BerandaHits
Jumat, 2 Mei 2024 18:22

Hardiknas 2024, Menteri Nadiem Titip Gerakan Merdeka Belajar

Menteri Nadiem menitipkan Gerakan Merdeka Belajar untuk dilanjutkan. (via Naikpangkat)

Dalam pidato upacara Hari Pendidikan Nasional, Kamis (2/5), Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengajak berbagai pihak untuk melanjutkan Gerakan Merdeka Belajar. Menurutnya, masyarakat kini mulai merasakan perubahan yang terjadi berkat gerakan ini.

Inibaru.id - Dalam pidato upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan ajakannya untuk melanjutkan Gerakan Merdeka Belajar, program pendidikan yang diusungnya dalam lima tahun terakhir.

O ya, tema Hardiknas tahun ini adalah “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”. Pada kesempatan itu juga dia menegaskan bahwa meskipun dunia pendidikan telah melangkah ke arah yang benar, tantangan terus berlanjut dan membutuhkan pengawalan terus-menerus dari semua pihak terkait. Untuk itu, dia mengajak semua elemen pendidikan untuk terus menguatkan Gerakan Merdeka Belajar.

"Semua yang sudah kita upayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang kita cita-citakan,” tuturnya dalam pidato saat menjadi pembina upacara di halaman Kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Senayan, Jakarta, Kamis (2/5).

Bagi Mendikbudristek, memimpin Gerakan Merdeka Belajar telah membuka matanya terhadap tantangan sekaligus peluang yang ada bagi Indonesia dalam memajukan pendidikan. Dia mengakui kompleksitas mentransformasi sistem yang ada dan merombak pandangan terhadap proses pembelajaran. Pada awalnya, semua pihak menyadari bahwa perubahan memerlukan perjuangan. Nggak mengherankan jika terdapat ketidaknyamanan dalam setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan.

Namun, ketika semua orang mulai bergerak bersama, Indonesia dihadapkan pada tantangan yang nggak terduga, yakni pandemi Covid-19. Dampak dari pandemi mengubah secara drastis cara belajar mengajar dan kehidupan manusia. Namun, pada saat yang sama, pandemi juga memberikan kesempatan untuk mempercepat perubahan. Dengan semangat gotong royong, semangat untuk pulih dan bangkit kembali menjadi lebih kuat.

Mendikbudristek menambahkan bahwa masyarakat kini mulai merasakan perubahan yang terjadi berkat Gerakan Merdeka Belajar. Perubahan dalam ekosistem pendidikan dan kebudayaan terjadi serempak dan bersamaan. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia muncul dari Gerakan Merdeka Belajar.

Penuh Cerita Positif

Menurut Nadiem, Gerakan Merdeka Belajar mendorong guru dan siswa lebih kreatif. (Pexels)

Menurut Mendikbudristek, banyak cerita positif dari anak-anak Indonesia tentang pengalaman belajar di kelas. Guru-guru juga berani mencoba hal-hal baru karena mereka diberi kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya dengan lebih baik. Selain itu, mahasiswa lebih siap untuk berkarya dan berkontribusi karena belajar nggak lagi terbatas di kampus. Nggak ketinggalan, para seniman dan pelaku budaya semakin aktif menghasilkan karya-karya kreatif dan ekspresif.

Suasana upacara pagi itu terasa khusyuk. Dalam balutan busana adat Jawa, Mendikbudristek menyampaikan pesan yang mendalam. Dia mengakui lima tahun adalah perjalanan pengabdian sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, namun bukan akhir dari Gerakan Merdeka Belajar.

"Dengan penuh ketulusan, saya ucapkan terima kasih banyak atas perjuangan yang Ibu dan Bapak lakukan. Saya titipkan Merdeka Belajar kepada Anda semua, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan,” pesannya.

Selamat Hari Pendidikan Nasional! Mari terus bergotong royong untuk menyemarakkan dan melanjutkan Gerakan Merdeka Belajar. Kalau kamu punya usul apa agar gerakan ini lebih baik, Millens? (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: