BerandaHits
Kamis, 17 Agu 2022 11:00

Dituding Mengandung Asbes yang Memicu Kanker, Johnson Akan Hentikan Produksi Bedak Bayi

Produksi bedak bayi Johnson & Johnson dihentikan mulai 2023. (Shutterstock/Nonowon)

Per 2023, Johnson & Johnson memutuskan menghentikan produksi bedak bayi. Hal itu disebabkan karena penjualan produk tersebut anjlok akibat tudingan adanya kandungan asbes. Apa itu?

Inibaru.id – Produsen produk perawatan bayi Johnson & Johnson dipastikan nggak akan lagi menjual bedak bayi mulai 2023. Sebelumnya, mereka sudah menghentikan produksi bedak bayi di Amerika Serikat dan Kanada pada 2020. Alasannya adalah karena turunnya penjualan secara drastis sekaligus adanya serangkaian tuntukan hukum dari konsumen.

“Kami telah membuat keputusan untuk beralih ke portofolio bedak bayi berbasis tepung jagung,” ungkap perwakilan Johnson & Johnson, Sabtu (13/8/2022).

FYI, dalam beberapa tahun belakangan, Johnson & Johnson mendapatkan lebih dari 38 ribu tuntutan hukum dari konsumennya. Mereka mengklaim bedak bayi produksi perusahaan ini mengandung asbes sehingga memicu kanker.

Pihak perusahaan tentu nggak asal langsung menerima tuduhan tersebut. Mereka menunjukkan hasil penelitian ilmiah yang membuat mereka bisa memproduksi bedak bayi selama puluhan tahun. Johnson & Johnson juga mengklaim bedak bayinya aman digunakan karena bebas kontaminasi asbes.

Tapi, ribuan tuntutan hukum sudah cukup untuk membuat kepercayaan konsumen terhadap produk Johnson & Johnson anjlok. Penjualan bedak bayinya menurun drastis dan akhirnya membuat mereka nggak lagi memproduksinya.

Mengenal Asbes yang Bersifat Karsinogenik

Serat asbes bersifat karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker. (Sehatq)

Menurut American Cancer Society, asbes atau bundel serat termasuk dalam kelompok mineral alami yang bisa ditemukan di tanah dan bebatuan. Meski sering dipakai sebagai campuran berbagai bahan yang dipakai untuk kebutuhan manusia, realitanya memang ada jenis asbes yang bersifat karsinogenik alias bisa menyebabkan kanker.

Jenis asbes tersebut adalah asbes chrysotile dan asbes amphibole. Keduanya banyak dipakai di dalam dunia industri.

Lantas, bagaimana cara asbes bisa menyebabkan kanker? Pakar kesehatan menyebut asbes bisa masuk ke tubuh manusia lewat udara yang sudah tercemar serat asbes dan dihirup saat bernapas. Serat asbes juga bisa masuk ke dalam tubuh lewat makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi.

Jika terhirup dalam jumlah banyak, asbes bisa menyebabkan kanker paru atau mesothelioma. Hal ini disebabkan oleh kemampuan serat asbes menembus lapisan paru-paru sekaligus mengiritasi sel paru alias pleura.

Selain itu, asbes juga disebut-sebut bisa meningkatkan risiko kanker laring dan faring, kanker perut, kanker usus besar, kanker ovarium, hingga kanker rektum.

Oleh karena itulah, kini semakin banyak pakar kesehatan yang menyarankan masyarakat untuk mengurangi atau bahkan nggak lagi menggunakan produk-produk berbahan asbes.

Padahal, di sekeliling kita produk dari asbes seperti atap rumah dan produk lain masih banyak digunakan, ya? Bisakah masyarakat pelan-pelan meninggalkan asbes yang berbahaya bagi kesehatan?(Kom/IB09/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: