BerandaHits
Jumat, 9 Okt 2025 13:01

Gubernur Ahmad Luthfi Minta Pengawasan Program MBG di Jawa Tengah Diperketat

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat rapat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas MBG.

Gubernur Ahmad Luthfi meminta seluruh dapur penyedia program MBG di Jawa Tengah memperketat proses pengolahan, kebersihan, dan pengawasan makanan, supaya kejadian keracunan makanan nggak terulang.

Inibaru.id - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta agar pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperketat untuk memastikan keamanan pangan di wilayahnya.

Dia menegaskan bahwa keamanan pangan nggak boleh ditawar. Oleh karena itu, seluruh dapur penyedia MBG diminta untuk memperketat proses pengolahan, menjaga kebersihan, dan meningkatkan pengawasan makanan agar kejadian keracunan nggak terulang.

Berbicara dalam rapat koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Senin (6/10/2025), Luthfi berharap kasus seperti keracunan yang pernah terjadi sebelumnya nggak terulang kembali.

“Harapan kami, kejadian-kejadian (keracunan) kemarin tidak terulang kembali. Karena ini program struktural, kita harus laksanakan dengan sungguh-sungguh,” tegas Luthfi.

Pastikan Program MBG Aman

Dalam rapat yang dihadiri sekitar 4.000 peserta, terdiri atas mitra SPPG, ahli gizi, bupati, wali kota, serta instansi terkait di lingkungan Pemprov Jateng, Luthfi mengatakan bahwa seluruh kepala daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan program MBG berjalan dengan aman, higienis, dan berkelanjutan.

“Jangan ada kepala daerah yang apatis. SPPG yang sudah ada harus terbuka untuk diperiksa, minimal bupatinya atau ibu-ibu PKK meninjau langsung. Harus ada keterbukaan dan koordinasi dengan Satgas MBG,” ujarnya.

Luthfi menyebutkan, Jawa Tengah saat ini telah mengoperasikan 1.596 SPPG dan ditargetkan akan terus bertambah hingga akhir tahun. Dia menegaskan, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dapur, distribusi makanan, hingga pengelolaan limbah.

“SPPG tidak boleh eksklusif. Harus siap diperiksa kapan pun; termasuk jika ada kasus. Harus ada quick response (respons cepat) agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” katanya.

Memperketat Verifikasi Lapangan

Pada kesempatan tersebut, Luthfi juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) memperketat verifikasi lapangan serta memastikan setiap dapur memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Menurutnya, sertifikat itu bukan sekadar formalitas, tapi harus ada inspeksi nyata di lapangan.

"Kalau perlu, bikin posko 24 jam untuk pengawasan distribusi MBG,” ujarnya. "Program ini memiliki multiplier effect yang luar biasa. Selain menyehatkan anak-anak, MBG juga menggerakkan ekonomi lokal karena bahan bakunya berasal dari kelompok tani, BUMDes, dan UMKM daerah.”

Sementara itu, Kepala BGN RI Dadan Hindayana menyampaikan bahwa secara nasional sudah ada lebih dari 10.000 SPPG di 38 provinsi. Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan capaian tertinggi, yakni 1.596 SPPG atau sekitar 50 persen dari standar nasional.

“Ini menunjukkan Jawa Tengah sudah jauh di depan,” katanya.

Besarnya Dampak Ekonomi Daerah

Dadan juga menyoroti besarnya dampak ekonomi daerah dari program MBG. Nilai investasi BGN yang disalurkan ke Jateng mencapai sekitar Rp32 triliun per tahun. Menurutnya, ini menjadi dorongan luar biasa bagi industri pangan lokal, mulai dari pemasok bahan, produsen food tray, hingga penghasil susu.

Dia juga mengatakan bahwa BGN akan memperketat standar operasional melalui inspeksi rutin dan verifikasi dapur. Dadan meminta seluruh pengelola SPPG menyiapkan alat rapid test pangan, memastikan penggunaan air bersertifikat, serta menyediakan rekaman CCTV dapur untuk pengawasan pusat.

“Setiap SPPG harus bisa menjamin makanan yang sehat, bergizi, seimbang, dan aman dikonsumsi. Itu inti dari program ini. Ke depan, BGN bersama lintas kementerian seperti Kemenkes, BPOM, Kemen-LHK, dan Kemendagri, akan terus bersinergi melakukan pengawasan terpadu.

Buat kamu yang tinggal di Jateng, terus awasi program MBG ini ya, Gez! (Murjangkung/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: