BerandaHits
Selasa, 1 Sep 2025 13:01

Disebarluaskan Atas Nama Anggota DPR, Nomor Para Aktivis Jadi Sasaran Kritik

Nomor kontak Haris Ashar tersebar di grup Whatsapp sebagai milik anggota DPR non-aktif dari Nasdem Ahmad Sahroni yang belakangan mendapatkan kritik bertubi-tubi dari masyarakat. (Detik/A Prasetia)

Nomor kontak Haris Azhar, Muhamad Isnur, Usman Hamid, dan Said Iqbal dicatut dalam pesan berantai Whatsapp sebagai nomor anggota DPR yang sedang dikritik publik. Pesan ancaman yang salah sasaran ini pun membanjiri para aktivis.

Inibaru.id - Aksi turun ke jalan yang dilakukan masyarakat akhir-akhir ini kian meluas dari tuntutan awal. Pelbagai kejanggalan dan provokasi pun terus bermunculan, salah satunya adalah tersebarnya nomor kontak para aktivis hak asasi manusia seperti Haris Azhar dan tokoh lain.

Nomor telepon para pentolan organisasi masyarakat sipil itu tiba-tiba tersebar luas melalui pesan berantai di aplikasi WhatsApp. Bukan atas nama dirinya, nomor tersebut justru dicatut sebagai kontak para anggota DPR yang belakangan sedang menjadi sasaran kritik publik.

Sejak Sabtu (30/8/2025) pagi, ponsel para aktivis itu dipenuhi pesan masuk. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, nanyak pesan masuk ke nomor beberapa anggota organisasi masyarakat sipil dengan narasi ancaman kepada anggota DPR.

Nama-nama yang dicatut antara lain pendiri Lokataru Foundation Haris Azhar, Ketua Umum YLBHI Muhamad Isnur, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, serta Ketua Umum Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Kebanjiran Pesan akibat Informasi Menyesatkan

Salah satu potongan pesan yang disebarkan di grup perpesanan itu berbunyi: No WA anggota DPR RI yang bikin rakyat marah karena joget-joget.

Dalam pesan itu, nomor Haris Azhar disebut sebagai milik anggota DPR non-aktif dari Nasdem Ahmad Sahroni, sedangkan Muhamad Isnur dicatut sebagai milik Eko Patrio dari PAN. Sementara, Usman Hamid ditulis sebagai milik Uya Kuya dari PAN, serta Said Iqbal sebagai Adies Kadir dari Golkar.

Politikus Eko Patrio dari PAN termasuk anggota DPR RI yang menjadi sasaran kritik masyarakat belakangan ini. (Detik)

Haris Azhar mengaku kebanjiran pesan akibat informasi menyesatkan tersebut. “Saya tidak tahu siapa yang awalnya mengirim, tapi tersebar ke grup-grup WA,” katanya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, dikutip dari Tempo, Senin (1/9).

Muhamad Isnur pun mengalami hal serupa. “Banyak banget, dari siang, saya terima pesan ancaman, cacian, makian, dan pesan-pesan kasar dari banyak orang yang menyangka saya Eko Patrio,” ujarnya.

Kritik untuk Anggota DPR

Terkait hal ini, YLBHI meminta masyarakat nggak menanggapi pesan berantai itu dengan menegaskan bahwa nomor tersebut bukanlah milik anggota DPR seperti yang dipersangkakan. Pesan bernada kasar tersebut salah sasaran, karena nomor yang disebar bukanlah milik yang bersangkutan.

Reaksi spontan masyarakat itu bisa dipahami seiring dengan gelombang kritik terhadap anggota DPR yang belakangan kian memanas. Ratusan legislator mendapat sorotan warganet setelah kedapatan berjoget dalam penutupan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada 15 Agustus lalu.

Aksi ini dinilai nggak pantas karena terjadi di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit. Masyarakat menilai publik dibebani dengan kondisi ekonomi, sementara para wakil rakyat justru menikmati kenaikan pendapatan, merujuk pada tambahan tunjangan perumahan Rp50 juta yang akan mereka dapatkan per bulan.

Isu pembubaran DPR pun mncul. Alih-alih meredakan ketegangan, sejumlah anggota DPR justru merespons kritik dengan serampangan dan tanpa empati, termasuk Uya Kuya, Eko Patrio, dan Ahmad Sahroni. Secara frontal, nama terakhir bahkan mengatakan bahwa yang meminta pembubaran DPR adalah orang tolol sedunia.

Meski sudah meminta maaf, sebagian masyarakat kemudian mendatangi rumah para anggota dewan tersebut untuk menjarah barang-barang, yang sebetulnya dengan dalih apa pun tetap saja melanggar hukum dan nggak bisa dibenarkan. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: