BerandaHits
Minggu, 25 Jan 2025 07:35

Bencana Longsor Pekalongan: Hari ini Tim Gabungan Terus Bergerak Lakukan Evakuasi dan Pencarian

Petugas gabungan tengah melakukan pencarian korban dengan menggunakan K-9 atau anjing pelacak yang dibawa kepolisian. (Humas Polda Jateng)

Hari ini, Sabtu (25/1/2025) Tim SAR Gabungan akan melanjutkan melakukan pencarian korban hilang bencana longsor di Petungkriyono, Pekalongan.

Inibaru.id - Jalan terisolir dengan tanah lumpur berserakan di sepanjang jalan, tidak menyurutkan petugas gabungan yang terdiri dari SAR, Polda Jateng, dan TNI untuk melakukan pencarian korban hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor di Petungkriyono, Pekalongan. Mereka terus melakukan pencarian selama tiga hari pasca kejadian.

Alhasil petugas kembali membawa satu kantong jenazah yang dievakuasi dari lokasi banjir di sektor 1 atau di area sekitar rumah Sekretaris Desa (Carik) pada Kamis (23/1) siang pukul 12.15 WIB.

"Korban yang ditemukan tim atas nama Diyatno umur 42 tahun asal desa Gumelem Petungkriyono Kabupaten Pekalongan," kata Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono.

Sebelumnya, pada hari kedua, Rabu (22/1), petugas melakukan pencarian di area sekitar rumah pak Sekretaris Desa (Carik), sekitar Kafe Allo dan pemancingan, pada aliran air, dan juga sungai Welo. Empat korban ditemukan di berbagai lokasi setelah dinyatakan hilang diantaranya, ada bayi umur 5 bulan dan orang dewasa

"Jadi untuk korban bayi inisial AA umur 5 bulan ditemukan tersangkut di pohon bambu yang berada di bawah tak jauh dari rumahnya. Balita itu ditemukan Rabu, 22 Januri pukul 12.05 WIB," ujarnya.

Sedangkan korban bernama Aisyah ditemukan sekitar 4,7 Km dari lokasi kejadian bencana, setelah dia dinyatakan hilang. Korban ketiga Ta'ari ditemukan di sektor dua di atas rumah pak Carik pada pukul 10.53 WIB.

Dan terakhir, tim SAR gabungan mendapatkan laporan dari warga ada yang melihat sesosok jasad di bawah jembatan putus. Pada pukul 18.45 WIB tim SAR gabungan berhasil mengevakuasinya dan teridentifikasi bernama Ta'adi.

"Ditemukan 4 korban pada pencarian hari kedua, Rabu (22/1). Jadi hingga hari ini jumlah korban meninggal yang ditemukan total berjumlah 22 orang, dan yang masih dalam pencarian sebanyak 4 orang," ungkapnya.

Petugas Polri tengah membawa anjing K-9 untuk melakukan pencarian korban hilang (Humas Polda Jateng)

Hari kemarin, Jumat (24/1), berdasarkan evaluasi, tim SAR gabungan akan memfokuskan pencarian di 3 lokasi atau sektor (sebelumnya 4 sektor) yakni di area rumah sekretaris desa, area pom mini, dan area kafe Allo. Sedangkan sektor sungai Welo dihentikan mengingat lokasi sudah disusuri berkali-kali dan tidak ditemukan lagi adanya korban.

"Kami akan fokus di tiga sektor yakni di sektor sekitar rumah Sekdes, sektor area pertashop dan kafe Allo. Dan tim yang semula 4 SRU akan kami lebur menjadi 3 SRU sehingga akan lebih maksimal," jelasnya.

"Semoga besok (hari ini) cuaca mendukung, cerah dan korban bisa kami temukan semua!" Pungkas Budiono.

Sebelumnya, Kapendam IV Diponegoro Semarang, Letkol Inf Andy Sulistyo mengatakan total ada 600 personel tim bantuan yang terdiri dari tim SAR dan Kodam IV Diponegoro, Polda Jateng, dan BPBD. Pada hari kedua, mereka melakukan pencarian korban di titik lokasi bencana.

Dalam upaya pencarian korban, Polda Jateng dan Polres Pekalongan mengerahkan unit K-9 alias anjing pelacak dari Ditsabhara yang tiba di Petungkriyono sejak Selasa malam. "Tiga anjing pelacak dilibatkan membantu mendeteksi korban di tutupan material longsor," ujarnya.

Dengan ditemukan korban atas nama Diyatno, maka korban yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian berjumlah empat orang. Adapun keempat korban tersebut adalah sebagai berikut.

  • M Teguh Imanto, warga Desa Kayupuring
  • Tigar Hariyanto, warga Batang
  • M Nasrullah Amin, warga Pekalongan
  • Aurel, warga Kasimpar.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan lebat yang cukup lama melanda Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya. Cuaca ekstrem menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor, menimpa beberapa wilayah termasuk menimpa desa Kasimpar kecamatan Petungkriyono. Akibatnya sebanyak 22 korban meninggal dunia, 15 selamat dan 4 orang dinyatakan hilang. (Danny Adriadhi Utama/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: