BerandaHits
Kamis, 25 Jun 2025 15:55

Dorong AI yang Etis dan Inklusif, Indonesia Ajak Negara Berkembang Bergerak Bareng

Dalam forum internasional yang digelar di Bangkok, Indonesia mengajak negara-negara berkembang lainnya buat sama-sama menyusun tata kelola AI yang etis dan inklusif. (Komdigi)

Indonesia menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola AI yang etis dan inklusif. Lewat forum internasional UNESCO di Bangkok, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pentingnya kolaborasi negara-negara berkembang untuk menghadapi tantangan bersama dalam era kecerdasan buatan.

Inibaru.id - Kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) makin hari kian jadi sorotan dunia. AI menjadi teknologi yang bikin hidup makin praktis. Namun, ada tantangan besar berkaitan dengan etika, inklusivitas, dan tanggung jawab penggunaannya.

Nah, berkaitan dengan hal ini, Indonesia nggak akan menerima kondisi ini begitu saja dan belakangan mulai mengambil langkah nyata di level global.

Dalam forum internasional, Indonesia tampil percaya diri mengajak negara-negara berkembang lainnya buat sama-sama menyusun tata kelola AI yang etis dan inklusif.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria saat hadir di UNESCO Global Forum on the Ethics of Artificial Intelligence (AI) yang digelar di Bangkok, Thailand, Selasa (24/6/2025).

Di forum yang dihadiri para menteri dan pejabat tinggi dari negara anggota UNESCO itu, Nezar tampil dalam sesi khusus menteri bertema “Dialogue on International Cooperation on AI”.

Indonesia, kata Nezar, nggak cuma mendukung secara normatif UNESCO Recommendation on the Ethics of AI (2021), tapi juga sudah mengambil langkah konkret buat menerapkannya di level nasional.

“Indonesia telah mengintegrasikan prinsip-prinsip etika dan inklusivitas AI UNESCO ke dalam penyusunan kebijakan dan tata kelola secara nyata, integrasi tersebut termasuk pengembangan strategi nasional AI untuk kemudian segera dilanjutkan dengan penerbitan regulasi AI dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Wamen Nezar menyebut, Indonesia memanfaatkan kerangka hukum nasional seperti UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagai dasar hukum penting dalam pemrosesan data dan penggunaan AI. (Antara Foto/Bayu Pratama S/tom)

Nggak main-main, sejumlah langkah strategis sudah dijalankan; mulai dari menyusun Peta Jalan Kecerdasan Artifisial berbasis etika yang kini sudah masuk tahap akhir, melakukan AI Readiness Assessment Methodology (AI-RAM) untuk tahu potensi dan tantangan AI di berbagai sektor, sampai mengeluarkan Surat Edaran Menteri soal Etika AI sebagai panduan awal buat industri dan sektor publik.

Nggak cuma itu, Nezar juga menyebut bahwa Indonesia memanfaatkan kerangka hukum nasional seperti UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagai dasar hukum penting dalam pemprosesan data dan penggunaan AI.

Meski begitu, ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama oleh negara-negara berkembang. Menurut Nezar, tiga hal utama yang jadi sorotan adalah gimana cara menjaga keseimbangan antara regulasi dan inovasi, keterbatasan SDM digital, dan juga kesenjangan infrastruktur teknologi.

“Bagi Indonesia, kerja sama internasional, terutama global south, bukan hanya soal berbagi teknologi, tetapi yang paling mendasar adalah berbagi tanggung jawab untuk AI yang etis dan inklusif. Kita juga harus memastikan tidak ada satu pun negara yang tertinggal dalam transisi AI yang transformatif,” tandasnya.

Forum dialog antarkementerian ini jadi salah satu rangkaian kegiatan penting UNESCO yang digelar 24–27 Juni 2025. Ajang ini jadi wadah berkumpulnya para pemimpin dunia, pakar AI, pelaku industri, dan akademisi buat meninjau perkembangan regulasi AI sejak rekomendasi etika AI UNESCO diluncurkan pada 2021.

Yap, AI bukan sekadar perkara teknologi keren dan canggih. Lebih dari itu, AI adalah soal nilai dan tanggung jawab bersama. Tentunya, Indonesia pengin jadi bagian dari solusi globalnya. Menurutmu, sudah tepatkah posisi kita dalam menyikapi hal ini? (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: