BerandaHits
Rabu, 23 Feb 2021 19:30

Kelahiran Dracula, Gabungan Sejarah Wallachia dan Mitologi Istri Adam Pertama

Luke Evans berperan sebagai Vlad III Țepeș, sosok yang nantinya menjadi Dracula, tokoh vampir dalam film Dracula Untold (2014). (Teahub)

Meskipun hanya imajinasi Bram Stoker melalui novelnya yang terbit pada 1897, citra Dracula sebagai bangsawan yang haus darah sangat mengakar di hati masyarakat. Stoker terinspirasi dari kisah sejarah Wallachia dari Transylvania dan mitologi istri Adam yang pertama, sebelum Hawa tercipta.

Inibaru.id – Kalau kamu perhatikan, penggambaran sosok drakula selalu sama; bangsawan misterius, sangat anggun sekaligus memikat. Seenggaknya, begitulah Hollywood menunjukkannya. Tapi tahukah kamu bahwa sosok yang sering wira-wiri itu nggak sama dengan sosok asli ciptaan Bram Stoker?

Abraham "Bram" Stoker adalah penulis Irlandia kelahiran 8 November 1847 yang sebelumnya lebih dikenal sebagai asisten pribadi aktor terkenal Sir Henry Irving. Stoker menciptakan sosok bangsawan penghisap darah dalam novel Dracula pada 1897. Sosok Drakula ini pun terkenal hingga sekarang.

Beberapa teori mengatakan, Stoker hendak menggambarkan drakula seperti tokoh idolanya, Walt Whitman, seorang penulis sekaligus penyair Amerika Serikat. Whitman berkumis tebal, berhidung besar, dan berambut putih.

Namun, pada akhirnya Stoker menjadikan Count Dracula sebagai sosok yang sangat pucat, bergigi tajam, dan bertelinga lancip.

O ya, ketika Stoker mengerjakan novel Dracula pada pergantian abad ke-19, terjadi banyak hal seperti perkembangan Darwinisme, pembunuhan besar-besaran oleh Jack the Ripper di Inggris, serta penyetaraan peran perempuan.

Jadi, bisa dibilang kemunculan drakula ciptaan Stoker berhubungan dengan semuanya. Secara bertahap, drakula menjadi karya penting dan berpengaruh dalam literatur horor, Millens.

Perlambang Bangsawan Eropa Timur

Bela Lugosi memerankan Count Dracula untuk kali pertama di layar lebar dalam film berjudul <i>Dracula </i>pada 1931. (Hollywoodreporter/Universal Studios)

Ketika Count Dracula diangkat ke layar lebar untuk kali pertama pada 1931, Bela Lugosi, pemeran Drakula, didandani dengan rambut disisir rapi ke belakang, mengenakan mantel, juga medali. Hm, kelihatan banget ya kalau Count Dracula ini memiliki kekuatan, kekuasaan, tampak mengancam sekaligus memikat. Mirip para bangsawan Eropa Timur.

Gaya Lugosi inilah yang kemudian dijadikan standar untuk karakter drakula, bahkan hingga beberapa dekade terakhir. Namun, pada 2004, budaya pop menggeser gaya ini ketika Richard Roxburgh memerankan bangsawan yang selalu haus darah perempuan ini dalam Van Helsing.

Penggambaran drakula terus berevolusi seiring dengan perkembangan zaman dan juga dunia perfilman. Sebut saja serial True Blood serta film Twilight yang menampilkan sosok tersebut dengan daya pikat sensual pada mata manusia, tapi dikemas lebih modern.

Meski mengalami perubahan, sosoknya akan selalu dikenal sebagai manusia abadi bertaring yang haus darah, berlindung dari cahaya, dan kalah oleh bawang putih serta salib.

Asal Mula Dracula

Vlad III alias Vald Dracula yang menjadi inspirasi Bram Stoker. (infobae)

Banyak yang meyakini jika Dracula yang dijadikan tokoh utama novel Bram Stoker merupakan sosok yang nyata, yakni Vlad III. Dia juga dikenal sebagai Vlad The Impaler (Vlad Tepes). Julukan itu diberikan karena dia suka menyiksa musuhnya dengan menusuk (impale) atau menyula.

Semasa menjadi penguasa Wallachia, wilayah kerajaan di selatan Transylvania, Vlad III memang dikenal kejam. Sosok legendaris yang hidup sekitar abad ke-15 itu biasa membunuh musuhnya dengan menyiksanya, menusuk mereka dari (maaf) anus tembus ke mulut, dengan tiang runcing sebesar lengan manusia, lalu didirikan di tempat umum.

Vlad III lahir di Sighișoara, kota yang sekarang masuk wilayah Rumania. Ayahnya, Vlad II, dikenal sebagai Vlad Dracul atau Vlad Sang Naga. Nama itu diperolehnya karena Vlad II bergabung dengan Ordo Naga, perkumpulan para kesatria Kristen yang menolak invasi Kesultanan Utsmaniyah ke Eropa.

Nah, Vlad III yang juga bergabung dengan ordo bikinan Raja Sigismund dari Hongaria pada 1408 itu kemudian mendapat julukan Dracula atau "anak naga" dalam bahasa Latin, dari gabungan draco (naga) dan ulea (anak dari).

Namun, dalam bahasa Rumania modern, Dracula bisa pula berarti "anak iblis", karena drac berarti iblis. Inilah yang menjadi dasar penggambaran sosok drakula sebagai makhluk penguasa kegelapan dalam buku Bram Stoker.

Dracula, Sang Penyula

Dalam dunia nyata, Dracula memang dikenal suka meminum darah musuhnya. (Universal/Allstar)

Vlad Dracula hidup di tengah invasi Kesultanan Utsmaniyah ke Eropa. Setelah Vlad II dilengserkan dan dibunuh pada 1447, Vladislav II ditunjuk Janos Hunyadi, tokoh militer Hongaria, sebagai penguasa Wallachia. Namun, Utsmaniyah menyerang, lalu membuat Vlad III naik tahta di sana pada 1448.

Namun, "kekuasan" Vlad III di Wallachia nggak berlangsung lama. Setelah lengser dan melarikan diri, dia baru bisa naik tahta lagi pada 1456 setelah Ustmaniyah di bawah Muhammad al-Fatih merebut Konstantinopel pada 1453, meruntuhkan kekuasaan Romawi, dan menduduki Hongaria pada 1456.

Selama menjadi raja di Wallachia dari 1456 hingga 1462, Vlad III mulai unjuk kekuatan dengan kekejaman, salah satunya dengan menyula penentangnya di depan publik. Dia bahkan nggak segan meminum darah mereka. Di sinilah orang mulai melihat kekejaman Dracula.

Vlad III mungkin memang mengisap darah. Namun, dia melakukannya bukan untuk mengenyangkan diri seperti dalam pelbagai kisah dracula. Cerita makhluk pemakan darah ini agaknya lebih dekat dengan kisah mitologi sosok kuno yang dikisahkan sejak lama, yang kemudian akrab disebut vampir.

Mitologi Makhluk Pengisap Darah

Vampir menjadi sosok makhluk pengisap darah yang sudah menjadi folklor di kalangan masyarakat sebelum Dracula. (Ltkcdn/Gettyimages)

Berabad-abad silam, mitologi dan folklor makhluk pengisap darah memang sudah sering diceritakan, misalnya masyarakat Yahudi di Talmud Babilonia yang memunculkan sosok Lilith pada 300-500 Masehi.

Lilith adalah iblis yang konon suka menculik bayi pada malam hari untuk diminum darahnya. Ia juga disebut-sebut sebagai istri pertama Adam dalam Alphabet of Sirach yang ditulis pada 700-100 Masehi.

Para makhluk pengisap darah ini kemudian disebut vampir dan diceritakan dari mulut ke mulut. Baru pada abad ke-17 dan ke-18 di Eropa, vampir digambarkan sebagai sosok jahat, korban bunuh diri, mayat yang dikuasai oleh roh jahat, atau korban gigitan vampir.

Beberapa karya sastra berupa sajak dan puisi seperti “The Vampire” (1748) oleh Heinrich August Ossenfelder atau “The Vampyre” (1819) karya John Polidori terinspirasi dari teror ini. Karya-karya mengenai vampir tersebut juga diyakini turut menginspirasi Bram Stoker menciptakan Dracula.

Namun demikian, karya sastra yang sangat diyakini membangun pandangan Stoker adalah buku The Land Beyond the Forest (1890) dan esai “Transylvania Superstitions” karya Emily Gerard. Keduanya mengenalkan Stoker dengan kata "Nosferatu" yang berarti vampir.

Dari Stoker, kini Dracula berevolusi menjadi sosok dengan beragam citra, mulai dari sosok keji yang galau dalam film anime Castlevania, ayah kocak di Hotel Transylvania, atau pejuang rakyat yang menjalin perjanjian terlarang dengan iblis pada Dracula Untold.

Oh ya, kamu termasuk orang yang menyukai film-film bertemakan Dracula juga nggak nih? (CNN,Kum/IB21/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: