti pelbagai kegiatan menarik di dalamnya.

Inilah yang coba ditunjukkan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita. Baru-baru ini, museum yang berlokasi di Kota Semarang tersebut menggelar sebuah pameran yang ditujukan untuk anak muda. Berbagai benda sejarah dari 33 museum se-Indonesia disatukan dalam pameran bertema Merawat Titipan Nusantara itu.

Berlangsung selama lima hari yakni pada 9-13 Juni lalu, pameran berbagai peninggalan sejarah Nusantara di museum yang beralamat di Jalan Abdulrahman Saleh, Kalibanteng Kidul, Kecamatan Semarang Barat ini digelar cuma-cuma alias gratis.

Rangkaian Acara Menarik

Potret sejarah keris yang diperlihatkan oleh UPTD Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakata. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Sita, salah seorang panitia mengungkapkan, sasaran dari pameran ini adalah para pelajar dan masyarakat umum. Panitia sengaja menggelar pameran sebagai bagian dari rangkaian acara yang menarik dan lengkap selama sepekan.

"Jadi, acaranya bukan sekadar pameran, tapi juga ada perlombaan, kuis, senam aerobik, pemutaran film, pertunjukkan tari, wayang, dan masih banyak yang lainnya," jelasnya.

Sita memang telah mendesain program tahunan tersebut semenarik mungkin. Tujuannya nggak lain untuk menggaet orang-orang datang mengunjungi pameran tersebut. Dia ingin masyarakat tahu bahwa museum nggak melulu sebagai tempat benda-benda kuno.

"Coba tengok museum penerangan yang ikut pameran. Di sana mereka konsen mengedukasi hal-hal yang berhubungan dengan teknologi," ungkapnya.

Belajar Banyak Hal

Dua orang pengunjung sedang belajar membatik di stand Museum Batik Kota Pekalongan. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Menurut Sita, sudah sewajarnya kalau museum nggak hanya dibangun sebagai sarana belajar sejarah. Hal itu juga diamini Nadia, perwakilan Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung. Dia menuturkan, sudah benar kalau museum nggak melulu tentang sejarah.

"Di museum KAA, pengunjung bisa belajar banyak hal," ujar perempuan yang tahun ini menginjak usia 26 tahun tersebut. "Kami ada komunitas yang memberi ruang anak-anak Bandung untuk sama-sama belajar IT, fotografi, pembuatan film, dan bahasa asing."

Nadia melanjutkan, museum sebaiknya menjadi tempat yang pas untuk belajar. Selama pameran di Ranggawarsita misalnya, dia dan kawan-kawannya memberikan edukasi tentang makna Dasasila Bandung dan poin-poin penting Konferensi Asia-Afrika pada 1955 di Kota Kembang.

"Pameran seperti ini sangat langka, nggak mudah bagi orang-orang bisa melihat secara dekat koleksi-koleksi bersejarah dari puluhan museum se-Indonesia sekaligus," tutur Nadia.

Tanggung Jawab Bersama

Potret mata uang rupiah dari masa ke masa yang ditampilkan di stand Museum Bank Indonesia. (Inibaru.id/ Fitroh Nurikhsan)

Menurut perwakilan Forum Komunikasi Museum Sleman Isti Yunaida, merawat warisan budaya nenek moyang bukan semata tanggung jawab museum, melainkan juga kewajiban seluruh masyarakat Indonesia.

"Daerah Sleman memiliki banyak benda bersejarah, terutama berupa candi. Tugas kita saat ini tinggal bersama-sama merawat pemberian dari Ibu Pertiwi tersebut," tuturnya.

Perempuan yang akrab disapa Ida tersebut mengakui, di era digital ini museum perlu banyak melakukan inovasi serta lebih ramah memberikan edukasi terkait aturan-aturan saat bertandang ke museum yang perlu ditaati pengunjung.

"Aturan itu, misal nggak boleh menyentuh benda-benda tertentu; kami nggak bermaksud bikin pengunjung kecewa, tapi semata agar nggak rusak, karena merawat benda-benda bersejarah kan tanggung jawab bersama,", paparnya.

Ida lalu berpesan kepada generasi muda untuk sering-sering berkunjung ke museum. Sebab museum gudangnya ilmu pengetahuan. Semakin paham budaya Nusantara dan meniru etika-etika orang terdahulu, dia yakin hidup akan damai dan selamat.

Kalau museum mampu menjadi pusat ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini, siapa pun pasti pengin ke sini, ya? Eh, tapi, sebagai anak muda, seberapa sering kamu mendatangi museum untuk meng-upgrade wawasan, nih? Ha-ha. (Fitroh Nurikhsan/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: